New York Mendadak “Lockdown”, Kedatangan Donald Trump Bikin Manhattan Lumpuh Total
Ribuan aparat diterjunkan dan akses menuju kawasan Madison Square Garden dibatasi menyusul kedatangan Presiden AS Donald Trump untuk menghadiri laga ketiga Final NBA. Foto: Dok SM News
NEW YORK, SabangMerauke News - New York City mendadak berada dalam pengamanan superketat bak “lockdown” pada Senin (9/6/2026) waktu setempat. Ribuan aparat diterjunkan dan akses menuju kawasan Madison Square Garden dibatasi menyusul kedatangan Presiden AS Donald Trump untuk menghadiri laga ketiga Final NBA.
Situasi di sekitar arena basket legendaris itu berubah drastis hanya beberapa jam sebelum pertandingan dimulai. Polisi New York atau NYPD memasang pagar pengaman setinggi tiga meter, menutup sejumlah ruas jalan, hingga melarang warga tanpa tiket mendekati area arena di Manhattan.
Bahkan, kegiatan nonton bareng atau nobar di sekitar lokasi pertandingan ikut dibubarkan demi alasan keamanan.
Komisaris NYPD Jessica Tisch menegaskan masyarakat diminta menjauhi area Madison Square Garden apabila tidak memiliki tiket resmi pertandingan.
“Rayakan kemenangan Knicks, tetapi hindari area MSG malam ini jika Anda tidak memiliki tiket,” ujarnya dalam konferensi pers.
Para pemegang tiket juga diwajibkan datang dua jam lebih awal untuk menjalani pemeriksaan keamanan ketat ala bandara. Tas dilarang dibawa masuk ke arena pertandingan.
Kedatangan Trump membuat pengamanan ditingkatkan secara ekstrem. Agen Secret Service bersenjata lengkap terlihat berjaga di berbagai sudut lokasi bersama ratusan personel NYPD.
Pengamanan bahkan diperkuat dengan teknologi anti-drone untuk mengantisipasi ancaman udara. Langkah itu diambil setelah Trump dilaporkan telah menghadapi tiga dugaan percobaan pembunuhan dalam kurun kurang dari dua tahun terakhir.
Agen Khusus Secret Service Matt McCool mengatakan fokus utama aparat adalah memastikan pertandingan berlangsung aman tanpa gangguan keamanan.
Trump diketahui datang untuk menyaksikan klub favoritnya, New York Knicks, yang tengah memburu gelar NBA pertama sejak 1973. Atmosfer kota memang sedang memanas setelah Knicks unggul 2-0 dalam seri final.
Namun, kehadiran Trump justru memicu protes dari sebagian warga New York yang menilai pengamanan besar-besaran membuat aktivitas masyarakat terganggu.
Seorang penggemar Knicks, Anthony Pulley (43), mengaku kesal karena suasana pesta basket di kota itu menjadi terganggu.
“Saya pikir ini menyebalkan. Semua acara nobar jadi rusak. Tapi cukup keren dia ingin datang,” katanya.
Kritik lebih keras datang dari kubu Demokrat. Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer menuding Trump sengaja menjadikan momen besar New York sebagai panggung politik pribadi.
“Selama salah satu momen terbaik NYC dalam beberapa dekade, Trump malah menjadikan semuanya tentang dirinya sendiri,” tulis Schumer di media sosial X.
Di tengah tensi politik tersebut, Wali Kota New York Zohran Mamdani juga turut hadir di pertandingan. Ia mengaku mengeluarkan hampir US$1.000 untuk mendapatkan tiket laga final NBA tersebut.
Situasi pengamanan ketat ini terjadi hanya sehari setelah New York diguncang insiden penikaman massal di kawasan Penn Station pada Minggu malam.
Menurut Departemen Pemadam Kebakaran New York (FDNY), sedikitnya enam orang menjadi korban penikaman di area West 33rd Street dan 7th Avenue, salah satu akses utama menuju Penn Station.
Satu korban dilaporkan mengalami luka serius, sementara korban lain mengalami luka ringan hingga sedang dan langsung dilarikan ke rumah sakit Bellevue Hospital.
Pihak kepolisian telah menangkap seorang tersangka yang diduga merupakan tunawisma. Namun hingga kini motif penyerangan masih dalam penyelidikan aparat keamanan. (R-05)

