Kemenhub Audit Green SM Usai Tabrakan Maut Bekasi, Ancaman Sanksi Menguat
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan audit investigasi masih berlangsung hingga saat ini. Foto : Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Kementerian Perhubungan melakukan audit menyeluruh terhadap operator taksi Green SM pascakecelakaan Bekasi Timur.
Evaluasi mencakup aspek teknis, operasional, serta sumber daya manusia dalam layanan transportasi publik.
Langkah ini diambil untuk memastikan standar keselamatan dipatuhi secara ketat oleh operator.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan audit investigasi masih berlangsung hingga saat ini.
Pemeriksaan mencakup seluruh aspek mulai dari operasional hingga kesiapan teknis armada kendaraan.
“Audit investigasi meliputi aspek operasional, teknis, dan sumber daya manusia, masih berlangsung,” ujarnya.
Evaluasi difokuskan pada penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum secara menyeluruh.
Pemerintah ingin memastikan perusahaan mematuhi standar keselamatan dalam melayani masyarakat luas setiap hari.
“Kami ingin memastikan perusahaan mematuhi kaidah keselamatan dan operasional angkutan umum,” tegasnya.
Kementerian juga menyiapkan langkah tegas jika ditemukan pelanggaran serius selama proses investigasi berlangsung.
Sanksi akan diberikan sesuai tingkat pelanggaran yang teridentifikasi dalam hasil audit mendalam tersebut.
“Kami tidak ragu melakukan penindakan jika ditemukan pelanggaran serius dalam investigasi,” kata Dudy.
Sebelumnya, inspeksi mendadak dilakukan terhadap pool operasional Green SM di wilayah Bekasi.
Langkah tersebut dilakukan sehari setelah insiden tabrakan kereta yang menimbulkan korban jiwa.
Pemeriksaan difokuskan pada armada yang diduga terkait langsung dengan kecelakaan tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menjelaskan fokus utama sidak tersebut.
Pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi, kelaikan kendaraan, serta kesiapan operasional armada perusahaan.
Selain itu, aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam proses evaluasi yang dilakukan pemerintah.
Aan menegaskan seluruh elemen keselamatan wajib dipenuhi dalam penyelenggaraan angkutan umum nasional.
Hal tersebut mencakup pemeriksaan kendaraan sebelum operasional hingga kondisi kesehatan pengemudi aktif.
“Sidak memastikan seluruh elemen keselamatan dijalankan sesuai standar berlaku,” jelasnya dalam pernyataan resmi.
Hasil pemeriksaan awal menemukan sejumlah catatan yang masih perlu didalami lebih lanjut oleh tim investigasi.
Temuan tersebut akan dianalisis untuk menentukan langkah lanjutan terkait kepatuhan perusahaan terhadap regulasi.
“Kami menemukan beberapa temuan awal yang akan didalami lebih lanjut,” tambah Aan.
Kecelakaan Bekasi Timur melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.
Insiden tersebut menyebabkan korban jiwa serta memicu gangguan perjalanan kereta di lintas Bekasi.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam meningkatkan standar keselamatan transportasi nasional.
Audit menyeluruh diharapkan mampu mengungkap penyebab pasti serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Pemerintah menekankan pentingnya kepatuhan operator terhadap sistem keselamatan transportasi publik nasional.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap layanan angkutan berbasis aplikasi.(R-03)

