Prakiraan Cuaca
Jangan Jemur Baju Dulu! BMKG Ramal Hujan Petir Hantam Sumatera Utara Jumat Ini
Ilustrasi dan infografis prakiraan cuaca Sumatera Utara hari ini, Jumat, 15 Mei 2026. Foto: SM News/Created by AI
SUMUT, SabangMerauke News - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan ringan mendominasi wilayah Sumatera Utara sepanjang Jumat, 15 Mei 2026. Cuaca di Medan, Deli Serdang, Langkat, hingga Nias diperkirakan berubah cepat sejak pagi hingga malam hari nanti. BMKG juga mengingatkan potensi hujan sedang muncul pada kawasan pegunungan serta pesisir barat dan timur Sumut.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Budi Prasetyo, menyebut kondisi atmosfer Sumatera Utara sedang cukup aktif sekarang. Fenomena Madden-Julian Oscillation atau MJO fase tiga ikut memicu pertumbuhan awan hujan semakin cepat belakangan ini. “Waspadai potensi hujan ringan hingga sedang pada pegunungan serta pesisir timur dan barat,” ujar Budi Prasetyo,Kamis, 14 Mei 2026.
Cuaca Sumatera Utara sejak pagi diprediksi didominasi oleh awan tebal disertai hujan ringan pada beberapa wilayah utama. Langkat, Deli Serdang, Nias Selatan, serta Serdang Bedagai masuk daftar daerah berpotensi diguyur hujan lebih awal. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat berpotensi sedikit terganggu, terutama saat mobilitas menuju pusat kota berlangsung pagi nanti.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan diprediksi semakin meluas menuju sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Intensitas hujan diperkirakan berubah dari ringan menuju sedang terutama di daerah pegunungan serta dataran tinggi nantinya. Medan, Simalungun, Karo, Labuhanbatu, hingga Mandailing Natal diprediksi mengalami cuaca lembap sepanjang sore menjelang malam hari.
BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 16 hingga 33 derajat Celsius sepanjang hari yang akan berlangsung nanti. Tingkat kelembapan udara juga cukup tinggi dengan kisaran 75 hingga 99 persen selama periode pengamatan berjalan. Situasi tersebut membuat udara Sumut terasa lebih gerah sebelum hujan akhirnya turun di beberapa kawasan perkotaan besar.
Angin diperkirakan bergerak dari selatan menuju barat daya dengan kecepatan mencapai sembilan kilometer per jam nantinya. Pergerakan angin tersebut ikut mendorong pertumbuhan awan hujan pada sejumlah wilayah pesisir timur dan barat Sumatera Utara. BMKG menilai dinamika atmosfer sekarang masih cukup kuat sehingga perubahan cuaca dapat berlangsung sangat cepat setiap waktunya.
Pada malam hari, hujan ringan diperkirakan masih mengguyur sejumlah daerah sepanjang kawasan Sumatera Utara bagian timur. Wilayah Medan, Tebing Tinggi, Tanjung Balai, Asahan, Batubara, hingga Serdang Bedagai diprediksi masih mengalami hujan. Situasi tersebut membuat masyarakat diminta menyiapkan perlengkapan perjalanan lebih matang, terutama saat aktivitas malam berlangsung nantinya.
BMKG juga memprediksi hujan malam hari menyebar menuju kawasan Labuhanbatu serta Padanglawas Utara yang sekarang berlangsung. Kondisi serupa diperkirakan terjadi pada kawasan Nias, Nias Selatan, Mandailing Natal, serta samosir menjelang tengah malam nanti. Awan hujan diperkirakan bertahan cukup lama akibat kelembapan udara tinggi pada lapisan atmosfer bawah wilayah Sumatera Utara.
Menjelang dini hari Sabtu, hujan ringan masih berpotensi bertahan di beberapa wilayah pesisir dan perkotaan utama. Asahan, Langkat, Tanjung Balai, Serdang Bedagai, serta Labuhanbatu Utara diprediksi masih mengalami gerimis tipis berkelanjutan nantinya. Situasi tersebut membuat kondisi jalan berpotensi licin terutama pada jalur lintas utama menuju kawasan pantai timur Sumatera Utara.
Budi Prasetyo menjelaskan bahwa pertumbuhan awan hujan dipicu oleh pertemuan massa udara pada kawasan pesisir Sumatera Utara yang sekarang berlangsung. Daerah konvergensi serta konfluensi terpantau memanjang dari pantai timur hingga pantai barat Sumut beberapa hari terakhir. “Kondisi atmosfer lokal cukup labil sehingga mendukung proses konvektif pembentukan awan hujan,” kata Budi Prasetyo.
Fenomena MJO fase tiga juga menjadi salah satu faktor utama meningkatnya potensi hujan di wilayah Indonesia bagian barat. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan awan konvektif berlangsung lebih cepat, terutama saat suhu udara mulai meningkat pada siang hari. BMKG menilai pengaruh atmosfer global masih cukup aktif hingga pertengahan Mei 2026 dan sekarang berlangsung di kawasan Sumatera Utara.
Cuaca berawan diprediksi mendominasi beberapa wilayah lain seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan hari ini. Kawasan Nias Barat, Padang Lawas, serta Kota Sibolga juga diperkirakan mengalami kondisi langit cenderung mendung sepanjang hari. Meski tidak seluruh wilayah mengalami hujan deras, perubahan cuaca tetap diperkirakan berlangsung cukup cepat dalam beberapa jam mendatang.
Kota Medan diprediksi akan mengalami hujan ringan dengan suhu udara berkisar antara 25 hingga 31 derajat Celsius nantinya. Binjai dan Tanjung Balai juga diperkirakan mengalami kondisi cuaca serupa dengan udara yang terasa cukup panas sebelum hujan turun. Situasi tersebut membuat aktivitas luar ruangan berpotensi sedikit terganggu terutama saat siang menuju sore hari berlangsung sekarang.
Kawasan dataran tinggi seperti Karo, Dairi, serta Samosir diprediksi mengalami suhu udara lebih dingin dibandingkan dengan wilayah lainnya. BMKG mencatat suhu minimum di daerah pegunungan Sumatera Utara dapat menyentuh angka 16 hingga 18 derajat Celsius. Hujan ringan juga diperkirakan muncul lebih sering di wilayah tersebut akibat kelembapan udara yang cukup tinggi yang sekarang berlangsung.
BMKG meminta masyarakat terus memantau pembaruan prakiraan cuaca sebelum melakukan perjalanan menuju kawasan rawan hujan nantinya. Pengendara diminta lebih berhati-hati saat melintas di jalur pegunungan serta kawasan pesisir Sumatera Utara akhir pekan ini. Aktivitas nelayan dan pelayaran tradisional juga diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berangkat menuju laut lepas nantinya.
Cuaca Sumatera Utara sepanjang Mei memang dikenal cukup sulit diprediksi akibat perubahan atmosfer yang sangat cepat setiap harinya sekarang. Kombinasi suhu panas, kelembapan tinggi, serta pergerakan angin membuat awan hujan tumbuh mendadak di banyak wilayah perkotaan. Situasi tersebut menjadikan prakiraan cuaca harian BMKG semakin penting untuk diperhatikan masyarakat selama aktivitas berlangsung sepanjang akhir pekan ini. R-02

