Kementerian ESDM Investigasi Blackout Sumatera, Emang Ada Apa?
Kementerian ESDM bergerak cepat menyelidiki penyebab pemadaman listrik besar di wilayah Sumatera akhir pekan lalu. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Kementerian ESDM bergerak cepat menyelidiki penyebab pemadaman listrik besar di wilayah Sumatera akhir pekan lalu. Gangguan sistem kelistrikan tersebut menyebabkan jutaan pelanggan kehilangan pasokan listrik selama proses pemulihan berlangsung. Pemerintah memastikan investigasi menyeluruh dilakukan demi mencegah blackout serupa kembali terjadi pada masa mendatang.
Kementerian ESDM menyatakan koordinasi intensif terus dilakukan bersama PT PLN Persero sejak gangguan terjadi. Pemerintah menilai blackout tersebut berdampak besar terhadap aktivitas sosial serta perekonomian masyarakat Sumatera terdampak. Langkah percepatan pemulihan sistem menjadi prioritas utama selama proses investigasi berlangsung secara bertahap.
Wakil Menteri ESDM Yuliot menegaskan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap gangguan kelistrikan Sumatera tersebut. “Kami memahami gangguan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat serta berdampak pada aktivitas ekonomi,” ujar Yuliot. Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan resmi Kementerian ESDM pada Minggu, 24 Mei 2026.
Yuliot memastikan investigasi teknis dilakukan secara menyeluruh guna mengetahui akar penyebab gangguan sistem kelistrikan Sumatera. Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi supaya kejadian blackout serupa tidak kembali terulang pada masa depan. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem transmisi dan pembangkit listrik kini mulai dilakukan tim teknis lapangan.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno menyampaikan proses evaluasi terus berlangsung bersama PLN. Pemerintah ingin memastikan pasokan listrik kembali andal dan aman bagi seluruh masyarakat terdampak pemadaman. Tim inspektur ketenagalistrikan juga diterjunkan langsung menuju lokasi gangguan sistem transmisi Sumatera.
“Pada tahap awal pasca padam meluas, kami telah menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan ke lapangan,” kata Tri. Investigasi lanjutan akan diperkuat tim tambahan demi mempercepat pengungkapan penyebab utama gangguan jaringan listrik tersebut. Pemerintah juga menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat selama proses pemulihan sistem berlangsung beberapa hari terakhir.
Tri menambahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan arahan penguatan backbone sistem Sumatera. Penguatan dilakukan melalui pembangunan pembangkit baru serta transmisi bertegangan tinggi 500 kV dan 275 kV. Pemerintah juga meminta peningkatan keandalan subsistem kelistrikan pada setiap provinsi wilayah Sumatera.
Selain pembangunan transmisi, PLN diminta menyiapkan infrastruktur blackstart untuk mempercepat pemulihan sistem saat gangguan terjadi. Infrastruktur tersebut dinilai penting guna memulihkan pembangkit secara cepat setelah blackout meluas dalam jaringan regional. Pemerintah ingin sistem kelistrikan Sumatera memiliki cadangan pemulihan lebih kuat menghadapi gangguan ekstrem mendatang.
“Menteri ESDM memberikan arahan memastikan percepatan pembangunan pembangkit wilayah Sumatera bagian barat berjalan baik,” ujar Tri. Arahan tersebut menjadi bagian strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional dalam beberapa tahun mendatang. Fokus utama diarahkan pada peningkatan stabilitas transmisi dan kapasitas pembangkit wilayah Sumatera.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak blackout. PLN memastikan seluruh personel bergerak cepat melakukan pemulihan gardu induk dan pembangkit listrik terdampak gangguan. Proses normalisasi dilakukan bertahap guna menghindari gangguan tambahan pada jaringan kelistrikan regional Sumatera.
“Pertama-tama kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat wilayah Sumatera terdampak gangguan sistem,” ujar Darmawan. Seluruh petugas lapangan langsung bergerak melakukan asesmen serta pemulihan sistem transmisi dan gardu induk terdampak. Proses penyaluran listrik dilakukan bertahap melalui koordinasi pusat pengatur beban sistem regional Sumatera.
Darmawan menjelaskan indikasi awal gangguan berasal dari transmisi 275 kV Muara Bungo menuju Sungai Rumbai, Jambi. Gangguan tersebut diduga dipengaruhi kondisi cuaca sehingga memicu gangguan berantai pada sistem kelistrikan Sumatera. Efek domino kemudian menyebabkan sejumlah pembangkit listrik berhenti beroperasi dalam waktu bersamaan.
Hingga Sabtu malam, proses pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan pada sebagian besar wilayah terdampak blackout Sumatera tersebut. Dari total 13,1 juta pelanggan terdampak, lebih 8,5 juta pelanggan kembali menikmati aliran listrik normal. Beban sistem berhasil dipulihkan mencapai 3.431 megawatt dari total 5.334 megawatt terdampak sebelumnya.
PLN juga memastikan seluruh gardu induk terdampak sebanyak 176 unit kembali beroperasi secara bertahap dan aman. Penormalan pembangkit masih dilakukan terutama pada pembangkit listrik berbasis batu bara berkapasitas besar Sumatera. Sinkronisasi pembangkit membutuhkan waktu lebih panjang demi menjaga kestabilan sistem kelistrikan regional secara menyeluruh.
“Proses penormalan pembangkit terus dilakukan secara bertahap, khususnya pembangkit berbasis batu bara,” ujar Darmawan menjelaskan. Pemerintah berharap investigasi menyeluruh mampu memperkuat sistem ketenagalistrikan nasional menghadapi potensi gangguan serupa mendatang. Blackout Sumatera menjadi evaluasi besar terhadap keandalan jaringan transmisi listrik nasional Indonesia.(R-03)

