PKB Kritik Pernyataan Tanpa Data, Singgung Amien Rais Secara Tegas
Sekjen PKB Hasanuddin Wahid menegaskan pentingnya etika politik saat merespons polemik video Amien Rais terkait Presiden Prabowo Subianto. Foto: Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Sekjen PKB Hasanuddin Wahid menegaskan pentingnya etika politik saat merespons polemik video Amien Rais terkait Presiden Prabowo Subianto.
Ketegangan politik kembali mencuat setelah pernyataan Amien Rais dalam video viral memantik reaksi keras. Sekjen PKB Hasanuddin Wahid meminta seluruh tokoh nasional menjaga etika komunikasi publik. Ia menekankan kepantasan menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hasanuddin Wahid menyampaikan kritik terhadap pernyataan tanpa dasar data yang dinilai berbahaya. “Siapapun tokohnya harus berhati-hati menyampaikan pernyataan ke publik,” ujarnya di kompleks parlemen. Ia menilai ucapan tanpa bukti kuat hanya memperkeruh suasana politik nasional.
Menurutnya, adab dalam komunikasi publik harus dikedepankan terutama di ruang digital yang sensitif. Ia mengingatkan pentingnya fokus pada isu strategis global yang berdampak langsung terhadap Indonesia. Konflik geopolitik dan lonjakan harga energi membutuhkan perhatian serius seluruh elemen bangsa.
“Kalau tidak ada bukti, buat apa bicara seperti itu,” kata Hasanuddin menegaskan sikapnya. Ia mengajak tokoh nasional mengarahkan energi untuk membantu negara menghadapi tekanan global. Ia menilai perdebatan personal tidak memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Hasanuddin juga menyoroti dampak negatif pernyataan kontroversial terhadap kualitas demokrasi nasional. Ia menyebut kegaduhan politik hanya akan menghambat penyelesaian berbagai persoalan mendesak. “Bicara tanpa data sangat mengkhawatirkan bagi demokrasi,” ujarnya menegaskan.
Ia berharap polemik tersebut tidak terus bergulir dan memperpanjang ketegangan politik nasional. Menurutnya, isu yang tidak relevan sebaiknya tidak terus dibahas secara berlebihan. Ia menilai perhatian publik harus diarahkan pada agenda pembangunan dan stabilitas ekonomi.
Sementara itu, pemerintah melalui Menkomdigi Meutya Hafid menilai pernyataan Amien Rais mengandung unsur fitnah. Pernyataan tersebut disebut sebagai bentuk pembunuhan karakter terhadap pihak tertentu. Hal ini menambah panjang daftar respons terhadap video yang beredar luas.
Amien Rais menanggapi kritik tersebut dengan menegaskan pentingnya kebebasan berpendapat dalam sistem demokrasi. “Kebebasan mengeluarkan pendapat dijamin undang-undang dan tidak boleh dibatasi,” ujarnya. Ia menilai perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam kehidupan demokratis.
Menurut Amien, setiap warga berhak menyampaikan pendapat meskipun berbeda dengan pemerintah. Ia menegaskan perbedaan tersebut seharusnya dipandang sebagai bagian dinamika politik. Namun, polemik ini tetap memunculkan perdebatan tajam di ruang publik nasional.(R-04)

