SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Ketika Air Mata Mengiringi Perpisahan, AKBP Aldi Alfa Faroqi Tinggalkan Kepulauan Meranti dengan Segudang Kenangan dan Prestasi

      Ketika Air Mata Mengiringi Perpisahan, AKBP Aldi Alfa Faroqi Tinggalkan Kepulauan Meranti dengan Segudang Kenangan dan Prestasi

      19/07/2026  ❘  21:05 WIB
    • Hingga Juli 2026, Sebanyak 3.098 Warga Urus Paspor di Imigrasi Selatpanjang, Tersimpan Kisah Warga Kepulauan Meranti Mengadu Nasib di Malaysia

      Hingga Juli 2026, Sebanyak 3.098 Warga Urus Paspor di Imigrasi Selatpanjang, Tersimpan Kisah Warga Kepulauan Meranti Mengadu Nasib di Malaysia

      19/07/2026  ❘  19:00 WIB
    • Agung Nugroho Sebut Riau Bhayangkara Run 2026 Dorong Ekonomi dan Pariwisata Pekanbaru

      Agung Nugroho Sebut Riau Bhayangkara Run 2026 Dorong Ekonomi dan Pariwisata Pekanbaru

      19/07/2026  ❘  18:21 WIB
    • Agung Nugroho Murka, Satpol PP Diminta Sapu Bersih Warung Remang-remang Air Hitam

      Agung Nugroho Murka, Satpol PP Diminta Sapu Bersih Warung Remang-remang Air Hitam

      19/07/2026  ❘  18:07 WIB
  • Nasional
    • Usai MenPAN-RB, Kepala BKN Zudan Kirim Pesan Menyentuh untuk 6,7 Juta ASN: Tetap Mengabdi dalam Senyap!

      Usai MenPAN-RB, Kepala BKN Zudan Kirim Pesan Menyentuh untuk 6,7 Juta ASN: Tetap Mengabdi dalam Senyap!

      19/07/2026  ❘  19:49 WIB
    • Mentan Amran Tegas Bantah Tanah Papua Dibeli Murah, Sawah Tetap Milik Rakyat!

      Mentan Amran Tegas Bantah Tanah Papua Dibeli Murah, Sawah Tetap Milik Rakyat!

      19/07/2026  ❘  19:37 WIB
    • PWI dan Iwakum Kompak Kecam Pernyataan Hotman Paris terhadap Wartawan

      PWI dan Iwakum Kompak Kecam Pernyataan Hotman Paris terhadap Wartawan

      19/07/2026  ❘  17:40 WIB
    • Terungkap! Ini 5 Kereta Api dengan Rute Terpanjang di Indonesia, Nomor 1 Tempuh 1.030 Km

      Terungkap! Ini 5 Kereta Api dengan Rute Terpanjang di Indonesia, Nomor 1 Tempuh 1.030 Km

      19/07/2026  ❘  12:38 WIB
  • Ekonomi
    • Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 Juli 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap 24 Karat hingga 6 Karat

      Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 Juli 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap 24 Karat hingga 6 Karat

      19/07/2026  ❘  13:56 WIB
    • Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 Juli 2026, Galeri 24 dan UBS Masih Bertahan

      Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 Juli 2026, Galeri 24 dan UBS Masih Bertahan

      19/07/2026  ❘  09:34 WIB
    • Perak Antam Menguat Lagi! Harga Hari Ini Tembus Rp37.900 per Gram

      Perak Antam Menguat Lagi! Harga Hari Ini Tembus Rp37.900 per Gram

      18/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Update Harga Emas Perhiasan 18 Juli 2026, Emas 24 Karat Masih Bertahan, Simak Rinciannya

      Update Harga Emas Perhiasan 18 Juli 2026, Emas 24 Karat Masih Bertahan, Simak Rinciannya

      18/07/2026  ❘  13:08 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Tak Berkutik saat Digerebek, Pengedar Sabu di Rohil Ditangkap bersama Puluhan Paket Siap Edar

      Tak Berkutik saat Digerebek, Pengedar Sabu di Rohil Ditangkap bersama Puluhan Paket Siap Edar

      19/07/2026  ❘  19:03 WIB
    • Aksi Penipuan Situs Pendaftaran Sumsel Bhayangkara Run 2026 Terbongkar! Dua Pelaku Dibekuk di Pekanbaru

      Aksi Penipuan Situs Pendaftaran Sumsel Bhayangkara Run 2026 Terbongkar! Dua Pelaku Dibekuk di Pekanbaru

      19/07/2026  ❘  09:47 WIB
    • CCTV Bongkar Kericuhan DPRD Riau, Polda Mulai Petakan Calon Tersangka

      CCTV Bongkar Kericuhan DPRD Riau, Polda Mulai Petakan Calon Tersangka

      19/07/2026  ❘  08:33 WIB
    • Pria di Teluk Meranti Terbongkar Cabuli Bocah Usai Kirim Foto Cabul

      Pria di Teluk Meranti Terbongkar Cabuli Bocah Usai Kirim Foto Cabul

      19/07/2026  ❘  07:49 WIB
  • Umum
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
    • Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      18/07/2026  ❘  09:55 WIB
  • Riau
    • Pemko Pekanbaru Siapkan Penghargaan Kecamatan Terbersih, Wali Kota Minta Pengelolaan Sampah Dievaluasi

      Pemko Pekanbaru Siapkan Penghargaan Kecamatan Terbersih, Wali Kota Minta Pengelolaan Sampah Dievaluasi

      19/07/2026  ❘  20:24 WIB
    • Wako Agung Nugroho Pimpin IMI Riau Masa Bakti 2026-2030

      Wako Agung Nugroho Pimpin IMI Riau Masa Bakti 2026-2030

      19/07/2026  ❘  17:49 WIB
    • Agung Nugroho Raih Pemred Award 2026, Dinobatkan sebagai Wali Kota Terbaik Bidang Informasi Publik

      Agung Nugroho Raih Pemred Award 2026, Dinobatkan sebagai Wali Kota Terbaik Bidang Informasi Publik

      19/07/2026  ❘  16:15 WIB
    • Walikota Pekanbaru Cup Archery Tournament 2026 Diikuti Ratusan Atlet dari Tiga Provinsi

      Walikota Pekanbaru Cup Archery Tournament 2026 Diikuti Ratusan Atlet dari Tiga Provinsi

      19/07/2026  ❘  15:39 WIB
  • Sport
    • Hasil Final Japan Open 2026: Fajar/Fikri Tak Terbendung, Ini Daftar Juara Lengkapnya

      Hasil Final Japan Open 2026: Fajar/Fikri Tak Terbendung, Ini Daftar Juara Lengkapnya

      19/07/2026  ❘  16:33 WIB
    • Final Terpanas! Pertahanan Sempurna Spanyol Lawan Mental Baja Argentina

      Final Terpanas! Pertahanan Sempurna Spanyol Lawan Mental Baja Argentina

      19/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Daftar Lengkap Besaran Hadiah Piala Dunia 2026, Lolos 32 Besar Terima Rp 197 Miliar

      Daftar Lengkap Besaran Hadiah Piala Dunia 2026, Lolos 32 Besar Terima Rp 197 Miliar

      19/07/2026  ❘  07:07 WIB
    • Inggris Menggila! Hancurkan Prancis 6-4, Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia

      Inggris Menggila! Hancurkan Prancis 6-4, Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia

      19/07/2026  ❘  06:16 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Dua Tentara AS Tewas! Sasaran Serangan Melebar ke Infrastruktur Sipil Iran

      Dua Tentara AS Tewas! Sasaran Serangan Melebar ke Infrastruktur Sipil Iran

      19/07/2026  ❘  10:44 WIB
    • Migingo, Pulau Paling Padat di Dunia yang Diperebutkan Dua Negara karena Ikan Bernilai Fantastis

      Migingo, Pulau Paling Padat di Dunia yang Diperebutkan Dua Negara karena Ikan Bernilai Fantastis

      18/07/2026  ❘  10:43 WIB
    • AS dan Iran Sama-sama Tertekan, Gencatan Senjata Kini Jadi Kebutuhan Mendesak?

      AS dan Iran Sama-sama Tertekan, Gencatan Senjata Kini Jadi Kebutuhan Mendesak?

      17/07/2026  ❘  20:49 WIB
    • Malaysia Bertindak Keras, Anwar Ibrahim Perintahkan Deportasi Seluruh Warga Israel

      Malaysia Bertindak Keras, Anwar Ibrahim Perintahkan Deportasi Seluruh Warga Israel

      17/07/2026  ❘  17:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Dolar AS Mengamuk, Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

26/05/2026  ❘  20:41 WIB • Ekonomi
Bagikan :
Dolar AS Mengamuk, Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ilustrasi kurs Dolar AS terhadap Rupiah Indonesia. (ist)

JAKARTA, SabangMerauke News — Rupiah kembali jatuh tersungkur pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. Nilai tukar mata uang Indonesia ditutup melemah menuju Rp17.789 per dolar Amerika Serikat setelah pasar global diguncang konflik Timur Tengah. Suasana pasar keuangan mendadak tegang sejak pagi, seperti kota besar kehilangan listrik saat hujan badai datang tiba-tiba.

Layar perdagangan valuta asing siang tadi dipenuhi angka merah menyala tanpa banyak jeda. Rupiah sempat dibuka pada level Rp17.749 per dolar AS sebelum terus melemah sepanjang hari. Menjelang sore, mata uang Garuda bahkan sempat menyentuh posisi Rp17.794 per dolar AS.

Bagi pelaku pasar, angka itu bukan sekadar deretan digit bergerak di layar monitor kantor. Angka tersebut terasa seperti alarm panjang yang menandakan tekanan ekonomi mulai bergerak semakin liar. Banyak investor memilih diam sambil memantau perkembangan perang di kawasan Timur Tengah.

Biang kerok kepanikan pasar datang dari memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa hari terakhir. Serangan udara dekat Selat Hormuz membuat harga minyak dunia langsung melonjak cukup tajam. Ketika minyak naik, negara pengimpor energi seperti Indonesia langsung ikut sempoyongan.

Harga minyak Brent melesat lebih dari tiga persen menuju hampir US$100 per barel sepanjang perdagangan global terbaru. Situasi tersebut membuat investor buru-buru memburu dolar Amerika Serikat sebagai aset aman sementara. Rupiah akhirnya ikut terseret deras bersama mata uang Asia lain menuju jurang pelemahan.

Baht Thailand, ringgit Malaysia, hingga peso Filipina juga ikut melemah sepanjang perdagangan Selasa hari ini. Namun, tekanan terhadap rupiah terasa lebih berat dibandingkan dengan sebagian besar mata uang kawasan Asia lainnya. Empat hari beruntun rupiah terus melemah tanpa banyak ruang bernapas.

Pasar keuangan Indonesia siang tadi terasa seperti terminal sibuk menjelang musim mudik panjang Iduladha pekan ini. Investor asing ramai keluar dari pasar obligasi dan saham sambil membawa dolar menuju aset aman. Arus modal keluar membuat tekanan terhadap rupiah semakin sulit dibendung.

Data pasar menunjukkan investor asing telah melepas obligasi Indonesia senilai lebih dari US$100 juta hingga pekan ini. Kondisi tersebut membuat pemerintah mulai turun tangan membeli obligasi di pasar sekunder setiap hari. Langkah itu dilakukan demi menjaga agar pasar tidak semakin bergejolak.

Namun, tekanan global ternyata bergerak jauh lebih kencang dibandingkan dengan perkiraan banyak pelaku pasar sebelumnya. Kekhawatiran terhadap defisit transaksi berjalan kembali muncul bersamaan dengan naiknya harga minyak dunia. Indonesia sebagai pengimpor energi akhirnya terkena pukulan ganda dalam waktu bersamaan.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, melihat pasar masih menunggu arah konflik Timur Tengah berikutnya. Investor memilih menahan langkah sambil memperhatikan respons Iran terhadap proposal damai Amerika Serikat. “Investor masih wait and see menantikan perkembangan terbaru Iran,” kata Lukman Leong.

Lukman memperkirakan rupiah masih bergerak pada kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS beberapa hari mendatang. Ketidakpastian geopolitik membuat pelaku pasar sulit mengambil keputusan besar dalam waktu dekat. Situasi tersebut membuat tekanan psikologis terhadap rupiah terus terasa cukup berat.

 

Di tengah suasana panas pasar global, muncul pula kekhawatiran dari dalam negeri sendiri. Defisit anggaran, arah kebijakan ekonomi, hingga kondisi fiskal mulai ramai dibicarakan investor beberapa pekan terakhir. Pasar seperti sedang mencari pegangan di tengah ombak besar ekonomi global.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai kombinasi faktor global dan domestik memperburuk kondisi rupiah saat ini. Menurut Ibrahim, pasar sedang sensitif terhadap berbagai kebijakan ekonomi baru belakangan ini. “Kebijakan ekonomi kurang pro pasar membuat rupiah terus tertekan,” ujar Ibrahim Assuaibi.

Pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai ekspor satu pintu melalui Danantara juga ikut menjadi sorotan pelaku pasar. Sebagian investor menganggap arah kebijakan tersebut masih memunculkan ketidakpastian terhadap dunia usaha nasional. Efeknya langsung terasa pada sentimen investasi domestik.

Padahal, Bank Indonesia sebelumnya sudah menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen demi menjaga rupiah. Langkah agresif tersebut sempat membuat mata uang Indonesia bernapas lega selama beberapa hari. Namun badai global kembali datang lebih cepat dibanding perkiraan pasar.

Rupiah akhirnya kembali terkapar meski bank sentral sudah mengeluarkan jurus suku bunga lebih tinggi. Sejak awal tahun 2026, mata uang Garuda tercatat sudah melemah lebih dari enam persen. Tekanan itu membuat banyak pelaku usaha mulai menghitung ulang biaya impor mereka.

Di sejumlah bank nasional, kurs jual dolar bahkan mulai menembus angka psikologis Rp18.000 per dolar AS. HSBC Indonesia menjual dolar pada kisaran Rp18.060 sementara MUFG mematok Rp18.030 per dolar AS. Angka tersebut membuat banyak orang terdiam saat melihat layar aplikasi perbankan.

Bank besar lain juga ikut menaikkan kurs jual dolar sepanjang perdagangan Selasa sore tadi. BCA menjual dolar pada level Rp17.799 sementara BNI memasang harga Rp17.800 per dolar AS. UOB Indonesia bahkan mendekati Rp18.000 sepanjang perdagangan hari ini.

Media sosial pun langsung ramai membicarakan rupiah yang semakin kehilangan tenaga sepanjang pekan ini. Banyak warganet membandingkan kurs dolar hari ini dengan masa-masa krisis ekonomi beberapa dekade silam. Meme, grafik merah, hingga candaan pahit bertebaran sejak siang tadi.

Di balik candaan media sosial, pasar sebenarnya sedang menyimpan kekhawatiran cukup serius terhadap kondisi global. Selat Hormuz kembali menjadi titik panas setelah serangan melibatkan Amerika Serikat dan Iran beberapa waktu terakhir. Jalur sempit tersebut merupakan urat nadi perdagangan minyak dunia.

Ketika kawasan itu memanas, harga energi global langsung bergerak liar seperti mesin kehilangan kendali mendadak. Negara berkembang termasuk Indonesia menjadi kelompok pertama terkena dampak paling besar akibat kondisi tersebut. Rupiah pun ikut menerima tekanan bertubi-tubi dari luar negeri.

Masalah lain datang setelah MSCI memangkas bobot Indonesia dalam indeks global terbaru mereka pekan ini. Enam saham domestik dihapus sehingga aliran modal asing menuju Indonesia ikut berkurang cukup tajam. Pasar saham dan rupiah akhirnya terkena tekanan bersamaan dalam satu waktu.

 

Ekonom DBS, Radhika Rao, melihat tekanan rupiah berasal dari kombinasi geopolitik dan arus modal keluar. Menurut Radhika, investor global sedang mengurangi eksposur terhadap aset negara berkembang termasuk Indonesia. Situasi itu membuat rupiah semakin sulit keluar dari tekanan.

Analis pasar keuangan, Ariston Tjendra, menilai lonjakan harga minyak menjadi ancaman serius bagi ekonomi domestik Indonesia. Harga energi tinggi dapat memperbesar subsidi sekaligus menekan daya beli masyarakat dalam negeri. “Harga minyak tinggi membuat tekanan rupiah makin berat,” kata Ariston Tjendra.

Menjelang penutupan perdagangan sore tadi, suasana pasar tetap terlihat muram hampir tanpa perubahan berarti. Rupiah akhirnya resmi mencetak level terlemah baru sepanjang sejarah Indonesia modern. Mata uang Garuda kini berdiri sangat dekat dengan level psikologis Rp18.000 per dolar AS. R-02

Editor: Krisman
Tags :RupiahDolar ASKurs Hari IniPasar ValasPerang AS IranHarga Minyak Dunia

BERITA TERKAIT :

  • Bursa RI Berdarah! IHSG Jatuh 1,23 Persen Saat Amerika Serang Iran

    Bursa RI Berdarah! IHSG Jatuh 1,23 Persen Saat Amerika Serang Iran

    Ekonomi •
    26/05/2026 ❘ 20:33 WIB
  • Dolar Menggila Dekati Rp17.800 Pagi Ini! Dompet Masyarakat Siap-Siap Terkuras Efek Selat Hormuz

    Dolar Menggila Dekati Rp17.800 Pagi Ini! Dompet Masyarakat Siap-Siap Terkuras Efek Selat Hormuz

    Ekonomi •
    26/05/2026 ❘ 10:04 WIB
  • Rupiah Tersungkur Sendirian, Dolar AS Nyaris Sentuh Rp17.800 Bikin Pasar Panik

    Rupiah Tersungkur Sendirian, Dolar AS Nyaris Sentuh Rp17.800 Bikin Pasar Panik

    Ekonomi •
    25/05/2026 ❘ 19:00 WIB
  • Simpanan Dolar Melonjak, OJK Akhirnya Buka Suara Soal Kondisi Rupiah

    Simpanan Dolar Melonjak, OJK Akhirnya Buka Suara Soal Kondisi Rupiah

    Nasional •
    25/05/2026 ❘ 12:22 WIB
  • Purbaya Pasang Target Rupiah Rp15.000, Langkah Besar Mulai Pekan Ini

    Purbaya Pasang Target Rupiah Rp15.000, Langkah Besar Mulai Pekan Ini

    Nasional •
    25/05/2026 ❘ 12:20 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan