SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Mesin Hidup, AC Menyala, Pasutri Tak Bangun Lagi! Fakta Mengejutkan Kematian di Medan Denai

      Mesin Hidup, AC Menyala, Pasutri Tak Bangun Lagi! Fakta Mengejutkan Kematian di Medan Denai

      05/06/2026  ❘  20:08 WIB
    • Tegas! Wako Agung Nugroho Potong Langsung Kabel Fiber Ilegal Demi Keselamatan Warga dan Keindahan Kota Pekanbaru

      Tegas! Wako Agung Nugroho Potong Langsung Kabel Fiber Ilegal Demi Keselamatan Warga dan Keindahan Kota Pekanbaru

      05/06/2026  ❘  16:23 WIB
    • 8,4 Kg Sabu Lolos dari Medan, Tumbang di Bandara Silangit Saat Mau Terbang ke Kalimantan

      8,4 Kg Sabu Lolos dari Medan, Tumbang di Bandara Silangit Saat Mau Terbang ke Kalimantan

      05/06/2026  ❘  10:21 WIB
    • Ngeri! Preman Tendang Perut Ibu Hamil, Suami Dipukul dan Ditodong Pistol

      Ngeri! Preman Tendang Perut Ibu Hamil, Suami Dipukul dan Ditodong Pistol

      04/06/2026  ❘  20:19 WIB
  • Nasional
    • Sepatu Burberry dan Ikat Pinggang LV Milik Eks Sekdako Pekanbaru Indra Pomi Dilelang KPK, Ada yang Minat?

      Sepatu Burberry dan Ikat Pinggang LV Milik Eks Sekdako Pekanbaru Indra Pomi Dilelang KPK, Ada yang Minat?

      05/06/2026  ❘  20:12 WIB
    • Danantara Pastikan Ekspor Tetap Lancar, Fokus Kejar Praktik Under-Invoicing

      Danantara Pastikan Ekspor Tetap Lancar, Fokus Kejar Praktik Under-Invoicing

      05/06/2026  ❘  16:17 WIB
    • Sony Sonjaya Siap Bongkar Tokoh Besar Kasus MBG, Ajukan Justice Collaborator

      Sony Sonjaya Siap Bongkar Tokoh Besar Kasus MBG, Ajukan Justice Collaborator

      05/06/2026  ❘  16:15 WIB
    • Heboh Patriot Bond dan Merah Putih Bond, Benarkah Orang Kaya Indonesia Akan Dipaksa Investasi?

      Heboh Patriot Bond dan Merah Putih Bond, Benarkah Orang Kaya Indonesia Akan Dipaksa Investasi?

      05/06/2026  ❘  12:33 WIB
  • Ekonomi
    • Rupiah Bangkit Tipis, Ancaman Rp19.000 per Dolar Masih Mengintai

      Rupiah Bangkit Tipis, Ancaman Rp19.000 per Dolar Masih Mengintai

      05/06/2026  ❘  19:11 WIB
    • Bursa Indonesia Babak Belur, IHSG Jatuh ke Titik Terendah Sejak Pandemi

      Bursa Indonesia Babak Belur, IHSG Jatuh ke Titik Terendah Sejak Pandemi

      05/06/2026  ❘  19:04 WIB
    • Beasiswa CSR BRK Syariah Bantu Mahasiswa STIT Mumtaz Karimun Wujudkan Cita-cita Pendidikan

      Beasiswa CSR BRK Syariah Bantu Mahasiswa STIT Mumtaz Karimun Wujudkan Cita-cita Pendidikan

      05/06/2026  ❘  19:00 WIB
    • Baru Terealisasi 39,54 Persen, Pemkab Kampar Kejar Target Pendapatan Daerah Rp2,59 Triliun

      Baru Terealisasi 39,54 Persen, Pemkab Kampar Kejar Target Pendapatan Daerah Rp2,59 Triliun

