SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Baru Sehari Menjabat, AKP Jimmy Andre Langsung Bongkar Dugaan Transaksi Sabu di Selatpanjang 

      Baru Sehari Menjabat, AKP Jimmy Andre Langsung Bongkar Dugaan Transaksi Sabu di Selatpanjang 

      08/07/2026  ❘  09:13 WIB
    • Berusaha Cegah Truk Mundur, Ardan Malah Tewas Terjepit Kolong

      Berusaha Cegah Truk Mundur, Ardan Malah Tewas Terjepit Kolong

      07/07/2026  ❘  19:53 WIB
    • Penyidikan Dugaan Penipuan Pesparawi Kepri Masuki Tahap Gelar Perkara

      Penyidikan Dugaan Penipuan Pesparawi Kepri Masuki Tahap Gelar Perkara

      07/07/2026  ❘  18:33 WIB
    • Rugi Jutaan Rupiah, Peternak Solo Protes dengan Mandi Telur di Tengah Kota

      Rugi Jutaan Rupiah, Peternak Solo Protes dengan Mandi Telur di Tengah Kota

      07/07/2026  ❘  18:10 WIB
  • Nasional
    • Anggaran Cukup? Menkeu Buka Suara soal Pembelian Rudal BrahMos Hasil Kesepakatan Prabowo-Modi

      Anggaran Cukup? Menkeu Buka Suara soal Pembelian Rudal BrahMos Hasil Kesepakatan Prabowo-Modi

      08/07/2026  ❘  22:44 WIB
    • Airlangga Hartarto: Aktivitas IPO Cerminkan Kepercayaan Investor Terhadap Pasar Modal Indonesia

      Airlangga Hartarto: Aktivitas IPO Cerminkan Kepercayaan Investor Terhadap Pasar Modal Indonesia

      08/07/2026  ❘  22:23 WIB
    • Polisi Sita Brangkas dari Cafe de

      Polisi Sita Brangkas dari Cafe de'Clan Signature, Tentara Bersenjata Kawal Rumah Jampidsus

      08/07/2026  ❘  19:56 WIB
    • Polisi Bongkar Brankas Tersembunyi dalam Kasus Korupsi Blackout Sumatera

      Polisi Bongkar Brankas Tersembunyi dalam Kasus Korupsi Blackout Sumatera

      08/07/2026  ❘  18:52 WIB
  • Ekonomi
    • Rupiah Terpeleset Lagi, Konflik Timur Tengah Ikut Mengguncang Pasar

      Rupiah Terpeleset Lagi, Konflik Timur Tengah Ikut Mengguncang Pasar

      08/07/2026  ❘  18:31 WIB
    • IHSG Rontok Brutal, Pasar Saham Indonesia Dihajar Tiga Pukulan Sekaligus

      IHSG Rontok Brutal, Pasar Saham Indonesia Dihajar Tiga Pukulan Sekaligus

      08/07/2026  ❘  18:18 WIB
    • Gerobak Sorong CSR BRK Syariah, Penggerak Rezeki Rintus dan Kemudahan BBM bagi Warga Desa Mengkait

      Gerobak Sorong CSR BRK Syariah, Penggerak Rezeki Rintus dan Kemudahan BBM bagi Warga Desa Mengkait

      08/07/2026  ❘  11:15 WIB
    • Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Rabu 8 Juli 2026: 24 Karat Turun, Cek Daftar Harga Terbaru di Sini

      Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Rabu 8 Juli 2026: 24 Karat Turun, Cek Daftar Harga Terbaru di Sini

      08/07/2026  ❘  09:42 WIB
  • Politik
    • Adu Sindiran PDIP dan PSI Memanas, Guntur Romli Ungkit Gagalnya PSI Masuk Parlemen

      Adu Sindiran PDIP dan PSI Memanas, Guntur Romli Ungkit Gagalnya PSI Masuk Parlemen

      05/07/2026  ❘  10:22 WIB
    • Jokowi Segera Keliling Jawa Tengah, PSI Siap Buktikan Status Kandang Gajah

      Jokowi Segera Keliling Jawa Tengah, PSI Siap Buktikan Status Kandang Gajah

      04/07/2026  ❘  14:25 WIB
    • PDI Perjuangan Minta Jokowi Bawa Ijazah Saat Safari Politik

      PDI Perjuangan Minta Jokowi Bawa Ijazah Saat Safari Politik

      04/07/2026  ❘  09:16 WIB
    • Rekam Jejak Mukhlisin, Dari Kepala Desa dan Ketua Koperasi Sawit, Kini Jadi Orang Nomor 1 di Kuansing Usai OTT KPK

