PDIP Tak Gentar Jokowi Turun ke Daerah, Djarot Singgung Polemik Ijazah
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menyatakan partainya tidak mempermasalahkan perjalanan Jokowi. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News – Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo berkeliling Indonesia mendapat tanggapan beragam. PDIP menegaskan agenda tersebut tidak mengganggu konsolidasi internal partai. Bahkan, langkah itu dinilai dapat memperkuat kerja politik kader di daerah.
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menyatakan partainya tidak mempermasalahkan perjalanan Jokowi. Menurutnya, aktivitas tersebut tidak mengurangi soliditas organisasi menghadapi dinamika politik nasional. PDIP tetap fokus memperkuat struktur dan kerja kerakyatan hingga tingkat bawah.
“Silakan saja beliau keliling ke mana pun. Partai semakin solid dan kuat,” kata Djarot di Jakarta, Sabtu.
Djarot menilai kehadiran Jokowi di berbagai daerah menjadi hak pribadi sebagai tokoh nasional. Agenda tersebut juga tidak memiliki dampak negatif terhadap kekuatan partai. Sebaliknya, kader tetap bergerak menjalankan program sesuai garis organisasi.
Meski demikian, Djarot kembali menyinggung polemik ijazah Jokowi yang masih diperbincangkan publik. Ia menilai persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan secara sederhana. Menurutnya, keterbukaan menjadi cara paling efektif menghentikan perdebatan.
Djarot menyarankan Jokowi menunjukkan dokumen asli kepada masyarakat secara langsung. Langkah tersebut dinilai lebih mudah dibanding membawa polemik ke ranah hukum. Transparansi dianggap mampu mengakhiri keraguan sebagian pihak terhadap keaslian dokumen.
“Tunjukkan saja ijazahnya. Tidak perlu drama-drama sampai pengadilan,” ujarnya.
Ia mengaku tidak keberatan menunjukkan dokumen pendidikannya jika sewaktu-waktu dipertanyakan. Sikap terbuka dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap tokoh publik. Apalagi isu tersebut terus menjadi bahan diskusi di ruang publik.
“Kalau ijazah saya ditanya, saya langsung tunjukkan. Selesai persoalannya,” kata Djarot.
Menurut Djarot, agenda keliling Indonesia kemungkinan memiliki tujuan meredam polemik tersebut. Ia menduga Jokowi dapat memanfaatkan kunjungan daerah untuk menjelaskan berbagai isu. Termasuk memberi penjelasan terkait keaslian dokumen pendidikan yang dipersoalkan.
Ia menegaskan langkah semacam itu akan lebih mudah diterima masyarakat luas. Publik dinilai membutuhkan penjelasan yang sederhana dan terbuka. Cara tersebut dianggap mampu menutup ruang spekulasi berkepanjangan.
Selain polemik ijazah, Djarot juga menyinggung kemungkinan Jokowi masuk struktur PSI. Ia mengaku tidak terkejut apabila mantan presiden tersebut diumumkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI. Menurutnya, arah politik tersebut sudah terlihat sejak lama.
Djarot menyebut publik sudah memahami hubungan politik antara Jokowi dan PSI. Karena itu, pengumuman resmi nantinya tidak akan menjadi kejutan besar. Masyarakat dinilai cukup cerdas membaca perkembangan politik nasional.
“Rakyat sudah tahu dan bisa melihat perkembangan politik yang terjadi,” ujarnya.
Pernyataan Djarot muncul setelah Jokowi mengonfirmasi rencana kunjungan ke berbagai daerah. Mantan presiden itu mengatakan banyak menerima undangan masyarakat. Kondisi kesehatan yang membaik membuat agenda tersebut segera dijalankan.
Jokowi menjelaskan kunjungan dilakukan untuk memenuhi undangan dari berbagai wilayah. Ia ingin kembali bertemu masyarakat setelah menyelesaikan masa jabatan presiden. Agenda tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan dengan warga.
“Saya banyak menerima undangan dari daerah dan akan saya datangi,” kata Jokowi.
Selain bersilaturahmi, Jokowi mengaku ingin memberikan motivasi kepada masyarakat. Kehadirannya di daerah diharapkan memberi semangat bagi warga menghadapi berbagai tantangan. Kegiatan itu menjadi bagian dari interaksi sosial setelah tidak lagi menjabat presiden.
“Tujuannya juga untuk memberikan motivasi kepada masyarakat,” ujar Jokowi.
Rencana perjalanan tersebut diperkirakan menarik perhatian publik dalam beberapa waktu mendatang. Selain berkaitan dengan aktivitas pasca-kepresidenan, agenda itu beririsan dengan dinamika politik nasional. Polemik ijazah dan isu PSI diprediksi tetap menjadi sorotan selama kunjungan berlangsung.
Di tengah berbagai spekulasi politik, PDIP menegaskan tidak merasa terganggu dengan langkah Jokowi. Partai tetap fokus memperkuat organisasi serta menjaga kedekatan dengan masyarakat. Sementara publik menunggu langkah konkret Jokowi menjawab isu yang terus bergulir.(R-04)

