Picu Antrian Panjang di SPBU Hingga Naiknya Harga BBM Eceran, Disperindag Pekanbaru Lakukan Sidak
Antrean panjang di salah satu SPBU di Pekanbaru. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News - Menyusul terjadinya kelangkaan Pertalite yang memicu antrean panjang di SPBU dan melonjaknya harga BBM eceran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru Senin, 4 Mei 2026.
Kepala Bidang Tertib Perdagangan dan Perindustrian Disperindag Pekanbaru, Khairunnas, ungkap sidak tersebut akan dilakukan bersama tim terpadu untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan.
yang terdiri dari unsur kepolisian dan kejaksaan
“Kami bersama tim terpadu dari kepolisian dan kejaksaan akan turun melakukan sidak ke sejumlah SPBU. Kami ingin melihat langsung kondisi riil di lapangan terkait kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean panjang di SPBU, sekaligus menelusuri distribusi BBM hingga membuat harga di tingkat eceran melonjak,” ujar Khairunnas, Minggu, 3 Mei 2026.
Tak hanya melaksanakan sidak, pihaknya juga akan memberikan sosialisasi kepada pengelola SPBU agar tidak melayani penjualan BBM kepada pengecer sehingga pasokan tetap tersedia dan antrean panjang bisa dikurangi.
“Tak hanya melakukan sidak, kami juga akan menghimbau kepada pengelola SPBU agar tidak menjual BBM kepada penjual eceran. Untuk prioritas distribusi harus diberikan kepada masyarakat pengguna langsung, ” tegasnya.
Seperti diketahui, saat ini terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis pertalite, masih terjadi di Kota Pekanbaru.
"Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, bahkan harus rela antre panjang di SPBU, sementara harga di tingkat eceran melonjak jauh di atas harga normal," ujarnya.
Pantauan di lapangan, sejumlah Pertashop dilaporkan kosong tanpa stok.
Selain itu, penjual BBM eceran atau Pertamini juga kehabisan pasokan.
Kalaupun tersedia, harga pertalite sudah menembus Rp14 ribu per liter dengan jumlah yang sangat terbatas.
Minyak Pertalite satu botol Aqua besar yang biasa dijual dengan harga Rp18-20 ribu kini sudah mencapai Rp25 ribu perbotolnya. (R-03)

