SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Rp1 Miliar Ludes, Tiket Tak Terbit! Bos Travel Bongkar Nama Oknum di Balik Gagalnya Pesparawi Kepri

      Rp1 Miliar Ludes, Tiket Tak Terbit! Bos Travel Bongkar Nama Oknum di Balik Gagalnya Pesparawi Kepri

      29/06/2026  ❘  19:13 WIB
    • Drama Pesparawi Kepri Berujung Laporan Polisi, Dugaan Masalah Tiket Rp1 Miliar Mulai Diusut

      Drama Pesparawi Kepri Berujung Laporan Polisi, Dugaan Masalah Tiket Rp1 Miliar Mulai Diusut

      29/06/2026  ❘  18:59 WIB
    • Kabar Panas OTT KPK di Kuansing, Brimob Bersenjata Amankan Rumah Dinas Sekda Zulkarnain

      Kabar Panas OTT KPK di Kuansing, Brimob Bersenjata Amankan Rumah Dinas Sekda Zulkarnain

      29/06/2026  ❘  18:09 WIB
    • Bos Travel Buka Suara Soal Gagalnya PSW Pesparawi Kepri Terbang ke Manokwari, Sebut Oknum Staf DPRD

      Bos Travel Buka Suara Soal Gagalnya PSW Pesparawi Kepri Terbang ke Manokwari, Sebut Oknum Staf DPRD

      29/06/2026  ❘  18:07 WIB
  • Nasional
    • Hadapi El Nino 2026, BMKG Minta Seluruh Daerah Siaga! Kekeringan hingga Karhutla Mengintai

      Hadapi El Nino 2026, BMKG Minta Seluruh Daerah Siaga! Kekeringan hingga Karhutla Mengintai

      29/06/2026  ❘  21:54 WIB
    • Bos Perusahaan Sawit Ditahan, Polisi Bongkar Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Bernilai Besar

      Bos Perusahaan Sawit Ditahan, Polisi Bongkar Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Bernilai Besar

      29/06/2026  ❘  19:36 WIB
    • Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli, Lulusan Disabilitas Kini Bisa Ikut Daftar

      Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli, Lulusan Disabilitas Kini Bisa Ikut Daftar

      29/06/2026  ❘  15:25 WIB
    • Kemenperin Ungkap Kawasan Industri Indonesia Tembus 179, Investasi Melonjak Rp6.744 Triliun

      Kemenperin Ungkap Kawasan Industri Indonesia Tembus 179, Investasi Melonjak Rp6.744 Triliun

      29/06/2026  ❘  15:23 WIB
  • Ekonomi
    • IHSG Ditutup Turun 1,28 Persen ke Level 5.820, Saham Big Caps Jadi Penekan Utama

      IHSG Ditutup Turun 1,28 Persen ke Level 5.820, Saham Big Caps Jadi Penekan Utama

      29/06/2026  ❘  18:36 WIB
    • Minyak Jinak, Rupiah Mengamuk! Pasar Keuangan Indonesia Bikin Dolar Kehilangan Tenaga

      Minyak Jinak, Rupiah Mengamuk! Pasar Keuangan Indonesia Bikin Dolar Kehilangan Tenaga

      29/06/2026  ❘  18:28 WIB
    • Wujudkan Pernikahan Impian dengan Paket Intimate Wedding Mulai Rp 36 Juta di BATIQA Hotel Pekanbaru

      Wujudkan Pernikahan Impian dengan Paket Intimate Wedding Mulai Rp 36 Juta di BATIQA Hotel Pekanbaru

      29/06/2026  ❘  16:07 WIB
    • Antusiasme Tamu Tinggi, Promo Pekan Rasa Nusantara di BATIQA Hotel Pekanbaru Kini Hadir Setiap Hari

      Antusiasme Tamu Tinggi, Promo Pekan Rasa Nusantara di BATIQA Hotel Pekanbaru Kini Hadir Setiap Hari

      29/06/2026  ❘  15:50 WIB
  • Politik
    • Ganjar Buka Suara usai Jokowi Pasang Target Besar untuk PSI di Pemilu 2029

      Ganjar Buka Suara usai Jokowi Pasang Target Besar untuk PSI di Pemilu 2029

      29/06/2026  ❘  10:06 WIB
    • Melawan Kutukan Partai Gurem, Jokowi Yakin PSI Lolos ke DPR di Pemilu 2029

