Erupsi Beruntun Gunung Semeru Pagi Ini, Kolom Abu Capai 700 Meter ke Arah Barat
Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026. Foto: Dok SM News
JAWA TIMUR, SabangMerauke News - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026. Dalam rentang waktu yang sangat singkat, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami dua kali erupsi beruntun dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak. Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa Semeru masih berada dalam fase aktif dan perlu diwaspadai oleh masyarakat di sekitarnya.
Berdasarkan laporan resmi petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, erupsi pertama terjadi pada pukul 06.56 WIB. Tak berselang lama, hanya dalam waktu sekitar sembilan menit, letusan kedua kembali terjadi pada pukul 07.05 WIB. Kedua erupsi ini memiliki karakteristik yang hampir serupa, baik dari ketinggian kolom abu maupun arah sebarannya.
Kolom abu vulkanik yang dihasilkan dari letusan tersebut teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal. Arah sebaran abu condong ke barat daya dan barat, mengikuti arah angin saat erupsi berlangsung. Kondisi ini berpotensi berdampak pada wilayah-wilayah yang berada di jalur sebaran abu, terutama bagi aktivitas warga dan transportasi udara di sekitar kawasan tersebut.
Petugas PPGA Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulisnya menjelaskan bahwa tinggi kolom letusan mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut. Data seismograf juga mencatat amplitudo maksimum mencapai 22 mm dengan durasi letusan berkisar antara 103 hingga 105 detik. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas erupsi yang terjadi tergolong signifikan meski masih dalam kategori yang relatif terkendali.
Gunung Semeru sendiri merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, Semeru dikenal sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa dan termasuk dalam jalur Cincin Api Pasifik yang rawan aktivitas vulkanik. Aktivitas erupsi di gunung ini bahkan tercatat hampir terjadi secara terus-menerus dalam beberapa dekade terakhir.
Rentetan erupsi yang terjadi pada Sabtu pagi ini kembali mempertegas karakter Semeru sebagai gunung api dengan aktivitas tinggi. Sebelumnya, gunung ini juga kerap mengalami erupsi dengan ketinggian kolom abu yang bervariasi, mulai dari ratusan hingga lebih dari seribu meter. Bahkan dalam beberapa kejadian, erupsi terjadi berulang kali dalam satu hari.
Meski demikian, hingga saat ini status Gunung Semeru masih berada pada Level II atau Waspada. Artinya, aktivitas vulkanik masih berada di atas normal, namun belum memasuki fase yang lebih berbahaya seperti Siaga atau Awas. Kendati begitu, masyarakat tetap diminta untuk tidak lengah dan selalu mengikuti rekomendasi dari otoritas terkait.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara konsisten mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang aliran Besuk Kobokan, sejauh radius tertentu dari puncak. Kawasan ini dinilai rawan terhadap potensi bahaya seperti awan panas guguran, aliran lava, maupun lahar hujan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai potensi hujan abu vulkanik. Abu yang terbawa angin dapat mengganggu kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, serta berdampak pada aktivitas sehari-hari. Penggunaan masker dan pelindung mata menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko paparan abu.
Aktivitas erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan seperti ini juga menjadi indikator bahwa tekanan di dalam perut gunung masih cukup tinggi. Meski belum menunjukkan tanda-tanda eskalasi signifikan, pola erupsi beruntun tetap perlu dicermati secara serius oleh para ahli vulkanologi.
Di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa Indonesia sebagai negara dengan jumlah gunung api aktif terbanyak di dunia harus selalu siap menghadapi potensi bencana geologi. Edukasi kepada masyarakat, sistem peringatan dini, serta kesiapsiagaan aparat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko yang ditimbulkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat erupsi tersebut. Namun, pemantauan intensif terus dilakukan oleh petugas guna mengantisipasi kemungkinan perkembangan aktivitas vulkanik selanjutnya.
Dengan kondisi yang masih dinamis, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diharapkan tetap tenang namun waspada. Mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang menjadi langkah penting agar tidak terjebak dalam informasi yang tidak akurat. (R-05)