      Rekam Jejak Mukhlisin, Dari Kepala Desa dan Ketua Koperasi Sawit, Kini Jadi Orang Nomor 1 di Kuansing Usai OTT KPK

      03/07/2026  ❘  15:10 WIB
  • Hukrim
    • Kasus Kejahatan Lingkungan Tersangka PT Musim Mas Rugikan Negara Rp 187 Miliar, Polda Riau Kembali Limpahkan Berkas Perkara ke Kejati

      Kasus Kejahatan Lingkungan Tersangka PT Musim Mas Rugikan Negara Rp 187 Miliar, Polda Riau Kembali Limpahkan Berkas Perkara ke Kejati

      08/07/2026  ❘  19:40 WIB
    • Fitnah Berujung Petaka, Satu Keluarga Tinggalkan Kampung Usai Rumah Diserang Warga

      Fitnah Berujung Petaka, Satu Keluarga Tinggalkan Kampung Usai Rumah Diserang Warga

      08/07/2026  ❘  19:16 WIB
    • Kabur Bawa Motor Buruh Sawit, Pemuda Kampar Berakhir di Tangan Polisi

      Kabur Bawa Motor Buruh Sawit, Pemuda Kampar Berakhir di Tangan Polisi

      08/07/2026  ❘  19:09 WIB
    • KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing Jufrizal dan 8 Pejabat Pemkab Kuansing, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby

      KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing Jufrizal dan 8 Pejabat Pemkab Kuansing, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby

      08/07/2026  ❘  15:14 WIB
  • Umum
    • Berpacaran di Usia 20-an Tak Semudah Dibayangkan, Ini 11 Masalah yang Paling Sering Muncul

      Berpacaran di Usia 20-an Tak Semudah Dibayangkan, Ini 11 Masalah yang Paling Sering Muncul

      08/07/2026  ❘  17:07 WIB
    • Senat Unri Tetapkan 3 Calon Rektor Periode 2026-2030, Mexsasai Indra Borong Suara Terbanyak

      Senat Unri Tetapkan 3 Calon Rektor Periode 2026-2030, Mexsasai Indra Borong Suara Terbanyak

      08/07/2026  ❘  16:37 WIB
    • Rutin Makan Cokelat Setiap Hari, Sehat atau Berbahaya? Ini Penjelasan Lengkap Ahli

      Rutin Makan Cokelat Setiap Hari, Sehat atau Berbahaya? Ini Penjelasan Lengkap Ahli

      08/07/2026  ❘  08:11 WIB
    • Terungkap! Ini Alasan Kutub Selatan Membeku 30 Juta Tahun Lebih Dulu daripada Kutub Utara

      Terungkap! Ini Alasan Kutub Selatan Membeku 30 Juta Tahun Lebih Dulu daripada Kutub Utara

      08/07/2026  ❘  07:55 WIB
  • Riau
    • Warga Bersyukur, Wali Kota Agung Gerak Cepat Perbaiki Jalan Melati yang Lama Terabaikan

      Warga Bersyukur, Wali Kota Agung Gerak Cepat Perbaiki Jalan Melati yang Lama Terabaikan

      08/07/2026  ❘  22:03 WIB
    • Karhutla Berpotensi Meluas di Sumatera, Manggala Agni Keluarkan Peringatan Keras untuk Masyarakat

      Karhutla Berpotensi Meluas di Sumatera, Manggala Agni Keluarkan Peringatan Keras untuk Masyarakat

      08/07/2026  ❘  21:55 WIB
    • Karhutla Kembali Melanda Pekanbaru! Lahan Gambut 1 Hektare di Air Hitam Terbakar, Pemadaman Masih Berlangsung

      Karhutla Kembali Melanda Pekanbaru! Lahan Gambut 1 Hektare di Air Hitam Terbakar, Pemadaman Masih Berlangsung

      08/07/2026  ❘  21:41 WIB
    • Pelindo Bantah Hambat Kerja Sama Pelabuhan Tanjung Harapan, Tegaskan Tetap Komitmen Gandeng BUMD PT Bumi Meranti

      Pelindo Bantah Hambat Kerja Sama Pelabuhan Tanjung Harapan, Tegaskan Tetap Komitmen Gandeng BUMD PT Bumi Meranti

      08/07/2026  ❘  17:53 WIB
  • Sport
    • Kisah Kelam Piala Dunia 1994, Andres Escobar Dibunuh Setelah Kolombia Kalah, Diduga Dipicu Taruhan Miliaran

      Kisah Kelam Piala Dunia 1994, Andres Escobar Dibunuh Setelah Kolombia Kalah, Diduga Dipicu Taruhan Miliaran

      08/07/2026  ❘  16:38 WIB
    • Messi Gagal Lagi Penalti, Pelatih Argentina Scolani: Saya Merinding, Dia Tetap Minta Bola!

      Messi Gagal Lagi Penalti, Pelatih Argentina Scolani: Saya Merinding, Dia Tetap Minta Bola!

      08/07/2026  ❘  09:16 WIB
    • Gregor Kobel Antar Swiss Menang Adu Penalti atas Kolombia

      Gregor Kobel Antar Swiss Menang Adu Penalti atas Kolombia

      08/07/2026  ❘  06:56 WIB
    • Sempat Mati Gaya, Argentina Hidup Lagi Berkat Keajaiban Messi

      Sempat Mati Gaya, Argentina Hidup Lagi Berkat Keajaiban Messi

      08/07/2026  ❘  05:39 WIB
  • Opini
    • Luka Lama yang Kembali Terbuka

      Luka Lama yang Kembali Terbuka

      07/07/2026  ❘  12:25 WIB
    • Dinamika Perhutanan Sosial di Provinsi Riau

      Dinamika Perhutanan Sosial di Provinsi Riau

      07/07/2026  ❘  07:31 WIB
    • Penilaian FSC Kenapa Berhenti di Tahun 2020, Sementara Deforestasi dan Konflik Sosial di Areal Konsesi APP Group dan APRIL Group Masih Terus Berlanjut

      Penilaian FSC Kenapa Berhenti di Tahun 2020, Sementara Deforestasi dan Konflik Sosial di Areal Konsesi APP Group dan APRIL Group Masih Terus Berlanjut

      29/06/2026  ❘  11:22 WIB
    • Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      21/06/2026  ❘  15:12 WIB
  • Internasional
    • Ngeri! 900 Ular Termasuk Kobra Lepas Saat Banjir Terjang China, Tim Khusus Diterjunkan

      Ngeri! 900 Ular Termasuk Kobra Lepas Saat Banjir Terjang China, Tim Khusus Diterjunkan

      08/07/2026  ❘  17:33 WIB
    • Pilot Laporkan Gangguan Navigasi, Boeing 737 Mendadak Menukik Tajam Sebelum Hilang dari Radar

      Pilot Laporkan Gangguan Navigasi, Boeing 737 Mendadak Menukik Tajam Sebelum Hilang dari Radar

      08/07/2026  ❘  15:11 WIB
    • Konflik Selat Hormuz Pecah Lagi, Amerika Serikat Cabut Izin Ekspor Minyak Iran

      Konflik Selat Hormuz Pecah Lagi, Amerika Serikat Cabut Izin Ekspor Minyak Iran

      08/07/2026  ❘  09:17 WIB
    • AS Bombardir Iran Lagi di Tengah Gencatan Senjata, Presiden Iran Buru-Buru Kembali ke Teheran

      AS Bombardir Iran Lagi di Tengah Gencatan Senjata, Presiden Iran Buru-Buru Kembali ke Teheran

      08/07/2026  ❘  07:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Malaysia Risau Usai Prabowo Wajibkan Ekspor Minyak Sawit Lewat BUMN, Ini Hal yang Dicemaskan

22/05/2026  ❘  18:15 WIB • Nasional
Bagikan :
Malaysia Risau Usai Prabowo Wajibkan Ekspor Minyak Sawit Lewat BUMN, Ini Hal yang Dicemaskan

Ilustrasi buah sawit. Foto : Istimewa

JAKARTA, SabangMerauke News - Rencana pemerintah Indonesia mengendalikan ekspor sawit melalui satu lembaga negara memicu perhatian internasional. Pelaku industri Malaysia memperingatkan potensi gangguan pasokan, keterlambatan pengiriman, hingga lonjakan harga global. Kebijakan tersebut mulai dijalankan penuh September 2026 melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia.

Pemerintah Indonesia mulai menyiapkan sistem ekspor terpusat untuk berbagai komoditas strategis nasional. Kebijakan tersebut mencakup minyak sawit, batu bara, serta ferroalloy dengan pengawasan langsung negara. Langkah itu diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam agenda penguatan pengelolaan sumber daya nasional.

