SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • PAD Pekanbaru Tembus Rp1,3 Triliun, Pertumbuhan Ekonomi Sentuh 8 Persen

      PAD Pekanbaru Tembus Rp1,3 Triliun, Pertumbuhan Ekonomi Sentuh 8 Persen

      16/07/2026  ❘  18:27 WIB
    • Ribut-ribut 2 Anggota DPRD Riau Kader Golkar, Berujung Baku Pukul Antar Pendukung

      Ribut-ribut 2 Anggota DPRD Riau Kader Golkar, Berujung Baku Pukul Antar Pendukung

      16/07/2026  ❘  17:11 WIB
    • BPBD Inhil Bergerak Cepat, Bantuan Logistik Tiba Usai Abrasi Porak-porandakan Permukiman

      BPBD Inhil Bergerak Cepat, Bantuan Logistik Tiba Usai Abrasi Porak-porandakan Permukiman

      16/07/2026  ❘  10:11 WIB
    • Mau Jemput SK PNS, Pegawai Kantor BPN Tewas Usai Kencan dengan 2 Cewek Michat

      Mau Jemput SK PNS, Pegawai Kantor BPN Tewas Usai Kencan dengan 2 Cewek Michat

      16/07/2026  ❘  07:41 WIB
  • Nasional
    • Gudang Pusat Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Korban Dievakuasi ke RSUD Caruban

      Gudang Pusat Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Korban Dievakuasi ke RSUD Caruban

      16/07/2026  ❘  20:01 WIB
    • MBG Bakal Berubah, BGN Ungkap Siswa Desil 8-10 Berpotensi Dicoret dari Daftar Penerima

      MBG Bakal Berubah, BGN Ungkap Siswa Desil 8-10 Berpotensi Dicoret dari Daftar Penerima

      16/07/2026  ❘  19:20 WIB
    • Aliansi Masyarakat Adat Desak Evaluasi Rekrutmen Taruna Akpol Panda NTT

      Aliansi Masyarakat Adat Desak Evaluasi Rekrutmen Taruna Akpol Panda NTT

      16/07/2026  ❘  19:05 WIB
    • Kabar Baik untuk Kantin Sekolah, Prabowo Buka Kesempatan Terlibat di MBG

      Kabar Baik untuk Kantin Sekolah, Prabowo Buka Kesempatan Terlibat di MBG

      16/07/2026  ❘  12:00 WIB
  • Ekonomi
    • Inflasi AS Mereda, IHSG Melompat Tembus 6.100 Poin

      Inflasi AS Mereda, IHSG Melompat Tembus 6.100 Poin

      16/07/2026  ❘  18:46 WIB
    • Workshop BRK Syariah Beri Nilai Tambah bagi UMKM, Nasabah Kini Lebih Siap Mengakses Pembiayaan

      Workshop BRK Syariah Beri Nilai Tambah bagi UMKM, Nasabah Kini Lebih Siap Mengakses Pembiayaan

      16/07/2026  ❘  14:51 WIB
    • BRK Syariah Perkuat Kapasitas UMKM Lewat Workshop Akselerasi Pembiayaan Bersama BI dan OJK

      BRK Syariah Perkuat Kapasitas UMKM Lewat Workshop Akselerasi Pembiayaan Bersama BI dan OJK

      16/07/2026  ❘  14:04 WIB
    • Update Harga Emas Perhiasan 16 Juli 2026: Raja Emas Turun, Laku Emas dan Hartadinata Masih Bertahan

      Update Harga Emas Perhiasan 16 Juli 2026: Raja Emas Turun, Laku Emas dan Hartadinata Masih Bertahan

      16/07/2026  ❘  11:48 WIB
  • Politik
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
    • Gerindra Menghormati Keputusan PDIP Menjadi Partai Penyeimbang Pemerintahan Prabowo

      Gerindra Menghormati Keputusan PDIP Menjadi Partai Penyeimbang Pemerintahan Prabowo

