Delapan Kios di Pekanbaru Hangus Terbakar, Pedagang Hanya Bisa Menatap Abu
Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan pada puing-puing kios semipermanen yang ludes terbakar di Jalan HR Subrantas, Pekanbaru, Sabtu, 6 Juni 2026. (sumber: riauaktual.com)
RIAU, SabangMerauke News – Delapan kios semipermanen di Jalan HR Soebrantas, Kelurahan Tuah Madani, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, hangus dilalap api pada Sabtu pagi, 6 Juni 2026. Asap pekat terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian. Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat agar api tidak merambat ke kawasan permukiman.
Suasana pagi yang awalnya berjalan normal mendadak berubah tegang. Warga berhamburan keluar rumah setelah melihat kobaran api membesar. Kepulan asap hitam terlihat dari jarak cukup jauh. Banyak pengendara memperlambat laju kendaraan saat melintas di sekitar lokasi.
Laporan pertama diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru pada pukul 09.59 WIB. Hanya dua menit berselang, armada langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Petugas berusaha memanfaatkan waktu secepat mungkin. Setiap menit sangat menentukan dalam mencegah kebakaran meluas.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan tim langsung diterjunkan setelah laporan masuk. Petugas tiba sekitar pukul 10.06 WIB. Operasi pemadaman segera dilakukan tanpa menunggu lama. Fokus utama saat itu adalah mengurung laju api.
"Kami menerima laporan pukul 09.59 WIB. Armada bergerak pukul 10.01 WIB dan tiba sekitar pukul 10.06 WIB," kata Zarman Candra.
Saat petugas tiba, api sudah menguasai sebagian besar bangunan. Material semipermanen membuat kobaran cepat membesar. Angin yang berembus turut mempercepat pergerakan api. Situasi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra cepat.
Lima unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Satu unit kendaraan rescue juga ikut membantu operasi. Seluruh personel dibagi ke beberapa titik strategis. Langkah itu dilakukan agar pemadaman berlangsung lebih efektif.
Dari kejauhan, suara sirene bersahut-sahutan memecah suasana pagi. Selang air dibentangkan ke berbagai arah. Petugas bergantian menyemprotkan air ke titik api terpanas. Asap tebal sesekali menghalangi pandangan di lapangan.
Bangunan yang terbakar merupakan deretan kios semi permanen. Kios-kios tersebut diketahui disewa sejumlah pedagang. Luas bangunan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 25 × 10 meter. Dalam waktu singkat, sebagian besar isi kios tidak sempat diselamatkan.
Warga sekitar ikut membantu sebisa mungkin. Sebagian memindahkan barang dari bangunan terdekat. Sebagian lagi membantu membuka akses bagi kendaraan pemadam. Kepanikan sempat muncul ketika api bergerak mendekati area belakang kios.
Di balik deretan bangunan yang terbakar terdapat rumah-rumah warga. Jarak yang cukup dekat membuat kekhawatiran meningkat. Jika api berhasil melompat ke permukiman, dampaknya bisa jauh lebih besar. Karena itu, pelokalisiran menjadi prioritas utama.
"Kami segera melakukan pemadaman dan pelokalisiran agar api tidak merembet ke bangunan lain," ujar Zarman Candra.
Pertarungan melawan api berlangsung cukup intens. Petugas terus menyiram titik yang masih mengeluarkan bara. Setelah kobaran mulai melemah, proses pendinginan dilakukan. Tahapan tersebut penting untuk mencegah api kembali menyala.
Di tengah situasi mencekam itu, kabar baik akhirnya datang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tidak ditemukan warga ataupun pedagang yang mengalami luka akibat kebakaran. Seluruh penghuni kawasan sekitar berhasil menyelamatkan diri. "Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini," kata Zarman Candra.
Meski tidak menimbulkan korban manusia, kerugian materi diperkirakan cukup besar. Delapan kios mengalami kerusakan berat akibat amukan api. Banyak barang dagangan ikut terbakar bersama bangunan. Aktivitas usaha para penyewa pun terhenti sementara.
Beberapa pedagang terlihat berdiri di sekitar garis pengamanan. Mereka memandangi sisa-sisa bangunan yang berubah menjadi arang. Sebagian mencoba mengenali barang yang masih tersisa. Sebagian lain hanya bisa terdiam menyaksikan puing berserakan.
Kebakaran seperti ini selalu menyisakan cerita berbeda. Ada yang kehilangan tempat usaha. Ada yang kehilangan stok dagangan. Ada pula yang kehilangan sumber penghasilan harian. Semua itu terjadi hanya dalam hitungan menit.
Beruntung, upaya cepat petugas berhasil menghentikan laju api. Rumah-rumah warga di belakang lokasi tetap aman. Bangunan lain di sekitar kawasan juga tidak ikut terbakar. Kondisi tersebut mengurangi risiko kerugian yang lebih luas.
Petugas terus melakukan penyisiran setelah api padam. Setiap sudut bangunan diperiksa secara teliti. Bara kecil yang masih tersisa langsung disiram. Langkah itu dilakukan untuk memastikan lokasi benar-benar aman.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih menjadi tanda tanya. Tim terkait masih mengumpulkan berbagai informasi dari lokasi kejadian. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan. Proses penyelidikan masih berlangsung hingga saat ini. "Untuk penyebab kebakaran masih didalami. Fokus saat ini memastikan lokasi benar-benar aman," jelas Zarman Candra.
Peristiwa di Jalan HR Soebrantas kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat. Bangunan semipermanen memiliki risiko tinggi saat terjadi kebakaran. Api dapat menyebar jauh lebih cepat dibandingkan dengan bangunan permanen. Kewaspadaan menjadi kunci utama untuk mencegah kejadian serupa.
Menjelang siang, kepulan asap perlahan mulai menghilang dari langit Tuah Madani. Selang-selang pemadam mulai digulung kembali. Petugas meninggalkan lokasi setelah memastikan situasi terkendali. Di atas puing yang masih basah, tersisa jejak sebuah pagi yang berubah drastis hanya dalam beberapa menit. R-02

