Drama IHSG Hari Ini, Naik Diam Diam Saat Asing Jual Besar Besaran
Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. (kps)
JAKARTA, SabangMerauke News - IHSG pada hari ini, Jumat, 17 April 2026, sukses memutus rantai penurunan dua hari beruntun secara dramatis. Indeks kebanggaan kita semua ini naik 12,62 poin atau sekitar 0,17 persen menuju level 7.634. Laju bursa domestik sore ini terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan mayoritas pasar saham Asia.
Geliat pasar modal Indonesia memang sedang gemas karena berada dalam tekanan sentimen global yang tak menentu. Padahal bursa regional sedang lesu akibat was-was memantau perkembangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dengan Iran.
Presiden AS Donald Trump mengklaim kesepakatan damai dengan Teheran sudah terlihat sangat baik bagi ekonomi dunia. Dunia sedang menanti pembukaan kembali Selat Hormuz demi melancarkan arus minyak mentah yang sempat tersendat. Jika jalur energi itu tidak segera terbuka, krisis pangan global kabarnya siap mengintai bulan depan nanti.
“Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung bersikap wait and see,” ujar Elandry Pratama selaku pengamat pasar modal. Elandry Pratama yang merupakan pengamat pasar modal menilai ruang kenaikan indeks saat ini masih terbatas. Kenaikan hari ini dianggap sebagai pantulan teknis setelah pasar saham dihajar tekanan jual cukup hebat.
Investor domestik untungnya tampil sebagai pahlawan yang menjaga indeks tidak ikut ambruk seperti pasar tetangga. Aksi jual bersih investor asing hari ini tercatat mencapai angka yang cukup fantastis yaitu Rp931,44 miliar. Saham raksasa perbankan seperti BBCA dan BBRI menjadi incaran utama aksi buang barang modal asing.
Sebaliknya saham CUAN dan INCO justru menjadi primadona baru yang banyak dikoleksi oleh para investor. Sektor properti dan real estat tampil paling perkasa dengan lonjakan kenaikan mencapai 1,98 persen hari ini. Sektor transportasi dan logistik menyusul di belakang dengan kenaikan manis sebesar 1,60 persen pada penutupan.
Fenomena musim pembagian dividen bulan April juga menjadi vitamin tambahan buat para pemburu cuan bursa. Total volume transaksi di Bursa Efek Indonesia menembus angka 41,05 miliar saham sepanjang hari perdagangan. Nilai transaksi harian mencapai Rp15,97 triliun dengan frekuensi perdagangan yang terhitung sangat sibuk dan ramai.
Meskipun hari ini ditutup hijau, secara akumulasi tahunan indeks sebenarnya masih terkoreksi sebesar 11,71 persen. Fokus perhatian para pemain saham kini bergeser penuh pada pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia. Pertemuan penting Bank Indonesia tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 21 sampai 22 April 2026 mendatang.
Pelaku pasar berharap ada angin segar dari kebijakan moneter dalam negeri untuk memperkuat posisi rupiah. “Pasar saat ini berada dalam fase transisi karena kepercayaan investor belum pulih,” tambah Elandry Pratama. Komentar Elandry Pratama sebagai pengamat pasar modal ini merujuk pada minimnya akumulasi besar modal asing.
Elandry Pratama juga menegaskan bahwa kenaikan tipis ini mencerminkan sikap investor yang masih sangat hati-hati. Bursa Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong bahkan harus pasrah terperosok ke zona merah membara.
IHSG pun seolah berjalan sendirian melawan arus negatif yang sedang menyelimuti daratan Asia pada sore ini. Penutupan pasar pekan ini setidaknya memberikan sedikit napas lega bagi para pemilik portofolio saham lokal. R-02

