Serie A Italia
Satu Bek, Satu Gol! Hermoso Selamatkan Roma dari Kekalahan Menyakitkan
Giorgio Scalvini dan Donyell Malen berebut bola udara dalam laga Serie A antara AS Roma vs Atalanta di Stadion Olimpico, Roma, Minggu dini hari, 19 April 2026. (AP Photo)
ITALIA, SabangMerauke News - Bek tangguh asal Spanyol, Mario Hermoso, muncul menjadi pahlawan kesiangan skuad AS Roma, Minggu, 19 April 2026, dini hari WIB. Pertandingan panas pekan ke-33 Serie A 2025/2026 berlangsung sangat dramatis di Stadion Olimpico itu berakhir tanpa pemenang.
Pasukan Serigala Ibu Kota sebenarnya tampil sangat menekan sejak wasit meniup peluit tanda mulai. Namun, skema serangan balik kilat lawan justru membuahkan petaka sangat besar bagi pertahanan tuan rumah. Skor imbang satu sama lain menjadi hasil akhir yang harus diterima dengan lapang dada saja.
Manajer AS Roma mengaku cukup puas meski anak asuhnya gagal meraih kemenangan poin penuh di kandang. "Perjuangan pemain sangat luar biasa mengejar ketertinggalan skor sejak awal babak pertama tadi." Ujar asisten pelatih Salvatore Foti mewakili manajemen tim saat sesi jumpa pers usai laga.
Kejutan besar terjadi saat penyerang Atalanta, Nikola Krstovic, mencetak gol indah pada menit ke-12 saja. Tembakan jarak jauh pemain tersebut meluncur sangat deras menuju sudut bawah gawang Mile Svilar. Gol tersebut membuat seisi stadion terdiam seribu bahasa karena tim kesayangan mereka tertinggal duluan.
Roma langsung merespons gol tersebut dengan meningkatkan intensitas serangan ke jantung pertahanan lawan mereka. Matias Soulé bersama penyerang Donyell Malen berkali-kali mencoba menguji ketangguhan barisan belakang tim tamu. Sayangnya, penampilan gemilang kiper Marco Carnesecchi membuat semua peluang emas tersebut mentah begitu saja.
Kebuntuan serangan Roma akhirnya pecah tepat sebelum wasit meniup peluit tanda jeda babak pertama. Mario Hermoso melepaskan sepakan kaki kiri akurat setelah menerima umpan matang dari Devyne Rensch. Skor berubah menjadi satu sama lain yang membuat gairah permainan pemain tuan rumah kembali membara.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan kedua tim tetap tinggi, namun tanpa ada gol tambahan. Atalanta melakukan tiga pergantian pemain sekaligus guna menyegarkan stamina lini tengah yang mulai kelelahan. Roma terus mendominasi penguasaan bola, tetapi penyelesaian akhir penyerang mereka masih sangat buruk.
Stephan El Shaarawy nyaris membawa Roma unggul andai tembakannya tidak ditepis secara heroik oleh Carnesecchi. Kiper tim tamu tersebut benar-benar menjadi tembok raksasa yang sangat sulit ditembus oleh pemain depan. Pertahanan disiplin Atalanta membuat frustrasi barisan penyerang Giallorossi sepanjang waktu sisa laga babak kedua.
Peluang emas terbaik tuan rumah datang melalui sundulan maut Mario Hermoso pada menit ke-75 laga. Sayangnya, bola hanya membentur mistar gawang meski posisi sang bek sudah sangat bebas sekali. Keberuntungan nampaknya belum memihak kepada tim asuhan pelatih legendaris tersebut untuk meraih kemenangan kandang.
Statistik menunjukkan Roma mencatatkan jumlah tembakan jauh lebih tinggi daripada tim tamu asal Bergamo. Namun, efektivitas serangan menjadi masalah besar yang harus segera diselesaikan dalam sesi latihan mendatang. Hasil imbang ini membuat posisi kedua tim di klasemen sementara Liga Italia tidak berubah.
AS Roma tetap berada di peringkat keenam dengan koleksi total lima puluh delapan poin. Sementara itu tim Atalanta membuntuti tepat di posisi ketujuh dengan raihan lima puluh empat. Persaingan memperebutkan tiket kompetisi Eropa musim depan dipastikan akan terus berlanjut hingga akhir musim.
Mario Hermoso layak dinobatkan sebagai pemain terbaik karena kontribusi gol serta pertahanan yang sangat solid. Ia mencatatkan sembilan puluh dua sentuhan bola serta tingkat akurasi umpan mencapai sembilan puluh persen. Bek Spanyol ini menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin lini belakang yang sangat bisa diandalkan bagi tim.
Atalanta sesekali mengancam melalui serangan balik lewat kaki Giacomo Raspadori serta Charles De Ketelaere. Namun, Gianluca Mancini bersama Evan Ndicka tampil sigap memotong setiap aliran bola berbahaya lawan. Duel fisik di lini tengah sering terjadi sehingga wasit harus mengeluarkan beberapa kartu kuning.
Hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan tercipta dari kaki pemain kedua kesebelasan. Skor satu sama lain menjadi hasil paling adil melihat perjuangan keras kedua tim di lapangan. Penonton yang memadati Olimpico tetap memberikan apresiasi meski tim pujaan mereka gagal meraih tripoin.
Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian konsistensi bagi Roma dalam menjaga asa untuk masuk empat besar. Manajemen berharap para pemain depan segera menemukan kembali ketajaman mereka di depan gawang lawan nanti. Serie A musim ini terbukti sangat kompetitif dengan jarak poin antartim yang sangat tipis. R-02
BERITA TERKAIT :
-
UEFA Europa League
Freiburg Hancurkan Rekor 11 Laga Celta Vigo Sampai Menangis di Balaidos!
-
UEFA Champions League
Gol Cepat Tak Cukup! Barcelona Tumbang Tragis dari Atletico Madrid
-
Serie A Italia
David De Gea Menggila Lazio Frustrasi Di Artemio Franchi

