Premier League
Petaka 13 Menit! Manchester City Ambruk di Goodison Park, Gelar Melayang ke Arsenal
Reaksi penyerang Manchester City, Erling Haaland setelah melihat gawang The Citizens dibobol Everton pada lanjutan Liga Inggris, 5 Mei 2026. (AP Photo)
INGGRIS, SabangMerauke News - Manchester City terguncang hebat di Goodison Park setelah ditahan imbang 3-3 oleh Everton dalam laga krusial Premier League, Selasa, 5 Mei 2026, dini hari WIB. Hasil ini terasa seperti kekalahan karena jarak poin dengan Arsenal melebar secara signifikan. Laga penuh drama menghadirkan perubahan momentum brutal yang mengguncang arah perebutan gelar musim ini.
City membuka laga dengan dominasi penuh, menekan sejak awal melalui pergerakan cepat lini depan mereka. Peluang demi peluang tercipta, namun penyelesaian akhir belum mampu memaksimalkan situasi emas tersebut. Kebuntuan pecah saat Jeremy Doku mencetak gol indah menjelang turun minum.
Gol tersebut memberi kesan laga berada sepenuhnya dalam kendali tim tamu dari Manchester. Tempo permainan yang tinggi membuat Everton kesulitan keluar dari tekanan sepanjang babak pertama. Namun, ketenangan itu perlahan runtuh saat babak kedua dimulai dengan intensitas berbeda.
Perubahan besar terjadi pada menit ke-68 ketika Everton menemukan celah dari kesalahan lini belakang City. Thierno Barry mencetak gol penyama setelah memanfaatkan blunder fatal yang tak terantisipasi. Gol ini menjadi titik awal runtuhnya struktur permainan City secara mengejutkan.
Lima menit berselang, tekanan Everton meningkat dan menghasilkan gol kedua melalui bola mati terorganisir. Jake O’Brien menanduk bola hasil sepak pojok tanpa penjagaan ketat dari lini belakang City. Stadion bergemuruh, momentum sepenuhnya berpindah ke kubu tuan rumah dengan energi luar biasa.
Petaka mencapai puncaknya pada menit ke-81 ketika Barry kembali mencetak gol keduanya malam itu. Serangan cepat Everton memanfaatkan kepanikan lini belakang City yang kehilangan koordinasi permainan. Skor berubah menjadi 3-1 dan City berada di ambang kekalahan memalukan.
Respons cepat datang dari Erling Haaland yang mencetak gol pada menit ke-83. Gol tersebut menjaga asa sekaligus menghidupkan kembali semangat tim dalam situasi genting. City mulai menekan habis-habisan demi menghindari hasil buruk yang menghantui peluang juara.
Memasuki masa tambahan waktu, tekanan City semakin intens dengan serangan bertubi-tubi ke pertahanan Everton. Semua pemain tuan rumah fokus bertahan total demi mempertahankan keunggulan dramatis tersebut. Namun, momen penentu hadir pada menit ke-97 saat Doku mencetak gol penyama spektakuler.
Gol itu menyelamatkan City dari kekalahan, namun rasa kehilangan tetap mendominasi suasana tim. Dua poin hilang pada fase krusial membuat posisi mereka semakin tertekan dalam klasemen sementara. Persaingan gelar kini condong mengarah ke Arsenal yang diuntungkan oleh situasi ini.
Pandit sepak bola Shay Given menilai hasil ini mengubah peta persaingan secara drastis. “Tidak ada yang menyangka mereka kehilangan poin di laga ini. Persaingan kini terbuka lebar,” ujarnya. Ia menambahkan peluang juara kini lebih condong ke Arsenal setelah hasil dramatis tersebut.
Doku mengakui timnya tampil ceroboh pada babak kedua sehingga memberi ruang bagi Everton untuk berkembang. “Kami terlalu ceroboh setelah unggul. Itu sangat menyakitkan,” kata Doku usai pertandingan berlangsung. Ia menilai kesalahan kecil berubah menjadi hukuman besar dalam laga seintens ini.
Pelatih Pep Guardiola melihat sisi positif dari karakter tim yang tidak menyerah. Namun, ia tidak menutupi fakta kehilangan momentum penting dalam fase penentuan musim berjalan. City kini berada dalam tekanan besar menjelang sisa pertandingan yang semakin menentukan.
Everton sendiri tampil disiplin dengan pertahanan rendah yang menyulitkan pergerakan lini depan City. Strategi itu efektif menutup ruang tembak dan memaksa City bermain melebar tanpa penetrasi tajam. Serangan balik cepat menjadi senjata utama yang akhirnya membalikkan keadaan secara dramatis.
Kiper City tampil gemilang di babak pertama dengan sejumlah penyelamatan penting dari peluang Everton. Namun performa solid tersebut tidak cukup menutup kelemahan koordinasi di lini belakang pada babak kedua. Kesalahan individu menjadi faktor utama perubahan arah pertandingan dalam waktu singkat.
Hasil imbang ini meninggalkan luka mendalam bagi City yang tengah memburu gelar juara. Selisih poin yang kini mencapai lima angka membuat tekanan semakin besar pada sisa pertandingan musim ini. Satu malam di Goodison Park berpotensi menjadi titik balik kegagalan mereka musim ini.
City masih memiliki peluang secara matematis, namun momentum kini berada di tangan Arsenal sepenuhnya. Setiap pertandingan tersisa akan menjadi final yang menentukan nasib gelar Premier League musim ini. Drama enam gol di Merseyside menjadi pengingat keras betapa tipisnya batas antara dominasi dan kehancuran. R-02

