KPK OTT Bupati Muara Enim Edison, Jejak Karier Eks Pejabat BPN Jadi Sorotan
Bupati Muara Enim Edison diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam operasi tangkap tangan di Sumatera Selatan. Foto: Istimewa
PALEMBANG, SabangMerauke News - Bupati Muara Enim Edison diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam operasi tangkap tangan di Sumatera Selatan. Penindakan tersebut berlangsung di wilayah Muara Enim dan langsung menyita perhatian publik. Sosok Edison kini menjadi perbincangan setelah kabar penangkapannya tersebar luas.
Edison lahir di Banuayu, Muara Enim, pada 6 Maret 1968. Politikus Partai NasDem tersebut memenangkan Pilkada Muara Enim periode 2024 hingga 2029. Edison berpasangan dengan Sumarni yang berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Pasangan tersebut resmi dilantik memimpin Muara Enim pada 20 Februari 2025. Masa jabatan mereka belum genap dua tahun saat operasi berlangsung. Perkembangan kasus kini masih menunggu penjelasan resmi dari penyidik KPK.
Riwayat pendidikan Edison dimulai dari SD Negeri 1 Banuayu pada 1981. Ia melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 1 Lubuklinggau dan lulus tahun 1984. Edison kemudian menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Lubuklinggau tahun 1987.
Setelah lulus sekolah menengah, Edison melanjutkan studi hukum di Universitas Sumatera Utara. Gelar Sarjana Hukum diraih pada 1992 setelah menyelesaikan pendidikan akademiknya. Pendidikan pascasarjana kemudian ditempuh di Universitas Sriwijaya dan selesai pada 2002.
Karier birokrasi Edison dimulai saat bergabung dengan Badan Pertanahan Nasional pada 1995. Pengalamannya berkembang melalui sejumlah posisi strategis di lingkungan pertanahan nasional. Jabatan terakhirnya sebagai Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kanwil BPN Sumatera Selatan.
KPK membenarkan adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan di Muara Enim. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi penindakan tersebut saat dimintai keterangan. “Benar,” kata Fitroh Rohcahyanto, Senin, 8 Juni 2026.
Hingga kini KPK belum mengungkap pihak lain yang turut diamankan petugas. Penyidik juga belum menjelaskan perkara yang mendasari operasi tangkap tangan tersebut. Informasi lanjutan masih menunggu keterangan resmi setelah pemeriksaan selesai dilakukan.(R-04)

