Agung Dikabarkan Kembali Bongkar 'Pembantunya', Ini Bocoran Nama Pejabat Baru
Walikota Pekanbaru, Agung Nugraha, melantik 43 pejabat baru di lingkungan Pemko Pekanbaru, 30 Maret 2026 lalu. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Aroma perombakan kekuasaan menyeruak saat pelantikan pejabat Pekanbaru dikabarkan digelar mendadak hari ini. Rencananya, Jumat sore, 17 April 2026, nanti, rotasi besar menyasar pejabat eselon II hingga IV.
Informasi beredar menyebut pelantikan berlangsung di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Pekanbaru. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dijadwalkan memimpin langsung prosesi yang ditunggu banyak pejabat. Sejumlah kursi strategis dipastikan berubah, memicu spekulasi di internal birokrasi sejak pagi.
“Rencananya iya hari ini, ada eselon dua, tiga, dan empat,” ujar sumber internal. Sumber tersebut mengaku informasi sudah beredar luas meski pengumuman resmi belum disampaikan secara terbuka. Gerak cepat dilakukan untuk menutup celah kebocoran informasi lebih luas di lingkungan kantor.
Nama-nama pejabat mulai muncul ke permukaan, menjadi bahan perbincangan hangat kalangan ASN. Desherianto disebut akan mengisi jabatan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja secara definitif segera. Selama ini posisi tersebut dipegang sebagai pelaksana tugas yang dinilai cukup lama.
Selain itu, Masykur Tarmizi diproyeksikan untuk mengisi posisi Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru definitif. Saat ini Masykur menjabat Asisten I Sekretariat Daerah sekaligus pelaksana tugas Dishub Pekanbaru. Jika dilantik, posisi lama akan kosong dan membuka peluang rotasi lanjutan di internal organisasi.
Pelantikan tidak hanya menyasar jabatan tinggi, tetapi juga menyentuh pejabat pengawas dan fungsional. Perubahan ini memperlihatkan skala rotasi yang cukup besar, menyentuh banyak lini pelayanan publik. Struktur birokrasi dipoles ulang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kinerja yang semakin dinamis.
Namun hingga siang hari, kepastian resmi masih menggantung tanpa pengumuman formal dari pemerintah kota. Kepala BKPSDM Kota Pekanbaru, Samto, memberi sinyal bahwa belum ada finalisasi terkait agenda pelantikan. “Masih menunggu, belum final,” ujar Samto.
Pernyataan tersebut justru memunculkan tafsir beragam di kalangan pegawai pemerintahan setempat. Sebagian menilai pelantikan tetap berjalan, sementara yang lainnya menunggu instruksi terakhir dari pimpinan daerah. Situasi ini menciptakan ketegangan halus menjelang keputusan yang bisa mengubah karier banyak pejabat.
Sekretaris BKPSDM Pekanbaru, M Syuhud, memberi isyarat pelantikan kemungkinan berlangsung sore hari. “Kemungkinan sore nanti, beberapa pejabat akan dilantik,” ujarnya singkat saat dimintai keterangan. Pernyataan ini memperkuat dugaan rotasi tetap berjalan meski informasi resmi belum diumumkan secara luas.
Rotasi jabatan menjadi mekanisme rutin dalam pemerintahan untuk menjaga ritme kerja tetap optimal. Langkah ini sering digunakan untuk menyegarkan organisasi serta menempatkan figur sesuai kebutuhan kinerja. Selain itu, rotasi juga menjadi alat evaluasi terhadap capaian kerja pejabat sebelumnya.
Di balik itu, pergantian jabatan selalu membawa dinamika baru dalam tubuh birokrasi pemerintahan daerah. Setiap pergeseran posisi membuka peluang sekaligus tantangan bagi pejabat yang mendapat amanah baru. Sorotan publik pun biasanya menguat, terutama pada jabatan strategis yang berkaitan langsung dengan pelayanan.
Baru Saja Dirombak
Sebenarnya, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, baru saja melantik 43 pejabat baru di lingkungan Pemko Pekanbaru pada 30 Maret 2026 lalu. Para pejabat itu meliputi pejabat eselon II, III, dan IV. Mereka meliputi lima kepala dinas, dua camat, serta sejumlah pejabat administrator dan pengawas.
Pejabat eselon II yang baru tersebut adalah Abdul Jamal sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru; Iwan Samuel Parlindungan Simatupang sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru; Yuliarto sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Pekanbaru.
Lalu, Yulianis sebagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru; Junaedy sebagai Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru; dan terakhir, Edward Riansyah sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru. R-02