Skema baru tersebut dijadwalkan berjalan penuh mulai September 2026 melalui perusahaan perdagangan negara. Pemerintah menunjuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai pelaksana utama pengendalian ekspor nasional. Perusahaan itu berada di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.

Indonesia selama ini menjadi eksportir minyak sawit terbesar dunia dengan pangsa pasar dominan internasional. Lebih separuh perdagangan minyak sawit global berasal dari pasokan Indonesia setiap tahunnya. Perubahan mekanisme ekspor langsung memicu perhatian pelaku industri minyak nabati dunia.

Industri sawit Malaysia menjadi pihak pertama yang menyuarakan kekhawatiran terhadap kebijakan baru Indonesia tersebut. Mereka menilai sentralisasi ekspor berpotensi mengganggu rantai pasok perdagangan internasional dalam jangka pendek. Kekhawatiran terbesar muncul pada fase transisi implementasi sistem perdagangan baru Indonesia.

Direktur Utama Malaysian Palm Oil Board Ahmad Parveez Ghulam Kadir menilai pasokan global tetap tersedia. Namun, perubahan administrasi ekspor Indonesia berpotensi memunculkan keterlambatan pengiriman sementara menuju pasar internasional. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi strategi perdagangan minyak sawit global.

“Ini bisa memengaruhi dinamika pasar utama seperti harga, keandalan, dan strategi sumber pasokan,” ujarnya. Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Parveez dalam wawancara media internasional Reuters, Jumat, 22 Mei 2026. Pelaku pasar mulai mengantisipasi perubahan pola distribusi minyak sawit dunia sejak pengumuman kebijakan tersebut.

Ahmad Parveez menilai pembeli internasional kemungkinan mencari sumber pasokan alternatif selama masa transisi Indonesia. Langkah diversifikasi pasokan diprediksi meningkat demi menghindari risiko keterlambatan pengiriman komoditas strategis. Malaysia diperkirakan menjadi salah satu negara tujuan utama pembeli minyak sawit global.

Direktur Eksekutif Malaysian Palm Oil Association Roslin Azmy Hassan turut menyampaikan kekhawatiran serupa kepada pasar. Menurutnya, ketidakpastian perdagangan global meningkat akibat perubahan besar mekanisme ekspor Indonesia tersebut. Risiko fluktuasi harga minyak sawit dunia juga dinilai semakin besar.

Roslin menyebut Malaysia berpotensi memperoleh keuntungan dari kondisi ketidakpastian perdagangan internasional saat ini. Negara tersebut dianggap memiliki sistem ekspor lebih stabil serta mudah diprediksi pembeli internasional. Kondisi itu dinilai memberi peluang tambahan bagi industri sawit Malaysia.

“Pembeli mungkin akan mencari pemasok yang lebih andal selama masa transisi kebijakan di Indonesia,” katanya. Pernyataan tersebut memperlihatkan persaingan ketat industri sawit regional menjelang implementasi kebijakan baru Indonesia. Malaysia berupaya mempertahankan posisi strategisnya dalam perdagangan minyak nabati global.

Kekhawatiran lain muncul terkait perubahan struktur perdagangan sawit Indonesia berbasis mekanisme pasar terbuka. Sentralisasi ekspor dinilai dapat meningkatkan dominasi negara terhadap pembentukan harga komoditas internasional. Pelaku industri khawatir transparansi perdagangan global menjadi berkurang.

Mantan Ketua Malaysian Palm Oil Association M.R. Chandran menilai kebijakan tersebut mengandung risiko besar perdagangan. Ia menyebut penguatan kendali negara dapat mengubah pola perdagangan sawit internasional selama bertahun-tahun. Pengaruh politik dalam transaksi komersial dikhawatirkan meningkat tajam.

“Mekanisme ekspor terpusat dapat merusak ekosistem perdagangan berbasis pasar saat ini,” ujar Chandran. Pernyataan itu disampaikan Chandran saat menanggapi perubahan kebijakan ekspor komoditas strategis Indonesia terbaru. Pelaku industri internasional kini menunggu rincian teknis implementasi kebijakan tersebut.

Pasar minyak sawit global sebenarnya sedang menghadapi tekanan besar sebelum kebijakan Indonesia diumumkan pemerintah. Permintaan biodiesel meningkat tajam seiring kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah berkepanjangan. Produksi sawit global juga tertekan dampak cuaca kering fenomena El Nino.

Wakil Presiden Patanjali Foods Aashish Acharya menilai pasar global menghadapi ketidakpastian tambahan akibat kebijakan Indonesia. Menurutnya, sentralisasi ekspor dapat meningkatkan volatilitas perdagangan komoditas minyak nabati internasional secara signifikan. Investor mulai memperhatikan dampak jangka panjang terhadap harga minyak sawit.

“Langkah Indonesia kemungkinan akan menambah lapisan ketidakpastian dan meningkatkan volatilitas di pasar,” ujarnya. Pernyataan tersebut menggambarkan kecemasan pelaku industri internasional terhadap perubahan sistem perdagangan Indonesia. Pasar global membutuhkan kepastian pasokan untuk menjaga stabilitas harga internasional.

Reaksi pasar langsung terlihat setelah pemerintah Indonesia mengumumkan rencana pengendalian ekspor komoditas strategis nasional. Kontrak berjangka minyak sawit Malaysia sempat melonjak sekitar dua persen sebelum kembali melemah. Pelaku pasar mulai menghitung dampak kebijakan terhadap distribusi perdagangan internasional.

Pemerintah Indonesia menegaskan kebijakan tersebut bertujuan memperkuat pengawasan sumber daya alam nasional. Negara juga ingin meningkatkan penerimaan ekspor serta mencegah praktik manipulasi perdagangan internasional selama bertahun-tahun. Pengawasan harga ekspor menjadi fokus utama implementasi kebijakan baru tersebut.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut Indonesia mengalami kerugian besar akibat lemahnya pengawasan ekspor nasional. Manipulasi harga serta praktik transfer pricing dinilai merugikan penerimaan negara dalam jumlah sangat besar. Pemerintah ingin memperbaiki tata kelola perdagangan komoditas strategis nasional.

Tahap transisi kebijakan dimulai pada 1 Juni 2026 melalui kewajiban pelaporan data perdagangan komoditas utama. Seluruh eksportir diwajibkan menyerahkan data ekspor kepada pemerintah selama masa transisi implementasi berlangsung. Langkah tersebut menjadi bagian awal pengawasan perdagangan nasional berbasis negara.

 

Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria memastikan pemerintah tetap menghormati kontrak ekspor berjalan saat ini. Pemerintah juga menjanjikan penyesuaian harga ekspor mengikuti perkembangan pasar global secara transparan dan terukur. Pelaku industri diminta tetap menjaga stabilitas perdagangan internasional.

“Kami akan menghormati kontrak yang ada,” ujar Dony menegaskan komitmen pemerintah menjaga kepastian perdagangan internasional. Pernyataan tersebut diberikan menyusul kekhawatiran investor terhadap potensi perubahan kontrak ekspor jangka panjang. Pemerintah berusaha menenangkan pasar setelah muncul tekanan terhadap rupiah dan IHSG.

Pelaku industri batu bara serta nikel turut mencermati perkembangan kebijakan ekspor nasional Indonesia terbaru. Mereka khawatir perubahan sistem terlalu cepat mengganggu hubungan dagang dengan mitra internasional utama. Risiko penurunan kepercayaan investor juga menjadi perhatian utama pelaku industri nasional.

Lembaga pemeringkat internasional disebut mulai memantau dampak kebijakan terhadap kinerja perdagangan Indonesia mendatang. Risiko investasi meningkat apabila implementasi kebijakan memicu ketidakpastian ekspor berkepanjangan pada pasar global. Pasar keuangan domestik turut merespons negatif pengumuman kebijakan tersebut.

Indeks Harga Saham Gabungan sempat menyentuh posisi terendah sepanjang tahun setelah pengumuman kebijakan pemerintah. Nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan akibat kekhawatiran investor terhadap stabilitas perdagangan nasional. Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya perhatian pasar terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Di tengah kontroversi tersebut, pemerintah tetap memperkuat industri sawit nasional melalui berbagai kebijakan strategis tambahan. Pemerintah menetapkan harga referensi CPO Mei 2026 sebesar 1.049,58 dollar AS per ton. Kenaikan harga referensi berdampak langsung terhadap pungutan ekspor minyak sawit nasional.

Total pungutan ekspor serta bea keluar CPO mencapai 309,20 dollar AS per ton sepanjang Mei 2026. Pemerintah menyebut dana tersebut digunakan mendukung program biodiesel serta peremajaan perkebunan sawit nasional. Langkah itu menjadi bagian strategi memperkuat industri hilirisasi komoditas Indonesia.

Malaysia tetap melihat peluang mempertahankan daya saing global di tengah perubahan kebijakan perdagangan Indonesia terbaru. Negara tersebut masih menjadi produsen minyak sawit terbesar kedua dunia setelah Indonesia selama bertahun-tahun. Pelaku industri Malaysia percaya permintaan global tetap kuat dalam jangka panjang.

Meski demikian, pasar internasional membutuhkan kepastian distribusi serta stabilitas pasokan komoditas minyak nabati dunia. Ketidakpastian perdagangan berpotensi memicu gejolak harga dan mengganggu keseimbangan rantai pasok internasional. Implementasi kebijakan Indonesia kini menjadi perhatian utama industri sawit global.(R-04) 

Editor: Ali Imran
Tags :Malaysia khawatir sawit Indonesiakebijakan Prabowo sawitekspor sawit IndonesiaSabangMerauke news

BERITA TERKAIT :

  • Inilah 20 Raksasa Minyak Dunia, Pertamina Tak Masuk Daftar

    Inilah 20 Raksasa Minyak Dunia, Pertamina Tak Masuk Daftar

    Nasional •
    22/05/2026 ❘ 11:54 WIB
  • Komisi III DPR Buka Suara Usai Polda Riau Tetapkan PT Musim Mas Tersangka Perusakan Lingkungan

    Komisi III DPR Buka Suara Usai Polda Riau Tetapkan PT Musim Mas Tersangka Perusakan Lingkungan

    Nasional •
    22/05/2026 ❘ 11:37 WIB
  • Israel Lepas 9 Warga Indonesia yang Ditangkap, Menlu Sugiyono Ucapkan Terima Kasih ke Turki

    Israel Lepas 9 Warga Indonesia yang Ditangkap, Menlu Sugiyono Ucapkan Terima Kasih ke Turki

    Nasional •
    22/05/2026 ❘ 07:09 WIB
  • Bupati Anambas Ajak Masyarakat Dukung BRK Syariah, Apresiasi Komitmen CSR untuk Pelayanan dan Kebersihan Lingkungan

    Bupati Anambas Ajak Masyarakat Dukung BRK Syariah, Apresiasi Komitmen CSR untuk Pelayanan dan Kebersihan Lingkungan

    Ekonomi •
    21/05/2026 ❘ 20:12 WIB
  • Kemendikdasmen Kunci Dapodik Kuota Daya Tampung Siswa, Jalur Langit Makin Sulit!

    Kemendikdasmen Kunci Dapodik Kuota Daya Tampung Siswa, Jalur Langit Makin Sulit!

    Nasional •
    21/05/2026 ❘ 16:34 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Bos Besar RGE Sukanto Tanoto Jadi Orang Terkaya Indonesia, Kekayaannya 52 Kali APBD Riau

    Bos Besar RGE Sukanto Tanoto Jadi Orang Terkaya Indonesia, Kekayaannya 52 Kali APBD Riau

    30/06/2026  ❘  20:21 WIB
  • Meledak! Istri Dani Nursalam Mengaku Ditawari Rp 1 Miliar dan Uang Bulanan Rp 30 Juta oleh Pengacara Gubernur Abdul Wahid

    Meledak! Istri Dani Nursalam Mengaku Ditawari Rp 1 Miliar dan Uang Bulanan Rp 30 Juta oleh Pengacara Gubernur Abdul Wahid

    01/07/2026  ❘  12:49 WIB
  • Resmi Dimutasi! Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi Geser ke Rohil, Sosok AKBP Gede Datang dengan Pengalaman Bongkar Kasus Korupsi

    Resmi Dimutasi! Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi Geser ke Rohil, Sosok AKBP Gede Datang dengan Pengalaman Bongkar Kasus Korupsi

    26/06/2026  ❘  11:40 WIB
  • Reshuffle Pemkab Kepulauan Meranti, Bupati Asmar Rotasi 38 Pejabat Eselon III dan IV untuk Perkuat Kinerja OPD

    Reshuffle Pemkab Kepulauan Meranti, Bupati Asmar Rotasi 38 Pejabat Eselon III dan IV untuk Perkuat Kinerja OPD

    01/07/2026  ❘  11:26 WIB
  • Banggakan Kepulauan Meranti, Enam Kepala Desa Ikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus di Universitas Indonesia

    Banggakan Kepulauan Meranti, Enam Kepala Desa Ikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus di Universitas Indonesia

    01/07/2026  ❘  10:22 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan