La Liga Spanyol
Vinicius Bikin Sevilla Mati Gaya, Real Madrid Menang Tipis di Laga Panas
Selebrasi Vinicius Junior di laga Sevilla vs Real Madrid di Liga Spanyol, Senin dini hari WIB, 18 Mei 2026. (AP Photo)
SPANYOL, SabangMerauke News - Real Madrid membawa pulang kemenangan tipis 1-0 dari markas Sevilla pada Senin, 18 Mei 2026 dini hari WIB. Duel pekan ke-37 La Liga di Ramon Sanchez Pizjuan itu terasa panas sejak menit pertama. Sevilla menyerang penuh tenaga, sementara Madrid bertahan dingin sambil menunggu celah mematikan.
Gol tunggal kemenangan Madrid lahir lewat kaki Vinicius Junior pada menit ke-15 pertandingan. Los Blancos lalu bertahan rapat menghadapi tekanan tanpa henti dari tuan rumah hingga laga selesai. Thibaut Courtois berubah menjadi tembok besar yang sulit ditembus sepanjang malam.
Kemenangan itu membuat skuad racikan Alvaro Arbeloa semakin kokoh di posisi kedua klasemen sementara La Liga. Madrid mengoleksi 83 poin dari 37 pertandingan menjelang pekan terakhir musim ini. Sevilla masih tertahan di papan tengah dengan 43 angka.
“Pertandingan berjalan keras sejak awal,” ujar Alvaro Arbeloa selepas laga. Pelatih Real Madrid itu memuji keberanian Sevilla yang terus menekan sepanjang pertandingan. Arbeloa juga menyebut para pemainnya tampil disiplin saat menghadapi tekanan besar.
Sevilla langsung bermain agresif sejak peluit awal dibunyikan wasit di Ramon Sanchez Pizjuan. Tim tuan rumah menekan lini tengah Madrid sambil mengalirkan bola cepat ke area pertahanan lawan. Publik stadion langsung berdiri ketika serangan pertama tercipta hanya beberapa detik selepas kick-off.
Peluang pertama hadir lewat sepakan jarak jauh Oso pada menit kedua pertandingan. Bola meluncur deras tetapi masih melewati mistar gawang Courtois. Stadion sempat bergemuruh karena Sevilla membuka laga dengan penuh keberanian.
Tekanan Sevilla terus mengalir pada menit-menit berikutnya tanpa memberi ruang nyaman bagi Madrid. Neal Maupay dan Oso bergantian menusuk dari sisi lapangan memakai kecepatan tinggi. Dean Huijsen dipaksa membuang bola keluar demi menghindari ancaman berbahaya.
Thibaut Courtois mulai sibuk sejak awal laga menghadapi tekanan tuan rumah. Kiper Belgia itu menepis tembakan keras Oso setelah menggagalkan peluang Neal Maupay sebelumnya. Madrid tampak kesulitan keluar dari tekanan cepat Sevilla.
“Courtois membuat perbedaan besar malam ini,” kata pelatih Sevilla, Luis Garcia. Ia mengaku timnya menciptakan cukup peluang untuk mencetak gol penyama kedudukan. Namun, semua peluang itu mentok di tangan penjaga gawang Madrid.
Madrid akhirnya mencuri gol pada menit ke-15 lewat serangan cepat yang sederhana tetapi mematikan. Kylian Mbappe mengontrol bola menggunakan dada di depan kotak penalti Sevilla. Bola liar jatuh ke jalur Vinicius sebelum disambar tembakan mendatar menuju pojok kanan gawang.
Gol tersebut langsung mengubah ritme permainan menjadi lebih tenang bagi Real Madrid. Los Blancos mulai memainkan penguasaan bola sambil memperlambat tempo pertandingan secara perlahan. Sevilla tetap menyerang, tetapi Madrid terlihat lebih nyaman mengendalikan arah permainan.
Vinicius tampil merepotkan sepanjang pertandingan lewat akselerasi cepat dari sisi kiri serangan Madrid. Bek Sevilla beberapa kali kehilangan posisi saat mencoba menghentikan pergerakan winger Brasil tersebut. Serangan Madrid terasa lebih hidup ketika bola berada di kaki Vinicius.
Mbappe juga memperoleh peluang emas menjelang turun minum setelah menusuk dari sisi kiri kotak penalti. Penyerang Prancis itu melepaskan tembakan keras menuju tiang dekat gawang Sevilla. Bola hanya melebar tipis dan membuat bangku cadangan Madrid kecewa.
Babak pertama ditutup dengan duel keras dan tempo permainan tinggi dari kedua tim. Sevilla bermain berani di depan pendukung sendiri tanpa takut menghadapi tekanan Madrid. Ramon Sanchez Pizjuan terasa seperti arena duel tanpa jeda sepanjang 45 menit pertama.
Madrid membuka babak kedua dengan penguasaan bola lebih dominan dibanding sebelumnya. Jude Bellingham dan Aurelien Tchouameni mulai mengontrol aliran permainan dari lini tengah. Sevilla dipaksa bertahan lebih dalam sambil menunggu kesempatan menyerang balik.
Peluang Madrid hadir pada menit ke-50 melalui kombinasi cepat Mbappe dan Tchouameni. Gelandang Prancis tersebut melepaskan tembakan keras dari depan kotak penalti Sevilla. Bola mengenai pemain lawan sebelum melenceng dari sasaran.
Sevilla hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-59 melalui peluang emas Oso di depan gawang. Namun, Antonio Rudiger melakukan sapuan penting tepat sebelum sang penyerang melepaskan tembakan. Bek Jerman itu langsung berteriak keras setelah menyelamatkan gawang Madrid.
Pertandingan makin panas memasuki pertengahan babak kedua akibat duel keras antarpemain. Beberapa pemain Sevilla mulai frustrasi karena serangan mereka gagal menghasilkan gol. Wasit beberapa kali menghentikan laga untuk meredakan protes di lapangan.
Madrid hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-72 lewat Franco Mastantuono yang masuk dari bangku cadangan. Pemain muda Argentina itu menerima umpan rendah Vinicius sebelum melepaskan tembakan keras. Bola menghantam tiang gawang dan memantul keluar.
Vinicius kembali mendapatkan peluang beberapa detik setelah bola rebound jatuh di depannya. Namun, tembakan pemain Brasil itu masih melebar tipis dari sasaran. Alvaro Arbeloa tampak menepuk jidat di pinggir lapangan.
Drama kemudian hadir ketika Mbappe sempat mencetak gol kedua bagi Madrid pada menit ke-74. Penyerang Prancis itu melakukan selebrasi singkat di depan tribun tandang sebelum wasit menghentikan pertandingan. VAR lalu membatalkan gol tersebut karena posisi offside.
Keputusan itu membuat stadion semakin panas menjelang akhir pertandingan. Sevilla memanfaatkan momentum untuk menekan pertahanan Madrid tanpa henti selama injury time. Bola terus mengarah ke kotak penalti Los Blancos pada menit-menit terakhir.
Courtois kembali menjadi penyelamat Madrid lewat penyelamatan penting menjelang laga berakhir. Kiper Belgia itu menepis tembakan keras Kike dari jarak dekat menggunakan tangan kirinya. Publik stadion langsung terdiam melihat peluang emas tersebut gagal menjadi gol.
Penyelamatan itu memastikan kemenangan tipis Madrid tetap bertahan sampai peluit panjang berbunyi. Para pemain langsung menghampiri Courtois sambil memeluk sang penjaga gawang di tengah lapangan. Malam itu benar-benar menjadi panggung milik kiper Belgia tersebut.
Statistik pertandingan memperlihatkan duel berjalan sangat ketat sepanjang 90 menit permainan. Madrid unggul penguasaan bola mencapai 59 persen dengan akurasi operan mencapai 88 persen. Sevilla justru lebih aktif menembak ke arah gawang sepanjang laga.
Tim tuan rumah mencatatkan 14 tembakan dengan enam percobaan tepat sasaran selama pertandingan. Madrid hanya menghasilkan satu tembakan tepat sasaran yang langsung berubah menjadi gol kemenangan. Efektivitas menjadi pembeda terbesar antara kedua tim malam itu.
Courtois menutup pertandingan dengan enam penyelamatan penting sepanjang laga menghadapi Sevilla. Penjaga gawang Belgia itu juga aktif membantu distribusi bola dari area pertahanan Madrid. Penampilannya membuat lini belakang Madrid terlihat lebih tenang.
“Kemenangan ini penting untuk menjaga ritme tim,” ujar Thibaut Courtois selepas pertandingan. Kiper Belgia tersebut mengaku Sevilla memberi tekanan besar hingga detik terakhir pertandingan. Ia puas karena Madrid mampu bertahan sampai akhir laga.
Real Madrid masih menyisakan satu pertandingan melawan Athletic Club pada pekan terakhir La Liga musim ini. Sevilla juga akan menutup musim dengan menghadapi Celta Vigo di kandang lawan. Namun, malam panas di Ramon Sanchez Pizjuan sudah cukup meninggalkan cerita panjang bagi kedua tim. R-02

