Bukan Cuma Energi Bumi, Pertamina Pasok Energi Spiritual Metode Yanbu'a Bersanad Internasional ke Ratusan Guru Ngaji di Duri
PT PHR menggelar pelatihan akbar Al-Quran metode Yanbua (Yanbuul Quran) di Hall Widuri Club (WDC) Komperta Duri, Sabtu (16/5/2026). Foto: Istimewa
RIAU, SabangMerauke News - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan menunjukkan komitmennya tidak hanya sebatas menjaga ketahanan energi fisik nasional, tetapi juga memperkuat "energi spiritual" masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PHR menggelar pelatihan akbar Al-Qur'an metode Yanbu’a (Yanbu’ul Qur'an) di Hall Widuri Club (WDC) Komperta Duri, Sabtu (16/5/2026). Langkah strategis ini menjadi wujud nyata investasi humanis korporasi dalam mencetak SDM unggul yang seimbang secara intelektual dan spiritual.
Kolaborasi multisektoral diinisiasi PHR melalui Badan Kemakmuran Masjid Agung Ushuluddin (BK MAU) Komperta Duri. Kegiatan ini menghadirkan langsung para Masyayikh sepuh dari Kudus, Jawa Tengah, termasuk KH. M. Ulil Albab Arwani (Pengasuh Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus) dan KH. Ahmad Nasikh Saiq M (Mudir Ma’had Aly Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus). Metode Yanbu’a dipilih karena keunggulan akademiknya yang menggunakan standar Rasm Utsmani, serta memiliki sanad keilmuan yang terjaga hingga silsilah ke-32 dari Rasulullah SAW.
General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona Rokan, Andre Wijanarko menegaskan kemajuan bangsa tidak bisa hanya diukur dari infrastruktur fisik, melainkan dari kokohnya karakter spiritual masyarakat.
"Kegiatan pembelajaran Al-Qur'an berskala besar ini merupakan investasi sosial jangka panjang dari Pertamina untuk membentuk generasi penerus yang amanah, jujur, toleran, dan berbakti kepada bangsa," ujar Andre.
Apresiasi untuk Garda Terdepan Moral Masyarakat
Suasana khidmat menyelimuti pertemuan yang didedikasikan khusus untuk meningkatkan kapasitas serta kesejahteraan para pendidik agama lokal ini. Ketua Panitia Pelaksana, Sukron Makmun menerangkan, agenda ini adalah bentuk penghormatan nyata bagi para guru ngaji di sekitar wilayah operasi PHR Duri.
"Saat ini, tercatat sekurang-kurangnya 255 guru ngaji yang terlibat aktif. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang tulus menjaga moral generasi muda. Melalui sinergi ini, kami berharap kesejahteraan dan semangat mereka dalam mentransfer ilmu Al-Qur'an dapat terus terdongkrak," kata Sukron.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BK MAU, Pramudyana Agus Harlianto menekankan bahwa program ini dirancang secara komprehensif agar berdampak luas pada ekosistem sosial di Duri—mulai dari sekolah, madrasah, musala, hingga masjid.
"Kami menargetkan peningkatan literasi agama secara radikal guna mereduksi aktivitas negatif remaja, sekaligus mengakselerasi pembentukan karakter generasi yang religius, toleran, dan berakhlak mulia," tutur Pramudyana.
Dukungan Penuh Korporasi dan Pemerintah
Untuk memastikan transfer ilmu berjalan optimal, PHR memfasilitasi kegiatan tersebut. Sebanyak 255 guru ngaji dibekali dengan sarana belajar lengkap, mulai dari 1 set Kit Buku Paket Yanbu'a, Sertifikat/Syahadah resmi, ATK penunjang, hingga konsumsi.
Langkah konkret ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah setempat. Camat Mandau, Riki Rihardi, S.STP., M.Si., yang hadir secara daring menyampaikan apresiasi mendalam kepada PHR dan menitipkan pesan penyemangat bagi para peserta.
"Tugas ini mulia, dan kehadiran kita semua di sini adalah untuk memastikan bahwa para guru ngaji tidak berjalan sendirian. Pemerintah dan dunia usaha siap bahu-membahu mendukung syiar Islam di tanah Mandau," tegas Riki.
Melalui program edukasi spiritual yang humanis dan berwawasan jangka panjang ini, PT Pertamina Hulu Rokan kembali menegaskan posisinya. Kehadiran perusahaan di tanah Riau tidak hanya berorientasi pada target bisnis semata, tetapi juga melekat kuat sebagai agen pembawa maslahat dan keberkahan bagi tatanan sosial kemasyarakatan. (R-03)