      Melawan Kutukan Partai Gurem, Jokowi Yakin PSI Lolos ke DPR di Pemilu 2029

      27/06/2026  ❘  21:00 WIB
    • PDIP Nilai Safari Politik Jokowi Bersama PSI Berkaitan Pilpres 2029

      PDIP Nilai Safari Politik Jokowi Bersama PSI Berkaitan Pilpres 2029

      27/06/2026  ❘  14:47 WIB
    • Jokowi Sebut Kemeja dan Topi PSI Merupakan Pemberian Kaesang Pangarep

      Jokowi Sebut Kemeja dan Topi PSI Merupakan Pemberian Kaesang Pangarep

      26/06/2026  ❘  18:14 WIB
  • Hukrim
    • Sengketa Tanah Pemkab Meranti vs Swandi Berakhir di MA, Eksekusi Pembongkaran Tertunda, Dugaan Pemalsuan SKGR Disidik Polisi

      Sengketa Tanah Pemkab Meranti vs Swandi Berakhir di MA, Eksekusi Pembongkaran Tertunda, Dugaan Pemalsuan SKGR Disidik Polisi

      29/06/2026  ❘  21:35 WIB
    • Kuansing Memanas! Bupati Dikabarkan Diperiksa KPK, Deretan Pejabat Ikut Menghilang dari Publik

      Kuansing Memanas! Bupati Dikabarkan Diperiksa KPK, Deretan Pejabat Ikut Menghilang dari Publik

      29/06/2026  ❘  18:12 WIB
    • Teluk Kuantan Mendadak Sunyi! Pagar Ditutup, Isu OTT KPK Bikin Semua Membeku

      Teluk Kuantan Mendadak Sunyi! Pagar Ditutup, Isu OTT KPK Bikin Semua Membeku

      29/06/2026  ❘  14:39 WIB
    • Drama Berakhir, Terduga Penganiaya Maut di Depan SPBU Pekanbaru Datang Sendiri ke Polisi

      Drama Berakhir, Terduga Penganiaya Maut di Depan SPBU Pekanbaru Datang Sendiri ke Polisi

      29/06/2026  ❘  08:45 WIB
  • Umum
    • 5 Cara Mengontrol Ledakan Emosi Anak dengan ADHD agar Lebih Tenang, Orang Tua Wajib Tahu!

      5 Cara Mengontrol Ledakan Emosi Anak dengan ADHD agar Lebih Tenang, Orang Tua Wajib Tahu!

      29/06/2026  ❘  13:11 WIB
    • Dokter Ungkap Rahasia Pijat Perut 5 Menit Saat Bangun Tidur, Mood Bisa Lebih Baik dan Pencernaan Lancar

      Dokter Ungkap Rahasia Pijat Perut 5 Menit Saat Bangun Tidur, Mood Bisa Lebih Baik dan Pencernaan Lancar

      29/06/2026  ❘  08:58 WIB
    • Kentang vs Nasi, Mana yang Lebih Baik untuk Diet dan Gula Darah? Simak Penjelasan Ahli

      Kentang vs Nasi, Mana yang Lebih Baik untuk Diet dan Gula Darah? Simak Penjelasan Ahli

      29/06/2026  ❘  07:26 WIB
    • Viral Dokter Sebut Betis Adalah

      Viral Dokter Sebut Betis Adalah 'Jantung Kedua', Ini Penjelasan Medis yang Jarang Diketahui

      29/06/2026  ❘  07:24 WIB
  • Riau
    • Susun Rencana Kontingensi Terukur, Sesko TNI Terjunkan Pasis Dikreg 55 ke Riau

      Susun Rencana Kontingensi Terukur, Sesko TNI Terjunkan Pasis Dikreg 55 ke Riau

      29/06/2026  ❘  20:38 WIB
    • Perkuat Kesiapsiagaan Daerah, Pemprov Riau Bentuk 6 Satgas Lintas Sektor

      Perkuat Kesiapsiagaan Daerah, Pemprov Riau Bentuk 6 Satgas Lintas Sektor

      29/06/2026  ❘  20:35 WIB
    • Pemprov Riau Ajak Perguruan Tinggi Swasta Perkuat Mutu Pendidikan dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045

      Pemprov Riau Ajak Perguruan Tinggi Swasta Perkuat Mutu Pendidikan dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045

      29/06/2026  ❘  20:29 WIB
    • SF Hariyanto Buka Peta Ancaman Riau, Enam Satgas Langsung Bergerak dari Hutan Sampai Laut

      SF Hariyanto Buka Peta Ancaman Riau, Enam Satgas Langsung Bergerak dari Hutan Sampai Laut

      29/06/2026  ❘  19:57 WIB
  • Sport
    • Jajaran Pelatih Lengkap, PSPS Mulai Seleksi Pemain Pertengahan Juli

      Jajaran Pelatih Lengkap, PSPS Mulai Seleksi Pemain Pertengahan Juli

      29/06/2026  ❘  16:26 WIB
    • PSPS Pekanbaru Kunci Antonio Gamaroni, Striker Spesialis Gol Menit Akhir Resmi Lanjut Musim 2026/2027

      PSPS Pekanbaru Kunci Antonio Gamaroni, Striker Spesialis Gol Menit Akhir Resmi Lanjut Musim 2026/2027

      29/06/2026  ❘  13:28 WIB
    • Jelang Lawan Argentina, Kapten Cape Verde Ryan Mendes Terseret Dugaan Pemerkosaan

      Jelang Lawan Argentina, Kapten Cape Verde Ryan Mendes Terseret Dugaan Pemerkosaan

      29/06/2026  ❘  11:38 WIB
    • Drama Injury Time! Kanada Bungkam Afrika Selatan dan Lolos ke 16 Besar

      Drama Injury Time! Kanada Bungkam Afrika Selatan dan Lolos ke 16 Besar

      29/06/2026  ❘  11:35 WIB
  • Opini
    • Penilaian FSC Kenapa Berhenti di Tahun 2020, Sementara Deforestasi dan Konflik Sosial di Areal Konsesi APP Group dan APRIL Group Masih Terus Berlanjut

      Penilaian FSC Kenapa Berhenti di Tahun 2020, Sementara Deforestasi dan Konflik Sosial di Areal Konsesi APP Group dan APRIL Group Masih Terus Berlanjut

      29/06/2026  ❘  11:22 WIB
    • Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      21/06/2026  ❘  15:12 WIB
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
  • Internasional
    • Serangan Ukraina Bikin Rusia Kekurangan Bahan Bakar, Putin Akhirnya Buka Suara

      Serangan Ukraina Bikin Rusia Kekurangan Bahan Bakar, Putin Akhirnya Buka Suara

      29/06/2026  ❘  08:53 WIB
    • Trump Ancam Iran Habis Jika Perang Berlanjut, Selat Hormuz Kembali Membara

      Trump Ancam Iran Habis Jika Perang Berlanjut, Selat Hormuz Kembali Membara

      28/06/2026  ❘  12:47 WIB
    • Dua Badai Tropis Kepung Jepang, 120 Penerbangan Dibatalkan dan Risiko Banjir Semakin Meluas

      Dua Badai Tropis Kepung Jepang, 120 Penerbangan Dibatalkan dan Risiko Banjir Semakin Meluas

      27/06/2026  ❘  13:14 WIB
    • Masjid Ibrahimi Hebron Kembali Jadi Sorotan, Israel Larang Azan dan Usir Pengurus Masjid

      Masjid Ibrahimi Hebron Kembali Jadi Sorotan, Israel Larang Azan dan Usir Pengurus Masjid

      27/06/2026  ❘  12:48 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Virus Hanta Bikin Panik Dunia, Ahli Bongkar Penyebab Kematian Cepat dalam Hitungan Hari

11/05/2026  ❘  08:29 WIB • Umum
Bagikan :
Virus Hanta Bikin Panik Dunia, Ahli Bongkar Penyebab Kematian Cepat dalam Hitungan Hari

Sejumlah petugas medis berbaju hazmat membawa penumpang dari kapal pesiar MV Hondius yang diyakini terinfeksi hantavirus, setelah mendarat di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, 6 Mei 2026.(AFP)

JAKARTA, SabangMerauke News - Dunia mendadak gaduh setelah Hantavirus menewaskan tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius. Virus tikus mematikan itu langsung memicu alarm kesehatan global setelah korban mengalami gangguan pernapasan brutal selama pelayaran lintas negara.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO akhirnya turun tangan memberi penjelasan agar kepanikan publik tidak berubah menjadi histeria massal. WHO memastikan wabah Hantavirus di MV Hondius bukan awal pandemi baru seperti Covid-19 enam tahun silam.

Risiko kesehatan masyarakat global masih tergolong rendah meski angka kematian virus ini terbilang mengerikan. Penularannya jauh lebih lambat dibandingkan dengan Covid-19 maupun influenza musiman. “Ini bukan Covid, ini bukan influenza, cara penyebarannya sangat berbeda,” ujar Maria van Kerkhove, epidemiolog WHO. 

Kapal pesiar MV Hondius langsung berubah menjadi ruang isolasi terapung setelah tiga penumpang meninggal dunia. Dua korban diketahui pasangan peneliti burung yang sebelumnya melakukan perjalanan ke Argentina, Chile, dan Uruguay. Wilayah Amerika Selatan tersebut dikenal sebagai habitat virus Andes, strain paling berbahaya dalam keluarga hantavirus.

Pakar Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Dominicus Husada, mengungkap dugaan kuat bahwa sumber infeksi berasal dari perjalanan sebelumnya. Virus Andes dikenal mampu menular antarmanusia melalui kontak erat berkepanjangan. Situasi itu berbeda dari mayoritas varian Hantavirus lain yang hanya menular lewat tikus. “Tidak ada tikus di kapal Hondius karena standar Eropa sangat ketat,” kata Dominicus Husada, anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI.

Tragedi MV Hondius memancing respons cepat sejumlah negara setelah para penumpang turun dari kapal. Inggris, Amerika Serikat, hingga Singapura mulai melakukan pemantauan dan isolasi terbatas terhadap warganya. Ketakutan dunia terhadap bayang-bayang pandemi baru kembali muncul diam-diam.

Meski begitu, epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, meminta masyarakat tetap tenang menghadapi situasi tersebut. Hantavirus dinilai belum memenuhi syarat menjadi pandemi global. Virus ini juga bukan patogen baru seperti SARS-CoV-2 saat pertama kali muncul. “Penularan Hantavirus berbeda jauh dengan Covid-19, tidak semudah Covid-19,” ujar Dicky Budiman, Sabtu, 9 Mei 2026.

Dicky menjelaskan bahwa pandemi membutuhkan tiga syarat utama sebelum meledak menjadi ancaman global besar. Pertama, virus harus benar-benar baru sehingga masyarakat belum memiliki imunitas. Kedua, belum tersedia vaksin maupun pengobatan efektif.

Syarat ketiga justru menjadi titik paling menentukan dalam kasus Hantavirus. Virus harus mampu menyebar cepat antarmanusia secara efektif dalam populasi luas. Hingga kini, hanya strain Andes yang memiliki kemampuan tersebut dan penyebarannya masih sangat terbatas. “Penularan antarmanusia Hantavirus relatif terbatas,” kata Dicky.

Hantavirus sebenarnya bukan virus baru dalam dunia kesehatan global. Virus ini pertama ditemukan tahun 1976 di Sungai Hantan, Korea Selatan, setelah menyerang tikus sawah. Nama Hantavirus kemudian diambil dari wilayah penemuan awal tersebut.

 

Dunia sempat diguncang wabah besar Hantavirus pada 1993 di Four Corners, Amerika Serikat. Saat itu, strain Sin Nombre Virus atau SNV menyebabkan kerusakan paru-paru mematikan. Tingkat fatalitas kasus bahkan mendekati angka 50 persen.

Virus ini bekerja seperti pembunuh diam-diam dalam tubuh manusia setelah infeksi terjadi. Awalnya pasien hanya mengalami demam ringan, nyeri otot, mual, dan kelelahan biasa. Dalam hitungan hari, paru-paru mendadak dipenuhi cairan hingga pasien kesulitan bernapas. “Yang mematikan bukan hanya virusnya, tetapi kerusakan paru sangat cepat,” ujar Dicky. 

Kondisi medis tersebut dikenal sebagai Acute Respiratory Distress Syndrome atau ARDS. Situasi ini membuat kadar oksigen pasien turun drastis hingga tubuh mengalami syok berat. Banyak pasien akhirnya meninggal karena terlambat mendapat penanganan intensif.

Ketua Umum PP IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, meminta masyarakat tidak tenggelam dalam ketakutan berlebihan. Penularan hantavirus berbeda total dibandingkan dengan COVID-19 yang mampu menyebar cepat melalui udara bebas. Kontak erat berkepanjangan menjadi jalur utama penularan strain Andes. “Penularan antarmanusia hanya terjadi melalui kontak erat berkepanjangan,” kata Piprim. 

Indonesia sendiri sebenarnya sudah mendeteksi Hantavirus sejak tahun 2015 melalui pemantauan Kementerian Kesehatan. Hingga 2026, tercatat 23 kasus positif tersebar di sembilan provinsi Indonesia. Mayoritas kasus berasal dari varian Seoul Virus atau SEOV.

Kasus ditemukan di DKI Jakarta, DIY, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, dan NTT. Varian Seoul berbeda dari Andes karena tidak menular antarmanusia. Penularannya murni berasal dari tikus dan lingkungan kotor. “Virus Andes belum pernah ditemukan di Indonesia,” ujar Dominicus. 

Indonesia tetap masuk kategori rawan karena populasi tikus perkotaan sangat tinggi dan sanitasi belum merata. Kawasan pelabuhan, gudang makanan, pasar, hingga daerah banjir menjadi titik paling rentan penyebaran virus. Petugas kebersihan dan pekerja gudang termasuk kelompok berisiko tinggi.

Dicky mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan secara disiplin setiap hari. Makanan harus disimpan rapat agar tidak terkontaminasi kotoran maupun air kencing tikus. Gudang lembap dan ruangan tertutup wajib rutin dibersihkan dengan disinfektan. “Kalau ada demam disertai sesak napas, segera periksa ke dokter,” kata Dicky. 

Hingga kini dunia medis belum memiliki vaksin khusus untuk Hantavirus. Penanganan pasien berat biasanya dilakukan di ruang ICU menggunakan alat bantu napas dan terapi intensif. Karena itu, pencegahan menjadi senjata paling murah sekaligus paling efektif.

Piprim juga meminta masyarakat tidak membersihkan kotoran tikus menggunakan sapu biasa. Partikel virus bisa beterbangan dan masuk melalui saluran pernapasan manusia. Disinfektan menjadi alat utama sebelum area dibersihkan secara menyeluruh. “Perilaku hidup bersih dan sehat tetap menjadi benteng utama,” ujar Piprim. 

WHO juga terus memantau perkembangan kasus MV Hondius sambil berkoordinasi dengan berbagai negara terdampak. Investigasi sumber infeksi masih berlangsung hingga sekarang. Dunia memang belum berada di ambang pandemi baru, tetapi alarm kewaspadaan mulai menyala perlahan. R-02

Editor: Krisman
Tags :HantavirusMV HondiusWHOVirus TikusHantavirus IndonesiaCovid-19

BERITA TERKAIT :

  • Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, WHO Konfirmasi 3 Korban Jiwa

    Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, WHO Konfirmasi 3 Korban Jiwa

    Internasional •
    04/05/2026 ❘ 08:47 WIB
  • TBC Masih Mengganas, Wamenkes Ungkap Angka Infeksi dan Kematian Mengerikan

    TBC Masih Mengganas, Wamenkes Ungkap Angka Infeksi dan Kematian Mengerikan

    Nasional •
    07/04/2026 ❘ 21:10 WIB
  • Pengguna Tembakau di Dunia Menurun Menurut WHO, Ini Alasannya

    Pengguna Tembakau di Dunia Menurun Menurut WHO, Ini Alasannya

    Nasional •
    12/02/2024 ❘ 08:17 WIB
  • WHO Larang Vape Aneka Rasa Beredar, Ini Alasannya

    WHO Larang Vape Aneka Rasa Beredar, Ini Alasannya

    Nasional •
    27/12/2023 ❘ 19:43 WIB
  • Cegah Penyebaran Covid-19, Muflihun Imbau Masyarakat Terapkan Prokes saat Libur Nataru

    Cegah Penyebaran Covid-19, Muflihun Imbau Masyarakat Terapkan Prokes saat Libur Nataru

    Riau •
    24/12/2023 ❘ 15:02 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    22/06/2026  ❘  21:50 WIB
  • Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    22/06/2026  ❘  18:06 WIB
  • Resmi Dimutasi! Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi Geser ke Rohil, Sosok AKBP Gede Datang dengan Pengalaman Bongkar Kasus Korupsi

    Resmi Dimutasi! Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi Geser ke Rohil, Sosok AKBP Gede Datang dengan Pengalaman Bongkar Kasus Korupsi

    26/06/2026  ❘  11:40 WIB
  • Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    21/06/2026  ❘  21:17 WIB
  • Tak Ada Ruang bagi Predator Anak, Polres Meranti Ringkus Dua Terduga Pelaku di Tebing Tinggi Timur

    Tak Ada Ruang bagi Predator Anak, Polres Meranti Ringkus Dua Terduga Pelaku di Tebing Tinggi Timur

    20/06/2026  ❘  15:43 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan