Kursi Panas PUPR Riau Berganti Lagi, Nama Zulfahmi Kini Muncul ke Permukaan
Ilustrasi kantor Dinas PUPR-PKPP Riau di Jalan SM Amin, Pekanbaru. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Suasana birokrasi Pemerintah Provinsi Riau kembali bergerak cepat. Jabatan Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau resmi berganti tangan dari Thomas Larfo Dimeira kepada Zulfahmi. Pergantian itu langsung menjadi perhatian karena kursi tersebut masih terasa panas sejak kasus OTT KPK tahun lalu.
Sebelumnya posisi tersebut diisi Thomas Larfo Dimeira selama enam bulan terakhir. Ia menggantikan Muhammad Arief Setiawan yang tersandung operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Kini estafet jabatan kembali bergerak setelah masa tugas Thomas selesai.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Riau, Supriyadi, membenarkan pergantian tersebut. Ia menjelaskan bahwa masa jabatan pelaksana tugas memang memiliki batas waktu tertentu. Karena itu posisi Thomas tidak bisa diperpanjang lagi. “Iya, per hari ini digantikan oleh Zulfahmi,” ujar Supriyadi, Senin, 25 Mei 2026.
Pergantian itu disebut bukan sekadar rotasi biasa. Pemerintah Provinsi Riau sedang fokus mengejar perbaikan jalan dan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Kursi pimpinan PUPR-PKPP dianggap terlalu penting untuk dibiarkan kosong terlalu lama.
Menurut Supriyadi, arahan pergantian datang langsung dari Plt. Gubernur Riau, SF Hariyanto. Fokus utama pemerintah saat ini tetap menjaga agar pembangunan jalan berjalan normal. Mobilitas masyarakat juga menjadi perhatian utama. “Pimpinan mengarahkan agar tidak ada kekosongan jabatan,” kata Supriyadi.
Ia menambahkan pembangunan infrastruktur di Riau masih terus dipacu. Pemerintah ingin jalan tetap fungsional dan aktivitas masyarakat tidak terganggu. Karena itu, jabatan strategis harus segera diisi.
Kursi Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau memang menjadi sorotan sejak akhir 2025. Jabatan tersebut kosong setelah Muhammad Arief Setiawan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus OTT KPK pada Senin, 3 November 2025. Kasus itu sempat menghebohkan lingkungan birokrasi Riau.
Setelah kasus tersebut mencuat, Thomas Larfo Dimeira ditunjuk menjadi pelaksana tugas. Saat itu Thomas masih menjabat Kepala Biro Pembangunan Pemprov Riau. Kini tongkat komando beralih ke Zulfahmi yang sebelumnya memimpin Biro Pengadaan Barang dan Jasa.
Pergantian ini membuat publik kembali menyoroti kondisi pembangunan infrastruktur di Riau. Banyak masyarakat berharap proyek jalan dan fasilitas umum tetap berjalan lancar. Apalagi, sejumlah ruas jalan di Riau masih membutuhkan perhatian serius.
Kini Zulfahmi mulai menghadapi tantangan baru di kursi panas PUPR-PKPP Riau. Selain menjaga ritme pembangunan, ia juga membawa harapan agar dinas tersebut kembali stabil. Setelah drama OTT dan pergantian pimpinan, publik tentu menunggu langkah berikutnya. R-02

