Heboh Seleksi Paskibraka Nasional 2026, Dicoret Gara-gara Penguasaan Bahasa Daerah?
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan penentuan peserta Paskibraka nasional menjadi kewenangan panitia pusat. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan penentuan peserta Paskibraka nasional menjadi kewenangan panitia pusat. Polemik peserta asal Makassar berinisial CYL memicu perhatian publik setelah ramai diperbincangkan media sosial. Pemprov Sulsel memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai aturan nasional tanpa intervensi pihak daerah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membuka ruang komunikasi terkait polemik seleksi Paskibraka nasional tersebut. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bahkan menemui peserta dan melibatkan Pemerintah Kota Makassar. Langkah itu dilakukan demi menjaga komunikasi tetap terbuka selama polemik berkembang luas.
Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo-SP Sulsel, Muhammad Salim Basmin, menegaskan daerah siap memfasilitasi aspirasi resmi. Pemkot Makassar dipersilakan menyampaikan keberatan melalui mekanisme nasional sesuai ketentuan berlaku. “Pemprov Sulsel siap memfasilitasi aspirasi resmi kepada panitia pusat,” ujar Salim Basmin, Rabu.
Salim menjelaskan seluruh tahapan seleksi berlangsung berjenjang berdasarkan pedoman nasional Paskibraka Indonesia. Pemerintah provinsi menghormati keputusan akhir panitia pusat terkait peserta tingkat nasional asal Sulsel. Polemik media sosial dinilai tidak mengubah mekanisme resmi penentuan peserta nasional tersebut.
Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul, membantah isu bahasa daerah menentukan kelulusan peserta seleksi nasional. Menurutnya, pertanyaan bahasa daerah hanya muncul saat sesi pendalaman tim pusat terhadap peserta. “Itu bukan syarat penentu kelulusan peserta,” ujar Bustanul dilansir Kamis.
Pertanyaan dasar tersebut muncul karena peserta nantinya mewakili identitas daerah tingkat nasional. Bustanul menegaskan penilaian utama tetap berdasarkan hasil tes resmi seluruh tahapan seleksi nasional. Ia juga membantah kabar pergantian peserta selama proses penentuan calon Paskibraka nasional Sulsel.
Menurut Bustanul, pergantian peserta baru terjadi jika muncul pengumuman resmi kemudian dilakukan perubahan berikutnya. Hingga proses terakhir berjalan, panitia belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait peserta nasional asal Sulsel. “Sampai kemarin memang belum ada pengumuman,” kata Bustanul menjelaskan polemik berkembang.
Bustanul memastikan seluruh peserta tingkat provinsi sebenarnya memenuhi syarat menjadi anggota Paskibraka Sulsel tahun 2026. Namun, kuota nasional membuat hanya peserta dengan nilai tertinggi dapat dikirim menuju seleksi pusat. Penilaian meliputi wawasan kebangsaan, intelegensi umum, samapta, baris-berbaris, hingga aspek kepribadian peserta.
Dalam hasil akhir seleksi, Cathlyn disebut berada pada posisi ketujuh tingkat provinsi Sulawesi Selatan. Sementara itu, Sulsel hanya memperoleh kuota tiga pasang putra-putri menuju tingkat nasional tahun ini. “Kalau kuotanya tujuh, Cathlyn ini dikirim ke pusat,” ujar Bustanul.
Pemprov Sulsel memastikan seluruh dokumen penilaian tersedia serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai mekanisme resmi nasional. Pemerintah juga membantah tudingan diskriminasi maupun campur tangan pihak tertentu selama proses seleksi berlangsung. Polemik tersebut kini masih menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan berbagai platform media sosial.(R-04)

