Prakiraan Cuaca
Nelayan Sumbar Tolong Menepi! Hujan Petir dan Gelombang 2,5 Meter Mengintai
Ilustrasi dan infografis prakiraan cuaca Sumatera Barat tiga hari mendatang. Foto: SM News/Created by AI
SUMBAR, SabangMerauke News - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan cuaca laut untuk wilayah Sumatera Barat. BMKG memprediksi hujan petir serta gelombang mencapai 2,5 meter berpotensi terjadi hingga Minggu, 18 Mei 2026. Kondisi tersebut diperkirakan menghantam sejumlah kawasan perairan Mentawai, Padang, hingga Pasaman Barat dalam beberapa hari mendatang.
Informasi tersebut disampaikan BMKG Maritim Teluk Bayur melalui rilis resmi yang diterima media pada Kamis, 14 Mei 2026. BMKG meminta nelayan serta pengguna transportasi laut meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca cukup cepat selama akhir pekan. Aktivitas pelayaran tradisional juga diminta lebih berhati-hati ketika melintas di wilayah perairan berpotensi mengalami gelombang tinggi.
Pada periode Jumat, 15 Mei 2026 pukul 07.00 WIB hingga Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 06.00 WIB, cuaca diprediksi berubah-ubah. BMKG memperkirakan kondisi langit berawan hingga hujan sedang terjadi pada sejumlah wilayah perairan Sumatera Barat selama sehari penuh. Kawasan laut Padang dan Padang Pariaman diprediksi akan mengalami hujan sedang dengan intensitas cukup tinggi akhir pekan ini.
Selain Padang dan Padang Pariaman, hujan ringan juga diperkirakan turun di sejumlah wilayah perairan lainnya nanti. Kawasan Agam, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, hingga Kepulauan Mentawai masuk daerah rawan perubahan cuaca tersebut sekarang. BMKG juga memprediksi wilayah Timur Siberut, Timur Sipora, serta Timur Pagai mengalami hujan ringan sepanjang periode pertama.
Sementara itu, wilayah Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai diprediksi mengalami cuaca cukup berbahaya selama beberapa hari. Kawasan tersebut masuk kategori rawan hujan petir disertai perubahan angin cukup kencang menjelang akhir pekan yang berjalan sekarang. Nelayan tradisional diminta lebih berhati-hati saat mencari ikan menuju kawasan laut lepas sekitar Mentawai nantinya.
“Gelombang laut berpotensi mencapai 2,5 meter pada beberapa wilayah perairan Sumatera Barat,” tulis BMKG Maritim Teluk Bayur dalam rilis resmi. BMKG juga memprediksi arah angin bergerak dari timur hingga utara dengan kecepatan mencapai tujuh knot nantinya. Situasi tersebut membuat kondisi laut diperkirakan berubah cukup cepat terutama pada malam hingga dini hari mendatang.
Memasuki periode Sabtu, 16 Mei 2026, hingga Minggu, 17 Mei 2026, cuaca diprediksi semakin tidak stabil pada sejumlah wilayah. BMKG memperkirakan hujan petir berpotensi muncul pada kawasan Barat Siberut serta Barat Pagai sepanjang periode kedua berlangsung. Potensi petir juga diprediksi terjadi menuju kawasan Barat Sipora selama akhir pekan mendatang nanti.
Cuaca hujan ringan masih diperkirakan mengguyur wilayah Agam, Pasaman Barat, hingga Padang dan Padang Pariaman akhir pekan. Selain itu, Timur Siberut, Timur Sipora, serta Timur Pagai diprediksi mengalami kondisi serupa selama periode kedua berlangsung. BMKG meminta masyarakat pesisir tidak menganggap remeh perubahan cuaca mendadak selama aktivitas berlangsung di kawasan laut terbuka.
Kecepatan angin pada periode kedua diprediksi meningkat dibandingkan dengan hari sebelumnya, dengan arah bergerak menuju timur laut nantinya. BMKG mencatat kecepatan angin berkisar dua hingga delapan knot pada sejumlah kawasan laut Sumatera Barat selama akhir pekan. Kondisi tersebut membuat gelombang sedang masih berpotensi muncul di beberapa wilayah perairan Mentawai dan sekitarnya.
Memasuki Minggu, 17 Mei 2026, hingga Senin, 18 Mei 2026, cuaca diperkirakan mulai sedikit lebih tenang. Namun, BMKG tetap memprediksi hujan ringan akan terjadi hampir merata pada sebagian besar wilayah perairan Sumatera Barat nantinya. Angin diperkirakan bergerak dari arah barat laut hingga utara dengan kecepatan mencapai delapan knot selama periode terakhir.
BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir untuk memantau informasi terbaru sebelum melakukan aktivitas menuju kawasan laut terbuka yang sekarang berlangsung. Nelayan tradisional, operator kapal wisata, hingga pengguna kapal penyeberangan diminta memperhatikan perkembangan kondisi cuaca setiap harinya. Langkah tersebut dianggap penting demi mengurangi risiko kecelakaan laut akibat perubahan cuaca mendadak selama perjalanan berlangsung.
“Pengguna transportasi laut diimbau selalu memantau pembaruan cuaca resmi dari BMKG,” tulis BMKG Maritim Teluk Bayur melalui keterangannya. BMKG menilai cuaca laut di wilayah Sumatera Barat sangat dinamis menjelang pertengahan Mei 2026 sekarang berlangsung. Perubahan arah angin serta pertumbuhan awan hujan diperkirakan terjadi cukup cepat selama beberapa hari ke depan.
Selain gelombang dan hujan petir, BMKG juga merilis prakiraan pasang surut air laut untuk wilayah Sumatera Barat tersebut. Pada Jumat, 15 Mei 2026, air laut diprediksi mengalami pasang pada pukul 04.00 hingga 07.00 WIB pagi hari. Kondisi pasang kembali diperkirakan terjadi pukul 16.00 hingga 19.00 WIB menjelang malam akhir pekan nanti.
Sementara itu, kondisi surut diprediksi berlangsung pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB selama siang menuju sore hari. Air laut juga diperkirakan kembali surut pada pukul 21.00 hingga 00.00 WIB saat malam hari berlangsung nanti. Informasi pasang surut tersebut dinilai penting terutama bagi nelayan kecil serta aktivitas kapal tradisional sekitar pesisir Sumatera Barat.
Cuaca laut ekstrem memang bukan hal baru bagi kawasan perairan Sumatera Barat, terutama saat perubahan musim mulai terjadi sekarang. Namun, kombinasi hujan petir, angin bergerak cepat, serta gelombang tinggi tetap menjadi ancaman serius bagi aktivitas pelayaran kecil. Situasi tersebut membuat kewaspadaan masyarakat pesisir menjadi faktor penting dalam menghadapi akhir pekan dengan cuaca tidak menentu. R-02

