Fokus Pemberdayaan Masyarakat, Dirut Riau Petroleum Ungkap Program CSR di Forum IPA Convex 2026
Direktur PT Riau Petroleum, Prof Husnul Kausarian, tampil sebagai pembicara dalam booth program Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten. Foto: Dok SM News
RIAU, SabangMerauke News - PT Riau Petroleum (Perseroda) memanfaatkan ajang Indonesian Petroleum Association (IPA) Convex 2026 untuk menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan daerah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk pengelolaan Participating Interest (PI) 10 persen bagi masyarakat di wilayah operasi migas.
Direktur PT Riau Petroleum, Prof Husnul Kausarian, tampil sebagai pembicara dalam booth program Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten. Dalam forum yang mempertemukan pelaku industri migas nasional tersebut, Riau Petroleum bersama Jakarta Oses Energi diberi kesempatan memaparkan berbagai program sosial dan kontribusi perusahaan kepada masyarakat.
Dalam paparannya, Husnul menegaskan bahwa keberadaan perusahaan daerah tidak hanya berorientasi pada bisnis migas semata, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Riau Petroleum berkomitmen mendukung pembangunan daerah melalui program corporate social responsibility yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat,” ujar Husnul dalam forum IPA Convex 2026.
Ia menjelaskan, selama tiga tahun terakhir perusahaan telah menjalankan berbagai program CSR yang menyasar sejumlah sektor penting, mulai dari pendidikan, olahraga, keagamaan, budaya, pariwisata hingga pengembangan UMKM. Program-program tersebut disebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat di wilayah operasi migas.
Pada sektor pendidikan misalnya, Riau Petroleum menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa. Dukungan itu dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Riau, terutama generasi muda yang membutuhkan akses pendidikan lebih baik.
Tak hanya itu, perusahaan juga terlibat dalam pembangunan fasilitas keagamaan. Bantuan pembangunan pondok pesantren hingga masjid menjadi bagian dari kontribusi sosial yang dijalankan perusahaan daerah tersebut.
Di bidang budaya dan pariwisata, Husnul menyoroti dukungan perusahaan terhadap event Pacu Jalur yang kini semakin dikenal luas hingga mancanegara. Menurutnya, keterlibatan perusahaan dalam mendukung tradisi budaya lokal menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus menggerakkan sektor pariwisata.
“Riau Petroleum juga mendukung event Pacu Jalur yang sudah mendunia. Ini adalah wujud nyata dukungan untuk program pariwisata dan kebudayaan di Riau,” katanya.
Selain program berbasis pendidikan dan budaya, perusahaan juga menjalankan program sosial kemanusiaan yang menyasar kelompok rentan. Salah satu program unggulan yang disorot dalam pemaparan tersebut ialah kegiatan “Belanjo Baju Rayo Besamo 1.000 Anak Yatim Piatu dan Dhuafa”.
Program itu disebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat kurang mampu, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri. Melalui program tersebut, anak-anak yatim dan dhuafa diberikan kesempatan memperoleh pakaian baru serta bantuan sosial lainnya.
Husnul mengatakan seluruh program CSR yang dijalankan perusahaan memiliki sasaran yang jelas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Ini semua kita lakukan dari sasaran dan tujuan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran Riau Petroleum dalam IPA Convex 2026 juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan pengelolaan Participating Interest (PI) 10 persen yang selama ini menjadi salah satu isu strategis di daerah penghasil migas.
PI 10 persen merupakan hak partisipasi daerah dalam pengelolaan wilayah kerja migas yang bertujuan memberikan manfaat ekonomi langsung kepada daerah penghasil. Dalam forum tersebut, Riau Petroleum menekankan pentingnya tata kelola PI yang transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
IPA Convex sendiri merupakan salah satu forum industri migas terbesar di Indonesia yang mempertemukan pemerintah, investor, perusahaan energi, hingga akademisi. Tahun ini, gelaran ke-50 IPA Convex mengangkat isu penguatan kolaborasi sektor hulu migas di tengah tantangan geopolitik global dan upaya menjaga ketahanan energi nasional.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan diikuti berbagai perusahaan migas nasional maupun internasional. Forum ini juga menjadi wadah bagi perusahaan untuk menunjukkan inovasi, strategi bisnis, serta kontribusi sosial kepada masyarakat.
Partisipasi Riau Petroleum dalam forum nasional tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi perusahaan daerah dalam industri energi nasional. Tidak hanya berbicara soal bisnis dan investasi, perusahaan juga mencoba menunjukkan bahwa industri migas dapat berjalan beriringan dengan pembangunan sosial masyarakat.
Dengan berbagai program CSR yang dipaparkan, Riau Petroleum ingin menegaskan bahwa keberadaan perusahaan daerah harus mampu memberikan dampak luas, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya hingga kepedulian terhadap kelompok sosial yang membutuhkan bantuan.
Di tengah tantangan industri migas dan tuntutan transisi energi, pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat dinilai menjadi salah satu strategi penting agar perusahaan tetap memperoleh dukungan publik sekaligus menjaga keberlanjutan operasional di daerah penghasil migas. (R-03)

