Jangan Abaikan! 10 Tanda Diabetes yang Muncul di Kulit, Nomor 7 Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News - Diabetes selama ini lebih dikenal sebagai penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa penyakit ini juga dapat memberikan sinyal melalui perubahan pada kulit. Bahkan dalam sejumlah kasus, gejala pada kulit muncul lebih dulu sebelum seseorang menyadari dirinya mengidap diabetes.
Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah kecil dan saraf. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya aliran darah ke kulit, menurunnya kemampuan tubuh melawan infeksi, serta terganggunya proses penyembuhan luka. Akibatnya, berbagai masalah kulit dapat muncul dan menjadi tanda bahwa diabetes sedang berkembang atau tidak terkontrol dengan baik.
Karena itu, perubahan pada kulit sebaiknya tidak dianggap remeh. Berikut 10 gejala diabetes yang dapat muncul pada kulit dan perlu diwaspadai.
1. Infeksi Jamur yang Berulang
Penderita diabetes lebih rentan mengalami infeksi jamur akibat tingginya kadar gula darah yang menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur. Infeksi biasanya muncul di sela-sela jari, ketiak, selangkangan, atau area tubuh yang lembap.
Gejalanya berupa ruam kemerahan, rasa gatal, dan terkadang disertai kulit bersisik atau lepuhan kecil.
2. Kulit Melepuh Tanpa Sebab Jelas
Lepuhan pada kulit yang muncul secara tiba-tiba juga bisa menjadi tanda diabetes. Kondisi ini dikenal sebagai bullosis diabeticorum.
Lepuhan biasanya muncul pada tangan, kaki, jari, atau lengan. Meski terlihat menyeramkan seperti luka bakar, kondisi ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat sembuh dalam beberapa minggu.
3. Kulit Menebal dan Kaku
Sebagian penderita diabetes mengalami penebalan kulit, terutama pada jari tangan dan kaki. Kulit menjadi terasa kaku, keras, dan tampak seperti dilapisi lilin.
Dalam dunia medis kondisi ini dikenal sebagai digital sclerosis. Jika tidak ditangani, pergerakan jari dapat menjadi terbatas dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
4. Kulit Gatal Berkepanjangan
Rasa gatal yang terus-menerus tanpa penyebab yang jelas juga patut diwaspadai. Kondisi ini dapat terjadi akibat kulit kering, gangguan sirkulasi darah, atau infeksi jamur yang sering dialami penderita diabetes.
Bagian tubuh yang paling sering mengalami gatal adalah kaki bagian bawah karena aliran darah ke area tersebut cenderung terganggu.
5. Infeksi Bakteri
Selain jamur, penderita diabetes juga lebih rentan terkena infeksi bakteri. Gejalanya dapat berupa bisul, bintitan, atau area kulit yang membengkak, nyeri, hangat, dan kemerahan.
Infeksi bakteri yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
6. Bercak Gelap Seperti Beludru
Munculnya bercak gelap dengan tekstur seperti beludru di leher, ketiak, atau selangkangan sering dikaitkan dengan resistensi insulin dan pradiabetes.
Kondisi yang dikenal sebagai acanthosis nigricans ini menjadi salah satu tanda paling umum bahwa tubuh mengalami gangguan dalam mengelola kadar gula darah.
7. Bintik-Bintik Cokelat di Tulang Kering
Bintik-bintik berwarna cokelat atau kemerahan yang muncul di area tulang kering juga bisa menjadi gejala diabetes. Kondisi ini disebut dermopati diabetik.
Meski biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, kemunculan bercak tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa pembuluh darah kecil mulai mengalami kerusakan akibat tingginya gula darah.
8. Bercak Kuning, Merah, atau Cokelat
Perubahan warna kulit menjadi kuning, kemerahan, atau kecokelatan yang disertai permukaan mengilap dapat menjadi tanda necrobiosis lipoidica.
Awalnya kondisi ini muncul sebagai benjolan kecil menyerupai jerawat, lalu berkembang menjadi bercak yang lebih besar dan terkadang terasa gatal atau nyeri.
9. Luka yang Sulit Sembuh
Salah satu tanda klasik diabetes adalah luka yang memerlukan waktu lama untuk sembuh. Tingginya kadar gula darah menghambat aliran darah dan mengurangi kemampuan tubuh memperbaiki jaringan yang rusak.
Kondisi ini membuat penderita diabetes lebih berisiko mengalami infeksi serius apabila luka tidak segera ditangani.
10. Kulit Kering dan Mudah Pecah-Pecah
Diabetes juga dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembapan alaminya. Akibatnya kulit menjadi kering, kasar, dan mudah pecah.
Selain mengganggu kenyamanan, kulit yang pecah-pecah dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri dan jamur yang menyebabkan infeksi.
Munculnya berbagai perubahan pada kulit tidak selalu berarti seseorang pasti mengidap diabetes. Namun, apabila gejala tersebut terjadi berulang, berlangsung lama, atau disertai keluhan lain seperti sering haus, sering buang air kecil, mudah lelah, dan berat badan turun tanpa sebab jelas, pemeriksaan kadar gula darah perlu segera dilakukan.
Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Semakin cepat diabetes terdiagnosis dan dikendalikan, semakin besar peluang untuk menjaga kualitas hidup dan menghindari kerusakan pada organ tubuh lainnya.
Kulit sering kali menjadi "jendela" yang memperlihatkan kondisi kesehatan seseorang. Karena itu, jangan pernah mengabaikan perubahan sekecil apa pun yang muncul pada kulit, terutama jika gejala tersebut terus berulang tanpa penyebab yang jelas. (R-05)

