La Liga Spanyol
Real Madrid Krisis, Vinicius dan Bellingham Jadi Harapan Terakhir Lawan Oviedo
Pemain Real Madrid, Kylian Mbappe, melakukan selebrasi setelah mencetak gol. (ist)
SPANYOL, SabangMerauke News - Real Madrid memasuki malam penuh tekanan usai gagal menjadi juara La Liga 2025/2026 dan dipermalukan Barcelona. Duel melawan Real Oviedo di Stadion Santiago Bernabeu, Jumat, 15 Mei 2026 dini hari WIB, berubah menjadi panggung pembuktian harga diri Los Blancos. Álvaro Arbeloa langsung memasang nada keras sambil menjanjikan Real Madrid lebih buas musim depan.
Kekalahan dari Barcelona pada pekan ke-36 membuat suasana Madrid mendadak terasa dingin dan gelisah. Pendukung mulai frustrasi melihat inkonsistensi permainan dalam beberapa pekan terakhir musim kompetisi. Los Blancos hanya mencatat dua kemenangan dari enam pertandingan terakhir di semua ajang musim ini.
Álvaro Arbeloa, pelatih interim Real Madrid, mencoba meredam kegaduhan yang terus bergulir sepanjang pekan terakhir. Mantan bek kanan Madrid tersebut sadar tekanan besar selalu mengiringi klub sebesar Real Madrid setiap musim. Arbeloa menilai standar tinggi membuat setiap kegagalan langsung terasa seperti bencana besar bagi publik Bernabéu.
“Jika Real Madrid berada di posisi sekarang, itu karena standar tinggi,” ujar Álvaro Arbeloa. “Saya tidak berani mengatakan Real Madrid tidak akan memenangkan apa pun musim depan,” lanjutnya lagi. Pernyataan tersebut langsung memancing perhatian besar media Spanyol sejak Rabu malam waktu setempat.
Ucapan Arbeloa terasa seperti alarm keras dari ruang ganti Madrid yang sedang limbung akibat hasil buruk. Musim 2025/2026 berubah menjadi musim pahit setelah rival abadi Barcelona sukses mengunci gelar juara La Liga. Kekalahan 0-2 pada El Clásico terakhir juga meninggalkan luka besar bagi publik Santiago Bernabéu.
Meski gagal menjadi juara, statistik Real Madrid sebenarnya tidak sepenuhnya buruk sepanjang musim kompetisi domestik berlangsung. Los Blancos mencatat 24 kemenangan, lima hasil imbang, serta enam kekalahan hingga pekan ke-36 berjalan. Madrid juga mampu mencetak 70 gol sepanjang musim meski pertahanan mereka mulai sering bocor.
Masalah terbesar Madrid justru muncul saat menghadapi laga-laga besar musim ini secara konsisten dan brutal. Lini belakang terlihat rapuh ketika lawan melakukan transisi cepat menuju area pertahanan Los Blancos sepanjang musim. Cedera pemain inti juga membuat rotasi skuad Madrid sering berubah dan kehilangan keseimbangan permainan.
Nama-nama penting seperti Dani Carvajal, Federico Valverde, Rodrygo, hingga Arda Güler sempat bergantian masuk ruang perawatan. Situasi tersebut membuat Arbeloa kesulitan menjaga kestabilan performa tim pada momen paling menentukan musim ini. Real Madrid akhirnya gagal bersaing sampai garis akhir perebutan trofi domestik maupun Eropa.
Meski suasana sedang panas, Arbeloa tetap menunjukkan keyakinan besar terhadap proyek jangka panjang Real Madrid berikutnya. Ia memuji manajemen klub yang dinilai tetap bekerja stabil meski hasil musim ini mengecewakan banyak pendukung. Evaluasi besar dipastikan berlangsung pada bursa transfer musim panas mendatang.
“Manajemen sangat bagus dan memiliki pemain-pemain hebat,” ujar Álvaro Arbeloa. “Pada musim panas nanti akan ada analisis demi meningkatkan performa tim,” sambung mantan pemain Liverpool tersebut. Kalimat itu langsung memicu spekulasi besar soal transfer pemain baru musim depan.
Madrid memang diperkirakan bergerak agresif saat jendela transfer kembali dibuka beberapa pekan mendatang. Posisi bek tengah, gelandang bertahan, hingga penyerang cadangan menjadi fokus utama evaluasi manajemen klub pada musim panas. Arbeloa juga memberi sinyal bahwa skuad musim depan bakal jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan musim sekarang.
