Pidato Prabowo Saat Hari Lahir Pancasila Jadi Sorotan, Singgung Ketimpangan Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa melihat kondisi ekonomi secara jujur. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa melihat kondisi ekonomi secara jujur. Pertumbuhan ekonomi nasional dinilai belum sepenuhnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Pemerataan hasil pembangunan menjadi tantangan besar menuju Indonesia yang lebih berkeadilan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin. Prabowo menegaskan pembangunan ekonomi harus berjalan sesuai nilai-nilai Pancasila. Seluruh pihak diminta berani mengakui kelemahan serta hambatan pembangunan nasional.
“Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi, apakah pertumbuhan itu sudah merata dan dirasakan seluruh rakyat Indonesia secara adil,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, kejujuran menjadi langkah awal memperbaiki berbagai persoalan pembangunan nasional. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar arah pembangunan memberi manfaat lebih luas. Pemerintah ingin memastikan hasil pertumbuhan ekonomi menjangkau seluruh daerah.
“Marilah selalu jujur kepada diri sendiri. Harus mengakui kelemahan dan kesulitan yang dihadapi,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam sangat melimpah. Cadangan nikel, tembaga, timah, emas, hingga batu bara termasuk terbesar dunia. Indonesia juga menjadi produsen utama kelapa sawit pada tingkat global.
Potensi tersebut seharusnya mampu menghadirkan kesejahteraan lebih besar bagi masyarakat. Namun manfaat ekonomi belum sepenuhnya dinikmati rakyat Indonesia. Sebagian nilai tambah pengelolaan sumber daya masih mengalir keluar negeri.
Prabowo menilai kondisi tersebut berlangsung terlalu lama dalam perjalanan pembangunan nasional. Rakyat belum memperoleh manfaat maksimal dari kekayaan alam milik bangsa sendiri. Situasi tersebut harus diperbaiki melalui kebijakan ekonomi berorientasi kepentingan nasional.
“Terlalu lama kekayaan tidak sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama rakyat hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,” tegas Prabowo.
Pemerintah saat ini mendorong penguatan hilirisasi berbagai komoditas strategis nasional. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan nilai tambah serta membuka lapangan kerja. Hasil pengelolaan sumber daya diharapkan lebih banyak dinikmati masyarakat Indonesia.
Pesan Prabowo menegaskan pentingnya pemerataan manfaat pembangunan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi tidak cukup diukur melalui angka statistik semata. Kesejahteraan rakyat menjadi ukuran utama keberhasilan pembangunan berlandaskan nilai Pancasila.(R-04)