      05/06/2026  ❘  11:54 WIB
  • Politik
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
    • Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      02/06/2026  ❘  16:30 WIB
    • Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      02/06/2026  ❘  08:31 WIB
    • Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      01/06/2026  ❘  14:14 WIB
  • Hukrim
    • KPK Garap Dugaan Skandal Baru Libatkan BRI dan Telkom Kerugian Ditaksir Rp 2 Triliun, Ini Kasusnya

      KPK Garap Dugaan Skandal Baru Libatkan BRI dan Telkom Kerugian Ditaksir Rp 2 Triliun, Ini Kasusnya

      05/06/2026  ❘  20:16 WIB
    • Polsek Pujud Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Petani Diamankan dengan Lima Paket Diduga Sabu

      Polsek Pujud Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Petani Diamankan dengan Lima Paket Diduga Sabu

      05/06/2026  ❘  19:55 WIB
    • Kurang dari 24 Jam, Polsek Bangko Pusako Berhasil Ungkap Kasus Curanmor

      Kurang dari 24 Jam, Polsek Bangko Pusako Berhasil Ungkap Kasus Curanmor

      05/06/2026  ❘  19:30 WIB
    • Operasi Senyap Bareskrim di Terminal BRPS, Kurir 5 Kg Sabu Tak Berkutik

      Operasi Senyap Bareskrim di Terminal BRPS, Kurir 5 Kg Sabu Tak Berkutik

      05/06/2026  ❘  18:37 WIB
  • Umum
    • Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      04/06/2026  ❘  07:56 WIB
    • Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      02/06/2026  ❘  21:21 WIB
    • Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      01/06/2026  ❘  13:15 WIB
    • Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      31/05/2026  ❘  19:47 WIB
  • Riau
    • Daftar Lengkap 74 Calon Anggota KPID Riau yang Lolos Seleksi Administrasi

      Daftar Lengkap 74 Calon Anggota KPID Riau yang Lolos Seleksi Administrasi

      05/06/2026  ❘  20:43 WIB
    • SMA-SMK Negeri di Riau Tak Cukup Tampung Lulusan SMP, Defisit 11.699 Kursi

      SMA-SMK Negeri di Riau Tak Cukup Tampung Lulusan SMP, Defisit 11.699 Kursi

      05/06/2026  ❘  20:38 WIB
    • Dirawat di Batam, 2 Jemaah Haji Tertunda Pulang ke Pekanbaru

      Dirawat di Batam, 2 Jemaah Haji Tertunda Pulang ke Pekanbaru

      05/06/2026  ❘  16:05 WIB
    • Polsek Bagan Sinembah Tebar Kepedulian Lewat Program Jumat Sedekah, Hadirkan Kebahagiaan bagi Warga

      Polsek Bagan Sinembah Tebar Kepedulian Lewat Program Jumat Sedekah, Hadirkan Kebahagiaan bagi Warga

      05/06/2026  ❘  16:01 WIB
  • Sport
    • Drama Oli Terlarang Guncang Moto3, Veda Ega Mendadak Melesat ke Puncak Rookie Terbaik

      Drama Oli Terlarang Guncang Moto3, Veda Ega Mendadak Melesat ke Puncak Rookie Terbaik

      05/06/2026  ❘  10:49 WIB
    • 38 Tahun Tak Pernah Menang! Malam Ini Timnas Indonesia Ditantang Pecahkan Kutukan Oman

      38 Tahun Tak Pernah Menang! Malam Ini Timnas Indonesia Ditantang Pecahkan Kutukan Oman

      05/06/2026  ❘  07:42 WIB
    • Spanyol Sudah Menggempur, Irak Tetap Berdiri! La Roja Dipaksa Gigit Jari

      Spanyol Sudah Menggempur, Irak Tetap Berdiri! La Roja Dipaksa Gigit Jari

      05/06/2026  ❘  07:06 WIB
    • Mbappe Sudah Menyerang Habis-Habisan, Prancis Tetap Dipukul Pantai Gading

      Mbappe Sudah Menyerang Habis-Habisan, Prancis Tetap Dipukul Pantai Gading

      05/06/2026  ❘  06:51 WIB
  • Opini
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
    • Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      29/05/2026  ❘  07:00 WIB
    • Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      28/05/2026  ❘  13:53 WIB
  • Internasional
    • Gila! Pemuda Ini Nginap di Hotel Mewah Rp19 Juta Semalam Cuma Bayar Rp160 Doang

      Gila! Pemuda Ini Nginap di Hotel Mewah Rp19 Juta Semalam Cuma Bayar Rp160 Doang

      05/06/2026  ❘  11:14 WIB
    • Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      04/06/2026  ❘  12:55 WIB
    • Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      04/06/2026  ❘  08:15 WIB
    • PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      01/06/2026  ❘  20:14 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Rupiah Bangkit Tipis, Ancaman Rp19.000 per Dolar Masih Mengintai

05/06/2026  ❘  19:11 WIB • Ekonomi
Bagikan :
Rupiah Bangkit Tipis, Ancaman Rp19.000 per Dolar Masih Mengintai

Ilustrasi kurs Dolar AS terhadap Rupiah Indonesia. (sumber: istimewa)

JAKARTA, SabangMerauke News - Nilai tukar rupiah berhasil menguat tipis pada akhir perdagangan Jumat, 5 Juni 2026. Mata uang Garuda ditutup di level Rp18.036 per dolar Amerika Serikat. Penguatan tercatat sebesar 13 poin dibanding penutupan sebelumnya. Meski demikian, rupiah masih bertahan di atas level psikologis Rp18.000.

Bagi pelaku pasar, angka tersebut masih menjadi perhatian utama. Level Rp18.000 dianggap sebagai batas penting dalam pergerakan rupiah. Ketika angka itu terlampaui, kekhawatiran pasar langsung meningkat. Investor mulai menghitung ulang berbagai risiko yang mungkin muncul.

Perjalanan rupiah sepanjang hari berlangsung cukup menarik. Pada pembukaan perdagangan, rupiah justru bergerak melemah. Kurs sempat berada di kisaran Rp18.066 per dolar AS. Kondisi itu memperpanjang tekanan yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir.

Menjelang siang, arah pergerakan mulai berubah perlahan. Tekanan dolar Amerika Serikat mulai berkurang. Mata uang Asia bergerak lebih stabil dibanding hari sebelumnya. Rupiah akhirnya mampu menutup perdagangan dengan warna hijau.

Meski menguat dalam sehari, kondisi mingguan masih menunjukkan tekanan. Dibanding Jumat, 29 Mei 2026, rupiah melemah sekitar 0,87 persen. Saat itu kurs masih berada di level Rp17.881 per dolar AS. Artinya, jalan pemulihan masih cukup panjang.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR juga menunjukkan gambaran serupa. Pada Jumat, 5 Juni 2026, kurs JISDOR berada di level Rp18.039 per dolar AS. Posisi tersebut tidak berubah dibanding hari sebelumnya. Dalam sepekan, JISDOR juga mengalami pelemahan.

Di tengah pergerakan rupiah, perhatian pasar tertuju pada kondisi fiskal nasional. Kementerian Keuangan melaporkan APBN hingga Mei 2026 mengalami defisit Rp180,4 triliun. Nilai itu setara dengan 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Angka tersebut lebih tinggi dibanding posisi April 2026.

Meski defisit meningkat, pemerintah menilai kondisi fiskal tetap terjaga. Pendapatan negara tumbuh cukup kuat sepanjang tahun berjalan. Hingga Mei 2026, penerimaan negara mencapai Rp1.185 triliun. Angka tersebut setara 37,6 persen target APBN tahun ini.

Belanja negara juga tumbuh cukup tinggi. Hingga Mei 2026, realisasinya mencapai Rp1.365,4 triliun. Nilai itu setara 35,5 persen target APBN. Pertumbuhan belanja tercatat mencapai 34,4 persen dibanding tahun sebelumnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai peningkatan belanja menunjukkan percepatan program prioritas berjalan baik. Pemerintah tetap menjaga disiplin anggaran di tengah tantangan ekonomi. Belanja negara terus didorong untuk mendukung pertumbuhan. Aktivitas ekonomi diharapkan bergerak lebih cepat.

"Belanja negara tetap tumbuh 34,4 persen, bagus. Artinya sesuai target dan tetap dipercepat," kata Purbaya Yudhi Sadewa.

 

Di pasar keuangan, sentimen tidak hanya datang dari dalam negeri. Pergerakan dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor penting. Indeks dolar global turun sekitar 0,19 persen. Meski melemah, posisi indeks masih bertahan cukup tinggi.

Situasi tersebut membuat pergerakan mata uang Asia lebih beragam. Peso Filipina menjadi salah satu mata uang dengan penguatan terbesar. Yuan China dan dolar Singapura ikut bergerak naik. Yen Jepang serta baht Thailand juga mencatat penguatan.

Di sisi lain, beberapa mata uang justru mengalami pelemahan. Ringgit Malaysia bergerak turun cukup dalam. Won Korea Selatan ikut melemah sepanjang perdagangan. Dolar Taiwan juga ditutup di zona merah.

Jika dilihat secara mingguan, posisi rupiah belum terlalu menggembirakan. Mata uang Indonesia masih masuk kelompok terlemah di kawasan Asia. Tekanan eksternal masih cukup besar. Arus modal asing belum sepenuhnya kembali stabil.

Sejumlah analis melihat tekanan rupiah belum selesai. Faktor global masih menjadi ancaman utama. Harga minyak dunia bertahan pada level tinggi. Ketidakpastian geopolitik internasional juga belum mereda.

Harga minyak Brent masih berada di sekitar 95 dolar AS per barel. Angka tersebut jauh di atas asumsi APBN Indonesia. Kondisi itu membuat pasar terus mencermati dampaknya. Biaya impor energi berpotensi meningkat dalam jangka panjang.

Di saat bersamaan, investor asing masih melakukan penyesuaian portofolio. Pasar obligasi mengalami tekanan cukup besar. Imbal hasil surat utang bergerak naik dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor.

Data pasar menunjukkan investor asing masih melepas kepemilikan obligasi domestik. Nilainya mencapai ratusan juta dolar AS sepanjang tahun berjalan. Arus keluar juga terlihat di pasar saham. Dana asing terus bergerak menuju aset yang dianggap lebih aman.

Kondisi ini membuat Bank Indonesia terus menjadi sorotan. Pelaku pasar menunggu langkah lanjutan dari otoritas moneter. Berbagai instrumen stabilisasi telah digunakan. Intervensi dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasar valuta asing.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan tekanan rupiah dipengaruhi banyak faktor. Geopolitik global menjadi salah satu penyebab utama. Harga minyak yang tinggi turut menambah tekanan. Kebutuhan valuta asing domestik juga meningkat.

Selain Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan ikut melakukan pemantauan ketat. Stabilitas sektor jasa keuangan menjadi perhatian utama. Risiko pelemahan rupiah terus diukur secara berkala. Fokus terbesar berada pada industri perbankan.

 

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, memastikan kondisi perbankan masih aman. Ketahanan modal bank dinilai sangat kuat. Rasio kecukupan modal masih berada di level tinggi. Perbankan memiliki ruang cukup untuk menghadapi berbagai risiko.

"CAR perbankan masih sekitar 23,97 persen sehingga ruang penyerapan risiko tetap memadai," ujar Friderica Widyasari Dewi.

Meski kondisi bank masih kuat, kewaspadaan tetap dijaga. OJK mencermati sektor usaha yang bergantung pada impor. Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya produksi. Dampaknya dapat memengaruhi kemampuan bayar debitur.