“Mereka akan memiliki skuad lebih kuat karena ini olahraga yang selalu berubah,” kata Álvaro Arbeloa. “Tidak ada klub juara Liga Champions dan La Liga setiap tahun,” lanjut pria asal Spanyol tersebut. Pernyataan itu terdengar seperti pengingat keras bagi publik Madrid yang haus trofi.
Di tengah tekanan besar, duel melawan Real Oviedo menjadi kesempatan penting untuk mengembalikan kepercayaan diri skuad Madrid. Bernabéu diprediksi tetap penuh meski atmosfer sedang tidak sehangat musim-musim kejayaan sebelumnya bagi Los Blancos. Pendukung berharap Vinicius Junior dan Jude Bellingham kembali menunjukkan magis mereka pada laga kandang nanti.
Real Madrid kemungkinan menurunkan kombinasi pemain senior dan muda saat menghadapi Oviedo di Bernabéu nanti malam. Thibaut Courtois diprediksi kembali menjaga mistar gawang setelah kondisi fisiknya semakin membaik belakangan ini. Trent Alexander-Arnold juga berpeluang tampil sejak menit awal bersama David Alaba serta Raul Asencio.
Sektor tengah kemungkinan diisi Eduardo Camavinga, Aurelien Tchouaméni, dan Thiago Pitarch sejak awal pertandingan nanti malam. Brahim Díaz diperkirakan mendapat peran bebas membantu aliran bola menuju lini depan Los Blancos sepanjang laga. Vinicius Junior berpotensi diduetkan bersama Gonzalo Garcia demi membongkar pertahanan rapat tim tamu.
Di sisi lain, Real Oviedo datang menuju Bernabéu dengan kondisi mental jauh lebih terpukul musim ini. Klub asal Asturias tersebut sudah dipastikan terdegradasi menuju Segunda División setelah hasil buruk beberapa pekan terakhir. Oviedo hanya mengoleksi 29 poin dari 35 pertandingan sepanjang kompetisi musim 2025/2026 berjalan.
Performa tandang Oviedo bahkan terlihat sangat menyedihkan sepanjang musim kompetisi domestik yang berlangsung cukup panjang tahun ini. Mereka cuma meraih dua kemenangan tandang dari total 17 pertandingan away sepanjang musim berjalan. Statistik tersebut membuat Madrid sangat diunggulkan menang mudah pada pertandingan Kamis dini hari nanti.
Meski begitu, Arbeloa tetap meminta skuadnya tidak memandang remeh lawan yang sedang terpuruk dan terluka. Ia sadar tekanan publik terhadap Bernabéu bisa berubah menjadi mimpi buruk jika Madrid kembali kehilangan poin kandang. Situasi tersebut membuat duel melawan Oviedo terasa lebih penting dibandingkan sekadar pertandingan formalitas akhir musim.
Real Oviedo diprediksi akan bermain defensif sambil mengandalkan serangan balik cepat menuju area pertahanan Madrid sepanjang pertandingan nanti. Federico Vinas kemungkinan menjadi tumpuan utama lini depan dibantu pengalaman veteran Santi Cazorla di sektor tengah. Oviedo juga berharap Aaron Escandell mampu tampil gemilang di bawah mistar gawang mereka.
Secara kualitas individu, Madrid jelas berada beberapa level di atas tim tamu dari Asturias tersebut malam nanti. Rekor pertemuan kedua tim juga memperlihatkan dominasi mutlak Los Blancos dalam beberapa tahun terakhir kompetisi domestik. Pada pertemuan pertama musim ini, Madrid bahkan menang meyakinkan tiga gol tanpa balas.
Namun, sepak bola sering berubah liar ketika tekanan mental mulai mengganggu stabilitas permainan sebuah tim besar dunia. Bernabeu kini menunggu respons para pemain Madrid setelah musim pahit dan kritik tajam terus berdatangan setiap hari. Arbeloa sadar bahwa kemenangan besar menjadi obat tercepat untuk meredam kemarahan pendukung Los Blancos.
Laga melawan Oviedo akhirnya terasa seperti panggung ujian mental terakhir bagi skuad Madrid musim ini sepenuhnya. Kemenangan mungkin tidak mengubah posisi klasemen, tetapi mampu menjaga harga diri klub raksasa ibu kota Spanyol tersebut. Publik Bernabéu kini hanya ingin melihat Real Madrid kembali bermain lapar, tajam, dan penuh amarah. R-02

