Final Coppa Italia
Inter Milan Bidik Double Winner, Lazio Bisa Hancur di Rumah Sendiri Dini Hari Nanti
Inter Milan kembali beradu dengan Lazio pada laga final Coppa Italia di Olimpico Roma, Kamis dini hari WIB, 14 Mei 2026, nanti. (APPhoto)
ITALIA, SabangMerauke News - Final Coppa Italia 2025-2026 langsung membakar Italia menjelang Kamis dini hari WIB, 14 Mei 2026, nanti. Inter Milan datang membawa aura pembunuh usai menghancurkan Lazio tiga gol tanpa balas pekan lalu. Stadion Olimpico Roma kini berubah menjadi panggung balas dendam panas penuh tekanan emosional besar.
Inter Milan sudah mengunci gelar Serie A musim ini dan kini mengejar trofi kedua bergengsi. Nerazzurri juga memburu gelar Coppa Italia kesepuluh sepanjang sejarah klub raksasa biru-hitam tersebut. Lazio masuk final penuh drama setelah menyingkirkan Atalanta lewat adu penalti menegangkan beberapa pekan lalu.
Inter Milan lolos menuju partai puncak usai menekuk Como melalui agregat ketat penuh tekanan besar. Pertemuan panas tersebut menghadirkan aroma perang baru setelah duel Serie A berlangsung brutal pekan kemarin.
Sabtu, 9 Mei 2026 lalu, Inter Milan menghajar Lazio tiga gol tanpa balas di Olimpico Roma. Lautaro Martínez membuka pesta cepat sebelum Petar Sučić serta Henrikh Mkhitaryan mempermalukan tuan rumah telak. Kekalahan tersebut meninggalkan luka mendalam bagi Lazio menjelang duel hidup-mati Coppa Italia kali ini.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, langsung memadamkan euforia kemenangan besar anak asuhnya sejak awal pekan ini. Chivu menilai laga final berbeda secara total dibandingkan dengan pertandingan Serie A biasa yang penuh rotasi serta tekanan berbeda. “Ini dua pertandingan berbeda dan Lazio punya motivasi tambahan sekarang,” ujar Cristian Chivu, Rabu, 13 Mei 2026.
Mantan bek legendaris Inter Milan tersebut terlihat santai meski peluang double winner terbuka sangat lebar musim ini. Chivu malah meminta pemainnya tersenyum dan menikmati pertandingan tanpa terbebani oleh tekanan besar publik Italia. “Masuk lapangan dengan senyuman dan tetap rendah hati,” kata Cristian Chivu saat konferensi pers resmi.
Inter Milan memang sedang berada dalam jalur mengerikan sepanjang beberapa bulan terakhir musim kompetisi yang panas. Nerazzurri sukses mengunci Scudetto ke-21 setelah tampil stabil menghadapi tekanan ketat rival sepanjang musim berjalan. Kini trofi Coppa Italia menjadi target terakhir demi menyempurnakan musim luar biasa mereka bersama Cristian Chivu.
Chivu juga menyadari Lazio pasti tampil jauh lebih ganas dibanding duel akhir pekan sebelumnya di Serie A. Kekalahan memalukan pekan lalu menciptakan bara panas dalam ruang ganti Maurizio Sarri menjelang partai final nanti. “Kami wajib rendah hati karena final selalu menghadirkan energi serta tekanan berbeda,” ujar Cristian Chivu lagi.
Lazio sendiri sedang menjalani musim naik turun penuh luka serta tekanan keras dari pendukung fanatik mereka belakangan. Biancocelesti kini tercecer di papan tengah Serie A setelah menelan sebelas kekalahan sepanjang musim berjalan yang melelahkan. Coppa Italia menjadi peluang terakhir untuk menyelamatkan harga diri klub ibu kota Italia tersebut musim ini.
Bek Lazio, Adam Marusic, memastikan timnya tidak akan menyerah begitu saja menghadapi Inter Milan di final. Marusic menyebut kekalahan pekan lalu terjadi setelah Lazio kehilangan pemain akibat kartu merah penting dalam pertandingan. “Final berbeda dan Olimpico memberi tenaga tambahan besar bagi kami,” ujar Adam Marusic kepada media Italia.
Atmosfer Stadion Olimpico dipastikan membara karena ribuan suporter Lazio menyiapkan koreografi besar sepanjang tribun utara nanti. Tekanan besar bakal menghantam pemain Inter Milan sejak menit pertama pertandingan dimulai tengah pekan nanti di Roma. Suasana emosional tersebut membuat final Coppa Italia terasa seperti pertarungan harga diri dua kerajaan Italia besar.
Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, juga terlihat sangat lapar menjelang pertandingan paling penting penghujung musim tersebut nanti. Striker Argentina itu tampil ganas sepanjang musim dan kembali mencetak gol saat mempermalukan Lazio pekan lalu. Lautaro menyebut gelar ganda menjadi penutup sempurna perjalanan luar biasa Nerazzurri musim ini bersama Cristian Chivu.
“Double winner akan terasa sangat spesial bagi seluruh pemain Inter Milan musim ini,” ujar Lautaro Martinez, Selasa. Lautaro juga memperingatkan rekan setimnya agar tidak menganggap Lazio bakal mudah ditaklukkan kembali pada final nanti. Menurutnya, tekanan partai final bisa mengubah seluruh dinamika pertandingan hanya dalam hitungan menit saja.
Inter Milan terakhir meraih double winner domestik musim 2009-2010 bersama Jose Mourinho saat era kejayaan lama mereka. Kala itu Nerazzurri bahkan sukses meraih treble winner setelah menggila juga di Liga Champions Eropa bergengsi. Musim ini, Cristian Chivu perlahan membawa aroma kejayaan lama kembali memenuhi ruang ganti Inter Milan.
Chivu mengaku bangga terhadap karakter pemainnya sejak awal mengambil kursi pelatih menggantikan Simone Inzaghi sebelumnya musim lalu. Menurut Chivu, kekuatan terbesar Inter Milan bukan cuma kualitas teknis melainkan solidaritas antarpemain sepanjang musim berjalan. “Saya melihat kebanggaan besar ketika mereka memakai seragam Inter Milan,” kata Cristian Chivu lagi kepada wartawan.
Kabar baik datang dari kondisi Marcus Thuram menjelang duel panas menghadapi Lazio di Roma tengah pekan nanti. Penyerang asal Prancis tersebut sempat diragukan tampil setelah mengalami gangguan kebugaran beberapa hari terakhir sebelumnya. Namun, Cristian Chivu memastikan Thuram sudah kembali mengikuti sesi latihan bersama seluruh skuad utama Inter Milan.
“Thuram sudah membaik dan kembali berlatih bersama tim hari ini,” ujar Cristian Chivu. Kehadiran Thuram jelas menjadi ancaman tambahan yang mengerikan bagi pertahanan Lazio yang masih rapuh sepanjang musim berjalan. Kombinasi Lautaro Martinez serta Marcus Thuram menjadi duet pembunuh paling mematikan Serie A musim ini bersama Inter.
Di sisi lain, final ini juga membawa aroma emosional mendalam bagi sejumlah pemain senior kedua klub besar Italia. Pedro Rodriguez disebut menjalani pertandingan terakhir bersama Lazio setelah kontraknya tidak diperpanjang akhir musim ini nanti. Sementara Henrikh Mkhitaryan dikabarkan siap mengakhiri karier profesional setelah perjalanan panjang sepak bola Eropa yang luar biasa.
Suporter Lazio bahkan menyiapkan penghormatan spesial bagi Pedro Rodriguez di tribun Curva Nord Stadion Olimpico nanti. Momen tersebut membuat final Coppa Italia berubah bukan sekadar perebutan trofi, melainkan panggung perpisahan penuh emosi mendalam. Ribuan mata dipastikan tertuju kepada para pemain senior yang menjalani malam emosional terakhir mereka di Roma nanti.
Secara statistik, Inter Milan jauh lebih superior dibandingkan dengan Lazio dalam beberapa pertemuan terakhir kedua tim besar Italia tersebut. Nerazzurri selalu menang musim ini dan bahkan sempat menghancurkan Lazio enam gol tanpa balas pada Desember 2024. Dominasi tersebut menciptakan tekanan mental besar bagi Maurizio Sarri menjelang final Coppa Italia kali ini.
Namun, sepak bola Italia sering menghadirkan kejutan liar, terutama saat pertandingan final berlangsung dengan penuh tekanan mental tinggi. Lazio dipastikan tampil habis-habisan demi menyelamatkan musim buruk sekaligus membungkam kesombongan Inter Milan saat ini. Maurizio Sarri membutuhkan keajaiban besar agar pasukannya mampu menghentikan mesin pembunuh Cristian Chivu di Olimpico Roma.
Jika berhasil menang, Inter Milan bakal meraih trofi Coppa Italia kesepuluh sepanjang sejarah panjang klub legendaris tersebut. Nerazzurri juga semakin mendekati Juventus sebagai pengoleksi gelar Coppa Italia terbanyak sepanjang sejarah kompetisi Italia bergengsi. Sementara Lazio mengejar trofi kedelapan demi menjaga harga diri klub ibu kota tetap hidup musim ini.
Roma kini menunggu ledakan besar dini hari nanti saat dua raksasa Italia saling mengunci dalam tekanan mengerikan. Inter Milan datang membawa mental juara dan statistik mengerikan, sementara Lazio menyimpan bara balas dendam sangat panas. Final Coppa Italia 2026 dipastikan menghadirkan malam penuh drama, amarah, air mata, serta sejarah baru Italia. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Piala Asia U-17 2026
Garuda Muda Wajib Menang, Jepang Datang Membawa Statistik Mengerikan

