Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.000, Alarm Bahaya Ekonomi Indonesia Makin Nyaring
Ilustrasi kurs Dolar AS terhadap Rupiah Indonesia. (ist)
JAKARTA, SabangMerauke News - Nilai tukar rupiah anjlok ke Rp17.900 per dolar AS Rabu, 3 Juni 2026. Pelemahan 0,39% ini tercatat sebagai rekor terendah baru sepanjang sejarah. Tekanan dolar global, inflasi 3,08%, dan surplus dagang tipis jadi pemicu. Ekonom proyeksikan BI naikkan suku bunga 50 bps. Harga barang impor berpotensi terkerek naik secara signifikan.
Jam 09.16 WIB, layar Bloomberg merah menyala terang. Rupiah parkir di Rp17.900 dengan pelemahan 0,34% pagi. Sepuluh menit berselang, Refinitiv menampilkan angka serupa. Pelemahan 0,39% bikin rupiah makin dekat Rp18.000. Pasar uang langsung riuh kayak terminal bus.
Bank swasta dan BUMN kompak memasang harga tinggi. BCA e-Rate jual dolar di Rp17.935,00 pagi ini. TT Counter BCA tembus Rp17.940,00 tanpa ampun. Mandiri special rate Rp17.900,00, bank notes Rp17.940,00. BNI jual TT counter Rp17.840,00, bank notes Rp17.940,00. Kurs berubah tiap menit bikin pusing.
Tak hanya Garuda yang limbung lawan dolar AS. Yuan China, ringgit Malaysia, baht Thailand ikut tersungkur. Peso Filipina juga merah merona di layar trader. Hanya dolar Singapura dan yen Jepang masih gagah. Kawasan Asia mayoritas tunduk pada kekuatan greenback.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, angkat bicara cepat. Yield US Treasury 10 tahun turun ke 4,44%. Indeks Dolar AS DXY anteng di kisaran 99,1. Dolar tetap digdaya meski harga minyak koreksi tipis. Ketegangan Timur Tengah belum kelar, mengganggu sentimen pasar.
Presiden AS Donald Trump mengklaim Israel dan Hizbullah damai. Gencatan senjata di Lebanon meredakan panas sesaat. Namun, dialog AS-Iran masih alot tanpa kepastian. Investor menunggu data tenaga kerja AS pekan ini. Jobs report jadi kunci arah The Fed selanjutnya.
Pasar memperkirakan The Fed menambah bunga 17 basis poin. Peluang kenaikan 25 bps mencapai 70% menurut konsensus. Kenaikan penuh diprediksi muncul Maret 2027 nanti. Lowongan kerja AS naik 731.000 jadi 7,618 juta. Level itu tertinggi sejak November 2024, ekspektasi kalah jauh.
Inflasi domestik juga memberi sinyal kurang bersahabat. BPS melaporkan inflasi Mei 2026 sebesar 0,28% bulanan. Tahunan melonjak ke 3,08% dari 2,42% pada April. Head of Banking Research, BCA Victor George Petrus Matindas waspada. Ekonom BCA Samuel Theophilus Artha turut kasih catatan serius.
"Ancaman inflasi yang semakin nyata ini kemungkinan akan memaksa Bank Indonesia untuk mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat untuk sementara waktu," tulis tim Ekonom BCA. Analisis itu dirilis pada Rabu, 3 Juni 2026. Mereka sorot lonjakan harga energi nonsubsidi. Tarif penerbangan naik dorong administered prices 0,52%.
Transportasi bobotnya kecil di IHK, hanya 11,9%. Namun, efek domino pada logistik sangat besar. Indonesia negara kepulauan, ongkos kirim sensitif BBM. Kenaikan energi merembet ke harga pangan dan jasa. Dampaknya terasa dari Sabang sampai Merauke serentak.
Rupiah sudah tergerus 6,5% sejak awal tahun berjalan. Biaya bahan baku impor naik, margin pabrik tercekik. Pilihan cuma dua: tahan rugi atau naikkan harga. Sapi perah bunting kini hampir Rp50 juta per ekor. Peternak susu galau tentukan harga jual baru.
BI tampak agresif menjaga stabilitas nilai tukar sekarang. Imbal hasil SRBI 12 bulan capai 6,92% lelang terakhir. Padahal BI-Rate masih nangkring di 5,25% saja. Ruang kenaikan bunga masih terbuka tanpa mengganggu likuiditas. Proyeksi tambahan 50 bps sepanjang 2026 menguat.
"Oleh karena itu, proyeksi saat ini memperkirakan adanya kenaikan suku bunga tambahan sebesar 50 basis poin sepanjang tahun 2026," tegas tim Ekonom BCA. Laporan itu diteken pada Rabu, 3 Juni 2026. BI ingin jaga rupiah agar tidak jadi mainan. Stabilitas makro jadi prioritas utama tahun ini.
Head of Macroeconomics Permata Bank, Faisal Rachman, punya pandangan mirip. BI-Rate berpeluang naik sekali lagi tahun ini. Skenario dasar tetap tahan 5,25% sebagai jangkar. Kenaikan 50 bps sebelumnya merupakan bentuk antisipasi dini. Inflasi akhir 2026 diramal 2,72% bila BBM subsidi aman.
"Namun, apabila berbagai risiko yang disebutkan sebelumnya benar-benar terjadi dan kondisi memburuk, inflasi dapat meningkat lebih tajam," ujar Faisal Rachman. Ia menyampaikan pada Rabu, 3 Juni 2026, menanggapi pasar. Bila inflasi liar, BI punya alasan kuat untuk bertindak. Kurs jadi indikator yang dipelototi ketat.
Tekanan lain datang dari kebutuhan dolar musiman korporasi. Kuartal kedua identik dengan pembayaran dividen besar. Bunga aset keuangan dan utang luar negeri jatuh tempo. Permintaan valas melonjak, rupiah makin tertekan. Surplus dagang April cuma US$90 juta, tipis sekali.
Surplus itu terendah dalam enam tahun terakhir tercatat. Ekspor US$25,30 miliar, impor US$25,21 miliar, selisihnya mepet. Meski surplus 72 bulan beruntun sejak Mei 2020. Pasar tetap kecewa karena nilainya kempis drastis. Impor tinggi demi pertumbuhan bikin dolar lari.
Kredit nganggur di bank numpuk Rp2.527 triliun Maret 2026. Wakil Ketua Umum Perbanas, Nixon Napitupulu, beberkan datanya. Tumbuh 7,35% setahun, bank besar paling banyak menahan. Pengusaha memilih wait and see karena ketidakpastian global. Dana parkir, ekspansi ditunda, ekonomi melambat.
Kurs valuta pukul 10.14 WIB makin bikin sakit kepala. BCA TT Counter jual Rp17.940,00, bank notes sama. Mandiri bank notes Rp17.940,00 untuk dolar fisik. BNI Bank notes juga Rp17.940,00 tak beda jauh. Special rate hanya buat transaksi jumbo miliaran rupiah.
Special rate dipakai buat nego langsung dengan dealer bank. TT counter untuk transfer di teller cabang biasa. Bank notes artinya uang dolar kertas yang dipegang. Semua kurs fluktuatif dan berubah saat transaksi. Transaksi di atas USD 50.000 wajib memiliki dokumen underlying.
IHSG ikut kena imbas rupiah yang loyo parah. Indeks turun 2,31% ke 6.051 pukul 10.15 WIB. Investor asing cabut, yield SBN naik cepat. Capital outflow deras keluar cari aman ke dolar. Rupiah lemah bikin biaya impor bahan baku bengkak.
Faisal Rachman optimistis rupiah masih bisa bertahan. Syaratnya, kondisi global tidak memburuk dalam waktu dekat. Bila geopolitik memanas, Rp18.000 bisa jebol cepat. Pemerintah dan BI harus siap untuk intervensi rutin. Cadangan devisa jadi tameng terakhir untuk menjaga rupiah.
Jadi, Rabu kelabu buat rupiah dan dompet masyarakat. Dolar AS tembus Rp 17.900, inflasi 3,08%, bunga berpotensi naik. Mau beli gadget, susu impor, atau liburan? Siapkan bujet ekstra karena semua serba mahal. BI galak, pasar tegang, kita cuma bisa hemat. R-02

