Pelajar SMP Tenggelam Saat Idul Adha, Kolam Bekas Galian Pasir Pelalawan Makan Korban
Seorang remaja laki-laki ditemukan tewas tenggelam di kolam bekas galian pasir di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan saat berenang pada Rabu (27/5/2026) tepat saat Hari Raya Idul Adha. Foto : Istimewa
PELALAWAN, SabangMerauke News - Suasana Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Pelalawan berubah duka setelah seorang pelajar SMP ditemukan tewas tenggelam. Korban bernama Rian Tusholihin, 16 tahun, tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di kolam bekas galian pasir. Tim gabungan menemukan korban meninggal setelah pencarian lebih dari satu jam.
Seorang remaja laki-laki ditemukan meninggal tenggelam di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Rabu sore. Korban bernama Rian Tusholihin merupakan pelajar kelas sembilan SMPN 1 Pangkalan Kerinci. Remaja berusia 16 tahun tersebut tinggal di Jalan Lintas Timur Gang 2000 Pangkalan Kerinci Timur.
Peristiwa nahas terjadi saat korban berenang bersama tiga rekannya di kolam bekas galian pasir. Lokasi tersebut berada di Jalan Sultan Syarif Hasim dan dimanfaatkan warga sebagai kerambah ikan. Korban diduga terseret menuju bagian tengah kolam dengan kedalaman cukup berbahaya.
Kasi Humas Polres Pelalawan AKP Thomas Bernandes Siahaan menjelaskan korban awalnya berenang di bagian tepi kolam. “Korban berenang bersama tiga temannya sebelum tiba-tiba hanyut menuju bagian kolam lebih dalam,” ujarnya, Kamis. Ketiga teman korban sempat berusaha menolong, namun kondisi kolam menyulitkan proses penyelamatan.
Teman korban kemudian meminta bantuan warga sekitar setelah Rian tidak lagi terlihat muncul ke permukaan. Informasi tersebut langsung diteruskan kepada aparat setempat dan petugas penyelamat Kabupaten Pelalawan. Tim gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian korban tenggelam.
Petugas BPBD, Damkar, kepolisian, serta warga setempat melakukan penyisiran menggunakan teknik penyelaman manual. Proses pencarian dipusatkan pada titik terakhir korban terlihat sebelum tenggelam ke dasar kolam. Suasana lokasi pencarian dipenuhi kepanikan keluarga serta warga sekitar menunggu kabar korban.
Pencarian berlangsung selama lebih satu jam sebelum korban akhirnya ditemukan tim gabungan di dasar kolam. Korban ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi. Jenazah korban langsung dievakuasi menuju daratan menggunakan mobil ambulans milik petugas.
“Korban ditemukan setelah tim menyelam dan menyisir area tenggelam sejak sore tadi,” kata Thomas Bernandes. Jenazah korban kemudian dibawa menuju RS Amelia Medika untuk menjalani pemeriksaan visum petugas medis. Setelah proses visum selesai, keluarga langsung membawa korban menuju rumah duka untuk dimakamkan.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Pelalawan Indrawan Putra menyebut kedalaman kolam mencapai hampir empat meter. Kondisi dasar kolam cukup berbahaya karena merupakan bekas aktivitas galian pasir beberapa tahun sebelumnya. Tim penyelamat harus berenang dan menyelam berulang kali sebelum menemukan tubuh korban.
“Kedalaman kolam hampir empat meter dan cukup membahayakan bagi warga yang berenang,” ujar Indrawan Putra. Personel penyelamat menemukan korban setelah salah seorang petugas menyentuh benda menyerupai kepala manusia. Proses evakuasi berlangsung cepat untuk membawa korban menuju ambulans yang telah disiapkan petugas.
Tragedi tersebut kembali mengingatkan bahaya kolam bekas galian pasir bagi masyarakat sekitar kawasan permukiman. Lokasi bekas tambang sering berubah menjadi tempat berenang tanpa pengawasan keselamatan memadai bagi remaja. Warga berharap pemerintah segera memasang peringatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(R-04)

