Ketua KNARA dan AMUK Jadi Tersangka! Bentrokan Berdarah PT SBP Buka Fakta Mengerikan
Korban penembakan dalam insiden bentrokan di area PT Sinar Belilas Perkasa (SBP), Zulkifli (41), dalam perawatan intensif di ICU usai operasi pada dada dan paru-paru. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News - Kasus penyerangan berdarah terhadap karyawan PT Sinar Belilas Perkasa atau PT SBP memasuki babak baru. Polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka. Peristiwa ini terjadi di area perkebunan Desa Sungai Raya. Lokasinya berada di Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu.
Penetapan tersangka diumumkan setelah penyelidikan mendalam. Penyidik memeriksa saksi dan korban. Olah tempat kejadian juga dilakukan secara menyeluruh. Berbagai barang bukti berhasil diamankan petugas.
Perhatian publik langsung tertuju pada satu nama. Andi Irawan disebut masuk dalam daftar tersangka. Sosok tersebut dikenal sebagai Ketua Koalisi Nasional Reformasi Agraria (KNARA) Kabupaten Indragiri Hulu. Ia juga menjabat Ketua Aliansi Masyarakat Menuntut Keadilan (AMUK).
Kasus ini menyita perhatian masyarakat Riau. Bentrokan melibatkan senjata tajam dan senapan angin. Sejumlah korban mengalami luka berat. Beberapa masih menjalani perawatan intensif hingga kini.
Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Eka Ariandy Putra, menjelaskan perkembangan terbaru kasus tersebut. Penyidik telah melakukan gelar perkara. Hasilnya mengarah kepada enam tersangka. Seluruhnya diduga terlibat langsung dalam aksi penyerangan.
"Setelah gelar perkara dan ditemukan dua alat bukti yang cukup, penyidik menetapkan enam orang sebagai tersangka," kata Eka Ariandy, Rabu, 3 Juni 2026.
Enam tersangka tersebut berinisial AI, E, LM, KZ, M, dan SM alias Ucil. Masing-masing diduga memiliki peran berbeda. Polisi masih melengkapi berkas penyidikan. Pengembangan perkara juga terus dilakukan.
Menurut hasil penyelidikan, bentrokan bermula saat petugas pengamanan perusahaan bekerja di lapangan. Sekitar tiga puluh petugas berada di lokasi. Aktivitas pengerjaan lahan berjalan seperti biasa. Situasi awal terlihat aman dan terkendali.
Keadaan berubah ketika massa mendatangi area perkebunan. Jumlah mereka diperkirakan mencapai seratus orang. Ketegangan langsung terasa di lokasi. Adu mulut mulai terjadi antara kedua kelompok.
Suara perdebatan semakin keras dari menit ke menit. Tidak lama kemudian, situasi pecah. Bentrokan fisik tak terhindarkan. Senjata mulai muncul di tengah kerumunan.
Polisi menduga beberapa pelaku membawa senapan angin. Sejumlah lainnya membawa parang dan kapak. Serangan terjadi dalam suasana kacau. Korban berjatuhan di lokasi kejadian.
Korban bernama Zulkifli dan Leo Saputra mengalami luka tembak serius. Proyektil mengenai bagian punggung korban. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit. Penanganan medis dilakukan secepat mungkin.
Korban lain bernama Edi Yanto mengalami luka berat. Ia terkena bacokan pada bagian tangan. Luka tembak juga ditemukan pada pangkal pahanya. Kondisinya sempat mengkhawatirkan setelah kejadian.
Beberapa korban lainnya mengalami luka robek dan memar. Sebagian harus menjalani tindakan operasi. Benda asing ditemukan di tubuh korban. Trauma mendalam juga dirasakan keluarga mereka.
Humas PT SBP Rahman Manurung menyebut Andi Irawan memiliki peran penting dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan rekaman video perusahaan, Andi disebut berada di garis depan. Ia diduga melakukan tindakan kekerasan pertama. Penyidik kini terus mendalami temuan tersebut.
"Yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam rekaman video, Andi Irawan terlihat melakukan kekerasan terhadap korban Edi Yanto menggunakan kapak," ujar Rahman Manurung, Humas PT SBP.
Rahman mengatakan tersangka masih belum diamankan. Proses pencarian terus berlangsung hingga sekarang. Perusahaan berharap penangkapan segera dilakukan. Kasus ini dinilai harus diungkapkan sampai tuntas. "Kami berharap kepolisian segera menangkap yang bersangkutan dan mendalami siapa yang menggerakkan aksi tersebut," kata Rahman.
Dalam hasil penyidikan, polisi mengungkap dugaan peran para tersangka. AI diduga membacok korban menggunakan kapak. M disebut menyerang korban memakai parang. SM alias Ucil diduga melukai korban lainnya dengan senjata tajam.
Nama LM juga menjadi sorotan penyidik. Polisi menduga LM membawa senapan angin. Ia disebut menjadi orang pertama yang melepaskan tembakan. Dugaan itu masih terus didalami penyidik.
Sementara itu, tersangka E dan KZ disebut membawa parang ke lokasi. Senjata tersebut diduga digunakan saat bentrokan terjadi. Polisi masih menelusuri asal seluruh senjata. Jalur perolehan senjata juga diperiksa.
Di tengah proses hukum yang berjalan, kondisi korban masih menjadi perhatian. Zulkifli, salah satu korban penembakan, masih dirawat secara intensif. Ia menjalani perawatan di ruang ICU rumah sakit. Pemulihan berlangsung secara bertahap.
Tim medis melakukan operasi besar pada bagian dada. Korban menjalani tindakan torakotomi. Perbaikan jaringan paru juga dilakukan oleh dokter. Selang bantu napas masih terpasang hingga kini.
Laporan medis menunjukkan luka yang cukup berat. Paru-paru korban mengalami robekan serius. Tulang rusuk korban juga patah. Cedera lain ditemukan pada bagian dada dan tangan.
Selain itu, korban mengalami gangguan fungsi ginjal. Fungsi hati juga sempat terganggu. Tim dokter melakukan pemantauan ketat setiap saat. Kondisinya terus dievaluasi dari hari ke hari.
"Pasien sudah sadar dan relatif stabil. Pengaturan ventilator akan diturunkan secara bertahap sampai alat bantu napas bisa dilepas," demikian keterangan tim medis yang menangani korban.
Data medis terbaru menunjukkan perkembangan positif. Tekanan darah korban berada pada kondisi stabil. Saturasi oksigen mencapai seratus persen. Respons tubuh terhadap perawatan juga cukup baik.
Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat Indragiri Hulu. Bentrokan bersenjata jarang terjadi dalam skala besar. Banyak warga mengikuti perkembangan penyidikan. Harapan terhadap penegakan hukum terus menguat.
Eka Ariandy memastikan proses hukum terus berjalan. Penyidik masih mengumpulkan bukti tambahan. Pemeriksaan korban dan saksi tetap dilakukan. Berkas perkara segera dilengkapi. "Kami akan melakukan penangkapan terhadap para tersangka dan melengkapi seluruh proses penyidikan," tegas Eka.
Polisi juga mengamankan berbagai barang bukti penting. Di antaranya pakaian korban yang berlumuran darah. Proyektil peluru berhasil ditemukan. Rekaman video kejadian turut diamankan penyidik.
Video tersebut menjadi petunjuk penting dalam perkara ini. Rekaman memperlihatkan suasana bentrokan yang kacau. Teriakan terdengar bersahutan dari berbagai arah. Gambar itu kini menjadi bahan analisis penyidik.
Di tengah semua proses tersebut, keluarga korban masih menunggu keadilan. Mereka berharap seluruh pelaku segera ditangkap. Motif di balik aksi kekerasan juga ingin diketahui. Kasus berdarah ini masih menyisakan banyak pertanyaan.
Publik kini menanti langkah berikutnya dari aparat penegak hukum. Penangkapan tersangka menjadi fokus utama. Pengungkapan aktor intelektual juga dinantikan masyarakat. Semua mata tertuju pada kelanjutan kasus yang mengguncang Indragiri Hulu ini. R-02