Perusahaan yang banyak menggunakan bahan baku impor menjadi perhatian khusus. Jika tekanan kurs berlangsung lama, biaya operasional dapat meningkat. Margin keuntungan berpotensi tergerus. Risiko kredit juga ikut diperhitungkan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, pemerintah mencoba menjaga optimisme. Purbaya menilai pasar terlalu fokus pada satu indikator. Banyak data ekonomi lain menunjukkan kondisi cukup baik. Pertumbuhan ekonomi nasional masih bergerak positif.

Penerimaan pajak tumbuh lebih dari 22 persen. Keseimbangan primer kembali mencatat surplus. Aktivitas manufaktur berada dalam fase ekspansi. Arus investasi juga masih terus berjalan di sejumlah sektor.

"Jangan hanya melihat satu data. Lihat keseluruhan indikator ekonomi yang tersedia," kata Purbaya Yudhi Sadewa.

Sementara itu, perhatian pasar kini tertuju ke Amerika Serikat. Investor menunggu data tenaga kerja terbaru. Laporan Nonfarm Payrolls menjadi agenda penting. Hasilnya dapat memengaruhi arah dolar global.

Jika data tenaga kerja Amerika lebih kuat dari perkiraan, dolar berpotensi menguat. Kondisi tersebut dapat kembali menekan mata uang negara berkembang. Rupiah termasuk yang paling sensitif terhadap perubahan sentimen global. Pasar masih menunggu kepastian arah berikutnya.

Menjelang akhir pekan, rupiah memang berhasil bernapas lebih lega. Penguatan tipis memberi sinyal stabilisasi sementara. Akan tetapi tekanan besar masih membayangi pergerakan mata uang nasional. Selama faktor global dan arus modal belum membaik, perjalanan rupiah masih dipenuhi tikungan tajam yang siap menguji ketahanan pasar keuangan Indonesia. R-02

Editor: Krisman
Tags :RupiahDolar ASKurs Hari IniPasar Valuta AsingAPBNOJKEkonomi Indonesia

BERITA TERKAIT :

  • Bursa Indonesia Babak Belur, IHSG Jatuh ke Titik Terendah Sejak Pandemi

    Bursa Indonesia Babak Belur, IHSG Jatuh ke Titik Terendah Sejak Pandemi

    Ekonomi •
    05/06/2026 ❘ 19:04 WIB
  • Mata Uang Garuda Terdesak! Rupiah Masuk Zona Merah, Pasar Dibayangi Krisis Kepercayaan

    Mata Uang Garuda Terdesak! Rupiah Masuk Zona Merah, Pasar Dibayangi Krisis Kepercayaan

    Ekonomi •
    05/06/2026 ❘ 10:01 WIB
  • BBCA Dihajar Asing, IHSG Tersungkur! Bursa Indonesia Diguncang Kepanikan

    BBCA Dihajar Asing, IHSG Tersungkur! Bursa Indonesia Diguncang Kepanikan

    Ekonomi •
    05/06/2026 ❘ 09:49 WIB
  • Rupiah Melemah, Rakyat Sengsara: PD KAMMI Pekanbaru Tagih Tindakan Nyata Bank Indonesia

    Rupiah Melemah, Rakyat Sengsara: PD KAMMI Pekanbaru Tagih Tindakan Nyata Bank Indonesia

    Riau •
    04/06/2026 ❘ 22:51 WIB
  • Saat Pasar Panik, IHSG dan Rupiah Rontok, Rumor Copot Menkeu Mendadak Meledak

    Saat Pasar Panik, IHSG dan Rupiah Rontok, Rumor Copot Menkeu Mendadak Meledak

    Nasional •
    04/06/2026 ❘ 19:03 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    26/05/2026  ❘  19:16 WIB
  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    25/05/2026  ❘  14:20 WIB
  • Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    22/05/2026  ❘  14:22 WIB
  • Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    03/06/2026  ❘  10:05 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan