Bupati Kuansing Suhardiman Ambi Ancang-ancang Nyaleg DPR RI Lewat Demokrat Usai Dicopot Gerindra
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Ambi, memberi sinyal untuk berlabuh ke Partai Demokrat. Foto : Istimewa
Pekanbaru, SABANGMERAUKE NEWS - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Ambi, memberi sinyal untuk berlabuh ke Partai Demokrat. Bahkan ia sudah secara terang-terangan menawarkan diri untuk berlabuh ke Partai Demokrat.
Hal itu terlihat saat Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Riau, Jumat (15/5/2026). Dalam Musda tersebut, Suhardiman Ambi datang secara khusus dan diperkenalkan kepada Ketua Umum DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono melalui zoom meeting dan secara langsung kepada Sekjen Demokrat Herman Khaeron.
Menanggapi hal itu, Ketua DPD Demokrat Riau terpilih Agung Nugroho, mengakui hal tersebut. Ia menyebut bahwa Suhardiman Ambi hadir dalam Musda tersebut secara khusus.
Dikatakannya, mantan Ketua DPC Partai Gerindra Kuansing itu datang dalam Musda Demokrat untuk menawarkan diri dan ingin mendaftarkan diri sebagai kandidat calon legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Riau 2.
"Jadi memang dia (Suhardiman) salah satu yang memang datang tadi secara khusus. Dia datang untuk menawarkan diri dan ingin mendaftar sebagai calon untuk maju di Dapil Riau 2," ungkap Agung.
Hanya saja, kata Agung, saat ini Partai Demokrat Riau belum membuka pendaftaran. Namun dirinya tetap akan menampung terlebih dahulu tawaran tersebut.
Saat ini Demokrat Riau hanya memiliki satu kadernya yang duduk di DPR RI Dapil Riau 1 yakni Achmad. Sementara untuk Dapil Riau 2 masih kosong.
Dia berharap, hadirnya Suhardiman Ambi di Demokrat diharapkan bisa mengisi slot kursi DPR RI dari Dapil Riau 2. Dengan begitu, target Demokrat Riau bisa tercapai dengan mendapatkan satu kursi di masing-masing Dapil.
Di sisi lain, dia juga memastikan bahwa setiap orang yang menggunakan perahu Demokrat untuk berlabuh pada Pemilihan Legislatif nanti dipastikan kader Demokrat.
"Seharusnya sebelum nanti dia jadi calon di tempat kami, tentu harus otomatis tahapannya menjadi kader dulu. Baru bisa membawa nama partai," pungkasnya.(R-04)