      10/07/2026  ❘  09:20 WIB
    • Adu Sindiran PDIP dan PSI Memanas, Guntur Romli Ungkit Gagalnya PSI Masuk Parlemen

      Adu Sindiran PDIP dan PSI Memanas, Guntur Romli Ungkit Gagalnya PSI Masuk Parlemen

      05/07/2026  ❘  10:22 WIB
  • Hukrim
    • Geger! Polisi Gerebek Rumah Wanita di Kampar, Temukan 12 Paket Sabu, Suami Masuk Daftar Buronan

      Geger! Polisi Gerebek Rumah Wanita di Kampar, Temukan 12 Paket Sabu, Suami Masuk Daftar Buronan

      16/07/2026  ❘  16:46 WIB
    • Mahasiswa Unri Khairiq Anhar Ungkap Alasan Edit Berita Presiden Buruh, Ditangkap Polisi di Bandara

      Mahasiswa Unri Khairiq Anhar Ungkap Alasan Edit Berita Presiden Buruh, Ditangkap Polisi di Bandara

      16/07/2026  ❘  15:24 WIB
    • Respon Aduan Warga, 48 Rakit Tambang Emas Ilegal di Sungai Kuantan Dimusnahkan

      Respon Aduan Warga, 48 Rakit Tambang Emas Ilegal di Sungai Kuantan Dimusnahkan

      16/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • Cabuli 3 Anak Tiri, Pria Peranap Ini Ditangkap Polisi

      Cabuli 3 Anak Tiri, Pria Peranap Ini Ditangkap Polisi

      16/07/2026  ❘  10:13 WIB
  • Umum
    • Unri Butuh Sosok Rektor Enerjik yang Pro Keberlanjutan dan Selaras dengan Visi Asta Cita 

      Unri Butuh Sosok Rektor Enerjik yang Pro Keberlanjutan dan Selaras dengan Visi Asta Cita 

      16/07/2026  ❘  08:41 WIB
    • Masih Sering Kasih Sisa Makanan ke Kucing? Stop! 8 Jenis Makanan Ini Bisa Picu Keracunan

      Masih Sering Kasih Sisa Makanan ke Kucing? Stop! 8 Jenis Makanan Ini Bisa Picu Keracunan

      15/07/2026  ❘  20:41 WIB
    • Heboh Skandal Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri se-Riau, Kapan Pemainnya Kena Sidang Displin? 

      Heboh Skandal Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri se-Riau, Kapan Pemainnya Kena Sidang Displin? 

      14/07/2026  ❘  12:03 WIB
    • Rutin Minum Air Kayu Manis, Benarkah Berat Badan Lebih Cepat Turun? Ini Penjelasannya

      Rutin Minum Air Kayu Manis, Benarkah Berat Badan Lebih Cepat Turun? Ini Penjelasannya

      14/07/2026  ❘  10:26 WIB
  • Riau
    • Pemkab Kepulauan Meranti Monitor Progres Pengaman Pantai Kedabu Rapat, Proyek Strategis Nasional Capai 63 Meter

      Pemkab Kepulauan Meranti Monitor Progres Pengaman Pantai Kedabu Rapat, Proyek Strategis Nasional Capai 63 Meter

      16/07/2026  ❘  20:18 WIB
    • Deteksi Penyakit Sejak Dini, Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru Bergerak Serentak Gelar Cek Kesehatan Gratis

      Deteksi Penyakit Sejak Dini, Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru Bergerak Serentak Gelar Cek Kesehatan Gratis

      16/07/2026  ❘  19:13 WIB
    • Kecelakaan Tol Trans Sumatera Turun, Korban Tewas Justru Melonjak, Hutama Karya Ungkap Penyebabnya

      Kecelakaan Tol Trans Sumatera Turun, Korban Tewas Justru Melonjak, Hutama Karya Ungkap Penyebabnya

      16/07/2026  ❘  18:13 WIB
    • Atasi Banjir, Proyek Drainase Raksasa 1,2 Km di Jalan Dharma Bakti Dikebut Hingga Akhir Tahun

      Atasi Banjir, Proyek Drainase Raksasa 1,2 Km di Jalan Dharma Bakti Dikebut Hingga Akhir Tahun

      16/07/2026  ❘  16:37 WIB
  • Sport
    • Buka Rakerprov KONI, Pemprov Riau Minta Persiapan PON Dimulai dari Sekarang

      Buka Rakerprov KONI, Pemprov Riau Minta Persiapan PON Dimulai dari Sekarang

      16/07/2026  ❘  19:07 WIB
    • Usai Bungkam Inggris, Argentina Terancam Hukuman FIFA Gara-Gara Spanduk Falkland

      Usai Bungkam Inggris, Argentina Terancam Hukuman FIFA Gara-Gara Spanduk Falkland

      16/07/2026  ❘  09:21 WIB
    • Dua Assist Lionel Messi Bawa Argentina Tembus Final Piala Dunia 2026

      Dua Assist Lionel Messi Bawa Argentina Tembus Final Piala Dunia 2026

      16/07/2026  ❘  05:31 WIB
    • Prancis Dipermalukan Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026, Mbappe Ungkap Penyebabnya

      Prancis Dipermalukan Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026, Mbappe Ungkap Penyebabnya

      15/07/2026  ❘  13:34 WIB
  • Opini
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
    • Luka Lama yang Kembali Terbuka

      Luka Lama yang Kembali Terbuka

      07/07/2026  ❘  12:25 WIB
  • Internasional
    • Jepang Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Ribuan Warga Tumbang dan Tujuh Orang Meninggal

      Jepang Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Ribuan Warga Tumbang dan Tujuh Orang Meninggal

      16/07/2026  ❘  09:05 WIB
    • Gempuran 90 Menit AS, Fasilitas Rudal Iran di Pulau Tunb Besar Hancur Lebur

      Gempuran 90 Menit AS, Fasilitas Rudal Iran di Pulau Tunb Besar Hancur Lebur

      16/07/2026  ❘  07:10 WIB
    • Trump Batalkan Tarif 20 Persen Selat Hormuz, Pilih Investasi Jumbo Negara Teluk ke AS

      Trump Batalkan Tarif 20 Persen Selat Hormuz, Pilih Investasi Jumbo Negara Teluk ke AS

      15/07/2026  ❘  14:06 WIB
    • Suhu di Eropa di Atas 40 Derajat Celcius, Sudah 14 Ribu Jiwa Melayang

      Suhu di Eropa di Atas 40 Derajat Celcius, Sudah 14 Ribu Jiwa Melayang

      14/07/2026  ❘  23:25 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Harga Sawit Dunia Naik, Tapi TBS Petani Ambruk! Kementan Bongkar Biang Keroknya

30/05/2026  ❘  12:26 WIB • Nasional
Bagikan :
Harga Sawit Dunia Naik, Tapi TBS Petani Ambruk! Kementan Bongkar Biang Keroknya

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, memimpin rapat koordinasi terkait harga TBS di Kantor Kementrian Pertanian, Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026. (sumber: Kementan RI)

JAKARTA, SabangMerauke News - Di tengah harga sawit dunia yang masih perkasa, kabar kurang menyenangkan justru datang dari kebun-kebun petani sawit Indonesia. Harga Tandan Buah Segar (TBS) terus merosot beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memicu pertanyaan besar, mengapa petani merugi saat pasar sawit global masih bergairah.

Pertanyaan itu membawa pelaku industri sawit berkumpul di Jakarta pada Jumat, 29 Mei 2026. Perusahaan pengolahan, eksportir, asosiasi petani, BUMN perkebunan, hingga pemerintah duduk di satu meja. Mereka membahas persoalan harga sawit yang belakangan menjadi keluhan utama petani.

Dari ruang rapat tersebut, pemerintah langsung mengirim satu pesan penting. Industri sawit Indonesia tetap berjalan normal selama masa transisi kebijakan ekspor satu pintu. Aktivitas perdagangan dipastikan tidak mengalami gangguan.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengatakan seluruh aktivitas usaha tetap berlangsung seperti biasa. Tidak ada alasan untuk menghentikan transaksi maupun memperlambat rantai perdagangan sawit nasional. Pemerintah ingin memastikan stabilitas industri tetap terjaga."Industri sawit tetap berjalan normal atau business as usual selama masa transisi," kata Sudaryono.

Pernyataan tersebut muncul setelah berbagai spekulasi berkembang di kalangan pelaku usaha. Sejak kebijakan ekspor satu pintu diperkenalkan, muncul kekhawatiran akan perubahan besar dalam tata niaga sawit. Sebagian petani bahkan khawatir harga buah semakin tertekan.

Sudaryono menegaskan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) bukan pemain baru yang mencari keuntungan dari perdagangan. Perusahaan itu hanya menjalankan fungsi pengelolaan dan pengawasan tata niaga ekspor. Tujuannya memperkuat transparansi dan ketertiban perdagangan.

Pemerintah juga memberi waktu transisi yang cukup panjang sebelum kebijakan diterapkan sepenuhnya. Masa transisi dimulai pada 1 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026. Implementasi penuh baru dilakukan pada 1 Januari 2027.

Meski isu ekspor satu pintu menjadi perhatian besar, pembahasan utama rapat justru berfokus pada harga TBS petani. Persoalan ini dianggap jauh lebih mendesak. Sebab dampaknya langsung dirasakan jutaan keluarga petani sawit.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga TBS bergerak turun di banyak daerah sentra sawit. Kondisi tersebut terasa janggal karena harga minyak sawit mentah atau CPO dunia masih tinggi. Permintaan ekspor juga belum menunjukkan tanda perlambatan.

Kementerian Pertanian kemudian melakukan pemantauan langsung di lapangan. Hasilnya membuat suasana rapat berubah serius. Pemerintah menemukan persoalan yang diduga menjadi penyebab utama harga petani melemah.

Sebanyak 139 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) teridentifikasi membeli TBS petani di bawah harga acuan pemerintah daerah. Temuan itu menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut. Pemerintah menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. "Kami menemukan 139 PKS membeli TBS di bawah harga," ujar Sudaryono.

Temuan tersebut mengubah arah analisis pemerintah. Masalah harga ternyata bukan berasal dari pasar global. Persoalan justru muncul di tengah rantai perdagangan sawit nasional.

Harga dunia masih kuat dan permintaan ekspor terus meningkat. Tidak ada tekanan besar dari luar negeri yang dapat menjelaskan penurunan harga di tingkat petani. Karena itu, pemerintah mulai menyoroti mekanisme perdagangan domestik.

 

Sudaryono menilai ada gangguan dalam distribusi manfaat industri sawit. Kenaikan harga di pasar internasional tidak sepenuhnya sampai ke petani. Akibatnya, petani hanya menjadi penonton ketika nilai ekspor meningkat. "Harga sawit dunia tidak turun. Permintaan juga tidak turun. Masalahnya justru ada di tengah rantai pasok," kata Sudaryono.

Kalimat tersebut menjadi inti pembahasan rapat. Petani selama ini sering mengeluhkan kondisi serupa. Saat harga dunia naik, dampaknya tidak terasa di kebun. Sebaliknya, ketika harga global turun sedikit saja, harga buah petani langsung ikut merosot. Ketimpangan inilah yang kini berusaha diperbaiki pemerintah. Tujuannya agar harga mencerminkan kondisi pasar sebenarnya.

Kementerian Pertanian meminta refinery dan eksportir tetap menjalankan transaksi sesuai mekanisme pasar yang sehat. Harga pembelian harus mengacu pada harga lelang KPBN. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga keseimbangan pasar.

Pemerintah juga meminta pelaku usaha menghindari praktik withdraw atau pembatalan transaksi. Praktik tersebut dinilai mengganggu pembentukan harga yang wajar. Dampaknya bisa merembet hingga ke tingkat petani.

Perubahan mulai terlihat setelah rapat digelar. Dari 139 PKS yang terpantau membeli di bawah harga acuan, sebanyak 16 perusahaan sudah melakukan penyesuaian harga. Angka tersebut memang belum besar, tetapi menjadi sinyal awal yang positif.

Bagi petani, kenaikan puluhan rupiah per kilogram tetap berarti besar. Sebab hasil panen menjadi sumber utama pendapatan keluarga. Setiap perubahan harga langsung memengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga mereka.

Pemerintah daerah juga mendapat tugas khusus dalam menjaga harga TBS. Dinas terkait diminta aktif mengawasi pelaksanaan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024. Fokus pengawasan berada pada kepatuhan PKS terhadap harga pembelian.

Jika ditemukan pabrik yang masih membeli di bawah ketentuan, identitas perusahaan akan dilaporkan ke Kementerian Pertanian. Langkah tindak lanjut kemudian dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Pemerintah ingin memastikan pengawasan berjalan efektif.

Bahkan jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum, koordinasi akan dilakukan bersama Satgas Pangan Polri. Langkah tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga hak petani. Tidak ada ruang bagi praktik yang merugikan produsen sawit rakyat.

Di tengah pembahasan harga TBS, isu Danantara kembali mencuat. Sebagian petani masih menyimpan kekhawatiran terhadap keberadaan lembaga tersebut. Mereka takut akan munculnya biaya tambahan dalam rantai perdagangan ekspor.

Sudaryono mencoba menjawab keraguan itu secara terbuka. Menurutnya, Danantara tidak mengambil margin perdagangan sawit. Fungsi utama lembaga tersebut hanya sebagai pengelola dan pengawas tata niaga.

Penjelasan itu penting karena sebelumnya muncul kritik dari sejumlah organisasi petani. Mereka khawatir perubahan tata niaga justru memperpanjang rantai distribusi. Dampaknya dikhawatirkan menekan harga yang diterima petani.

Ketua Umum Perkumpulan Petani Kelapa Sawit Indonesia, Mansuetus Darto, menjadi salah satu tokoh yang menyuarakan kekhawatiran tersebut. Ia menilai petani tidak boleh menjadi korban perubahan kebijakan. Setiap kebijakan harus memberikan manfaat langsung bagi petani. "Kalau DSI mengambil margin perdagangan, petani yang akan menanggung dampaknya," kata Mansuetus.

 

Pemerintah berusaha meredam kekhawatiran itu melalui masa transisi yang panjang. Waktu diberikan agar seluruh pelaku usaha dapat menyesuaikan diri. Proses perubahan diharapkan berjalan tanpa gejolak besar.

Dukungan juga datang dari kalangan petani. Wakil Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Qayuum Amri, mengapresiasi langkah cepat pemerintah. Menurutnya, dampak rapat mulai terlihat di sejumlah daerah.

Harga TBS di beberapa wilayah mulai menunjukkan kenaikan meski masih terbatas. Namun, perubahan tersebut menjadi tanda awal perbaikan. Petani berharap tren positif itu terus berlanjut. "Kenaikannya memang belum besar, tetapi hasil rapat ini sudah mulai terasa," ujar Qayuum Amri. 

Di luar persoalan harga TBS, industri sawit nasional juga sedang menghadapi sorotan lain. Dugaan manipulasi nilai ekspor dan praktik under invoicing masih menjadi perbincangan hangat. Kasus tersebut kini ditangani lembaga penegak hukum.

Namun, Kementerian Pertanian memilih fokus pada tugas utama di sektor hulu. Prioritas utama tetap menjaga produksi dan kesejahteraan petani. Pemerintah ingin memastikan petani tidak menjadi korban dari berbagai dinamika industri.

Sudaryono menegaskan urusan izin ekspor dan perpajakan berada dalam kewenangan kementerian lain. Kementerian Pertanian berkonsentrasi pada produksi serta harga TBS. Fokus itu dianggap paling relevan dengan kebutuhan petani saat ini.

Pendekatan tersebut mendapat perhatian luas. Sebab petani merupakan fondasi utama industri sawit nasional. Tanpa petani yang sejahtera, rantai pasok sawit sulit berjalan sehat.

Menjelang akhir rapat, seluruh peserta menyepakati satu komitmen bersama. Industri sawit harus tetap bergerak. Perdagangan harus berlangsung adil dan transparan.

Komitmen itu terdengar sederhana, tetapi memiliki arti besar bagi jutaan petani. Mereka berharap keuntungan industri tidak berhenti di tengah rantai perdagangan. Harga yang baik harus benar-benar sampai ke kebun.

Harapan lain juga muncul dari masa transisi kebijakan ekspor satu pintu. Pelaku usaha berharap perubahan tata niaga mampu memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Pada saat yang sama, petani ingin kesejahteraan mereka ikut meningkat.

Kini perhatian tertuju pada langkah lanjutan pemerintah. Pengawasan terhadap PKS akan terus dilakukan. Evaluasi harga TBS juga menjadi agenda penting dalam beberapa bulan ke depan.

Pada akhirnya, keberhasilan kebijakan tidak diukur dari banyaknya rapat atau dokumen. Ukurannya ada pada harga buah yang diterima petani saat menjual hasil panennya. Jika harga kembali membaik, maka perubahan yang dijanjikan benar-benar terasa di lapangan.

Bagi petani sawit Indonesia, itulah ukuran paling sederhana sekaligus paling penting. Harga yang adil berarti dapur tetap menyala. Harga yang layak berarti masa depan keluarga tetap terjaga. R-02

Editor: Krisman
Tags :Harga TBSKementerian PertanianDanantaraPetani SawitPKS NakalEkspor CPO

BERITA TERKAIT :

  • Bareskrim Bongkar Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit, Dokumen dan Komputer Disita dari PT MMS

    Bareskrim Bongkar Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit, Dokumen dan Komputer Disita dari PT MMS

    Nasional •
    30/05/2026 ❘ 11:58 WIB
  • Wamentan Murka! Izin PKS Terancam Dicabut Usai Harga Sawit Petani Anjlok

    Wamentan Murka! Izin PKS Terancam Dicabut Usai Harga Sawit Petani Anjlok

    Nasional •
    29/05/2026 ❘ 20:13 WIB
  • Wilmar Terseret Dugaan Manipulasi Ekspor CPO, Pemerintah Temukan Selisih Harga 50 Persen

    Wilmar Terseret Dugaan Manipulasi Ekspor CPO, Pemerintah Temukan Selisih Harga 50 Persen

    Nasional •
    29/05/2026 ❘ 08:19 WIB
  • Saham Wilmar Terjun Bebas di Singapura Usai Dugaan Transfer Pricing CPO Terbongkar

    Saham Wilmar Terjun Bebas di Singapura Usai Dugaan Transfer Pricing CPO Terbongkar

    Ekonomi •
    28/05/2026 ❘ 21:00 WIB
  • Wilmar Group Buka Suara Terkait Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit

    Wilmar Group Buka Suara Terkait Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit

    Ekonomi •
    28/05/2026 ❘ 20:44 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • Meledak! Istri Dani Nursalam Mengaku Ditawari Rp 1 Miliar dan Uang Bulanan Rp 30 Juta oleh Pengacara Gubernur Abdul Wahid

    Meledak! Istri Dani Nursalam Mengaku Ditawari Rp 1 Miliar dan Uang Bulanan Rp 30 Juta oleh Pengacara Gubernur Abdul Wahid

    01/07/2026  ❘  12:49 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Reshuffle Pemkab Kepulauan Meranti, Bupati Asmar Rotasi 38 Pejabat Eselon III dan IV untuk Perkuat Kinerja OPD

    Reshuffle Pemkab Kepulauan Meranti, Bupati Asmar Rotasi 38 Pejabat Eselon III dan IV untuk Perkuat Kinerja OPD

    01/07/2026  ❘  11:26 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan