Saat Pasar Panik, IHSG dan Rupiah Rontok, Rumor Copot Menkeu Mendadak Meledak
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News - Rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS menjadi sorotan utama sepanjang hari Kamis, 4 Juni 2026. Pada saat bersamaan, isu pergantian Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mendadak berembus kencang.
Situasi semakin menarik setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat tertutup pada siang hari. Pasar yang sedang gelisah pun langsung menghubungkan berbagai peristiwa tersebut.
Sejak pembukaan perdagangan pada pagi hari, tekanan terhadap rupiah sudah terlihat jelas. Angka demi angka terus bergerak ke arah yang tidak diharapkan pasar. Tak lama kemudian, level psikologis Rp18.000 akhirnya ditembus.
Kabar mengenai rapat tertutup Presiden mulai terdengar menjelang siang. Beberapa sumber menyebut pertemuan berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB. Rapat berlangsung hampir satu jam dalam suasana tertutup. Tidak ada penjelasan rinci mengenai isi pembahasan.
Di tengah suasana tersebut, nama Purbaya Yudhi Sadewa ikut terseret. Rumor yang beredar menyebut posisi Menteri Keuangan sedang menjadi perhatian. Ada pula kabar yang menyebut dirinya mengundurkan diri. Isu itu bergerak cepat mengikuti gejolak pasar.
Menariknya, Purbaya terlihat tetap menjalankan agenda seperti biasa. Ia menghadiri rapat di kompleks DPR RI dan masih melayani pertanyaan wartawan. Tidak tampak gestur yang menunjukkan kepanikan. Sikapnya justru terlihat santai menghadapi berbagai spekulasi.
Saat ditanya mengenai tekanan terhadap rupiah, Purbaya mengingatkan bahwa peran utama menjaga stabilitas kurs berada di tangan Bank Indonesia. Menurutnya, otoritas moneter masih bekerja sesuai tugasnya. Ia juga menilai situasi pasar masih terkendali. Karena itu, belum diperlukan langkah luar biasa. "Dasarnya, BI masih berkegiatan dengan baik. Semua masih di bawah kendali mereka," kata Purbaya.
Jawaban itu ternyata belum cukup meredam rumor. Pertanyaan mengenai posisinya terus bermunculan. Bahkan muncul kabar dirinya telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada presiden. Isu tersebut segera menyebar luas.
Purbaya menanggapi kabar itu dengan singkat. Ia membantah seluruh rumor yang beredar. Menurutnya, tidak ada pengunduran diri maupun pergantian jabatan. Semua informasi tersebut disebutnya hanya spekulasi. "Ha ha ha, enggak benar lah," ujar Purbaya Yudhi Sadewa saat menjawab pertanyaan wartawan.
Ia juga membantah kabar yang menyebut dirinya akan berpindah ke Bank Indonesia. Sampai saat ini, kata Purbaya, tidak ada perubahan dalam posisinya sebagai Menteri Keuangan. Aktivitas kementerian tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada agenda pergantian yang diketahuinya.
Sementara itu, perhatian publik bergeser ke kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Pada pukul 14.00 WIB, Presiden Prabowo Subianto tiba di Wisma Danantara Indonesia. Kedatangannya berlangsung di tengah derasnya rumor dan tekanan pasar. Momen tersebut langsung menarik perhatian banyak kalangan.
Presiden datang menggunakan kendaraan kepresidenan MV3 Garuda Limousine berpelat RI 1. Kunjungan berlangsung relatif singkat. Sekitar setengah jam kemudian, rombongan meninggalkan lokasi. Tidak ada pernyataan khusus yang disampaikan kepada media.
Informasi yang beredar menyebut agenda berkaitan dengan industri pertahanan dan teknologi masa depan. Pembahasan mencakup kecerdasan buatan, robotika, dan penguatan teknologi strategis nasional. Tema itu sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan pasar keuangan. Meski begitu, waktunya membuat banyak spekulasi muncul.
Bagi Prabowo, Danantara memiliki posisi penting dalam strategi pembangunan jangka panjang. Lembaga tersebut diproyeksikan menjadi pengelola aset negara dalam skala besar. Karena itu, Presiden beberapa kali memberikan perhatian khusus terhadap perkembangannya. Kunjungan Kamis siang menjadi salah satu bentuk perhatian tersebut.
Sebelumnya, pada peringatan satu tahun Danantara, Prabowo juga menyampaikan pesan tegas kepada jajaran manajemen. Ia mengapresiasi capaian yang sudah diraih. Meski begitu, target yang ingin dicapai masih jauh lebih besar. Karena itu, kinerja terus didorong untuk meningkat.
"Dalam tahun pertama ini saya ucapkan selamat atas prestasi saudara-saudara, tapi sasaran masih cukup jauh," kata Prabowo Subianto.
Di luar dinamika politik dan rumor kabinet, pasar tetap menjadi pusat perhatian. IHSG mengalami tekanan berat sepanjang perdagangan. Hampir seluruh sektor saham bergerak di zona merah. Kondisi itu memperlihatkan bahwa tekanan terjadi secara luas.
Sektor material dasar menjadi yang paling dalam terkoreksi. Sektor energi dan infrastruktur juga mengalami pelemahan tajam. Pelaku pasar memilih bersikap hati-hati menghadapi ketidakpastian global. Akibatnya, tekanan semakin sulit dihindari.
Bank Indonesia menilai pelemahan rupiah tidak lepas dari situasi internasional. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama. Kondisi tersebut menjaga harga minyak tetap tinggi. Risiko inflasi global pun ikut meningkat.
Situasi itu membuat arus modal bergerak keluar dari banyak negara berkembang. Investor cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman. Rupiah menjadi salah satu mata uang yang terdampak oleh tekanan tersebut. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa negara lain.
Di Gedung DPR, kekhawatiran terhadap kondisi pasar mulai terdengar lebih keras. Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal meminta pemerintah dan Bank Indonesia segera memperkuat koordinasi. Menurutnya, langkah bersama diperlukan untuk menjaga kepercayaan pasar. Respons cepat dinilai sangat penting. "Perlu segera dilakukan konsolidasi fiskal moneter dengan Bank Indonesia," kata Cucun.
Menurut Cucun, publik membutuhkan sinyal yang jelas dari otoritas ekonomi. Pasar tidak hanya melihat angka, tetapi juga melihat respons pemerintah. Semakin cepat langkah diambil, semakin besar peluang kepercayaan kembali pulih. Itulah yang saat ini ditunggu banyak pelaku usaha.
Di tengah berbagai tekanan tersebut, sosok Purbaya kembali menjadi pusat perhatian. Sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025, langkahnya memang sering menjadi sorotan. Banyak yang sempat meragukan kemampuannya saat pertama kali menjabat. Seiring waktu, pandangan itu mulai berubah.
Purbaya dikenal dengan gaya komunikasi yang lugas dan apa adanya. Ia sering menyampaikan pesan ekonomi dengan bahasa sederhana. Cara itu membuat namanya cepat dikenal masyarakat. Tidak sedikit yang menganggap pendekatan tersebut lebih mudah dipahami.
Kamis, 4 Juni 2026, akhirnya menjadi hari yang penuh cerita. Rupiah mencetak rekor pelemahan baru. IHSG mengalami koreksi tajam. Presiden menggelar rapat tertutup dan mengunjungi Danantara.
Di saat yang sama, rumor pergantian Menteri Keuangan berputar ke berbagai arah. Sampai malam tiba, tidak ada keputusan kabinet yang diumumkan. Purbaya masih bekerja seperti biasa. Selebihnya masih menjadi teka-teki yang terus diperbincangkan oleh pasar dan publik. R-02

