Dari Gotong Royong Warga dan Polisi, Jembatan Merah Putih Presisi Kembali Sambungkan Harapan di Mayang Sari
Personel kepolisian bersama masyarakat Desa Mayang Sari, Kecamatan Merbau, bergotong royong membangun Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II—sebuah penghubung penting yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan warga antar dusun hingga antar kecamatan. Foto : SM News
Selatpanjang, SABANGMERAUKE NEWS - Di tengah keterbatasan akses yang sempat memutus jalur aktivitas warga, harapan itu kembali dibangun dari papan demi papan kayu yang disusun bersama. Personel kepolisian bersama masyarakat Desa Mayang Sari, Kecamatan Merbau, bergotong royong membangun Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II—sebuah penghubung penting yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan warga antar dusun hingga antar kecamatan.
Pekerjaan pembangunan jembatan yang berlokasi di Jalan Nelayan Dusun I itu dimulai pada Kamis, 16 April 2026, diawali dengan doa bersama masyarakat setempat. Doa-doa dipanjatkan dengan harapan proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan, sekaligus menjadi simbol kuatnya semangat kebersamaan antara aparat dan warga dalam membangun kampung mereka sendiri.
Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan difokuskan pada pembongkaran material kayu jembatan lama yang sudah lapuk serta pemasangan papan mal sebagai bagian awal struktur pembangunan jembatan baru. Meski baru tahap awal, aktivitas tersebut sudah memberi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini harus menghadapi keterbatasan akses akibat rusaknya jembatan penghubung utama.
Jembatan yang dibangun kali ini menjadi yang terpanjang di antara program Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti. Dengan panjang sekitar 12 meter dan lebar 2,5 meter, jembatan ini dirancang untuk memperlancar mobilitas masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk bekerja, bersekolah, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Semangat gotong royong terlihat jelas dalam proses pengerjaan. Sebanyak 15 personel dari Polsek Merbau bersama 8 personel BKO Polda Riau serta sekitar 25 warga Desa Mayang Sari turun langsung bergandengan tangan membangun jalur alternatif sementara bagi masyarakat yang melintas selama proses pembangunan berlangsung.
Kehadiran aparat kepolisian yang bekerja berdampingan dengan masyarakat menjadi pemandangan yang menghangatkan. Tidak hanya menjalankan tugas keamanan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi atas kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat desa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Merbau Jimmy Andre bersama Kepala Desa Mayang Sari Ibrahim serta tokoh masyarakat setempat yang ikut memberikan dukungan moril sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan dengan baik.
Di sela-sela aktivitas pembangunan jembatan yang penuh semangat gotong royong itu, suasana hangat juga terasa di antara anak-anak Desa Mayang Sari yang sejak pagi tampak berkerumun di sekitar lokasi pekerjaan. Mereka menyaksikan langsung bagaimana orang tua mereka bersama aparat kepolisian bekerja membangun jembatan yang kelak akan mereka lintasi setiap hari menuju sekolah maupun tempat bermain.
Di tengah kesibukan tersebut, Kapolsek Merbau Jimmy Andre terlihat menghampiri anak-anak yang berdiri di pinggir lokasi pembangunan. Dengan suasana santai dan penuh keakraban, ia membagikan kue kepada mereka sebagai bagian dari kebersamaan yang bertepatan dengan momen ulang tahunnya beberapa waktu lalu. Tidak hanya itu, ia juga menyempatkan diri berbagi uang jajan kepada anak-anak yang sejak tadi setia menyaksikan proses pembangunan jembatan di kampung mereka.
Gestur sederhana itu disambut dengan wajah-wajah ceria dan tawa polos anak-anak yang seketika memecah suasana kerja di lokasi pembangunan. Di tengah kerja fisik membangun akses penghubung masyarakat, momen kecil tersebut menjadi pengingat bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya terasa melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui sentuhan kedekatan dan kepedulian yang tumbuh secara alami bersama warga, bahkan sejak usia paling muda di kampung itu.
Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur penghubung biasa. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan antar dusun, antar desa, bahkan menjadi jalur penting penghubung antara Kecamatan Merbau dan Tasik Putripuyu.
Sebelumnya, kondisi jembatan yang telah putus membuat aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Mobilitas hasil kebun, akses anak-anak menuju sekolah, hingga perjalanan warga untuk berobat atau berdagang harus ditempuh di jalur tersebut dengan sangat hati-hati dan sangat memakan waktu.
Kapolsek Merbau Jimmy Andre mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Mayang Sari merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk hadir langsung membantu kebutuhan masyarakat, khususnya pada infrastruktur yang memiliki dampak besar terhadap aktivitas sehari-hari warga.
Menurutnya, jembatan bukan hanya sekadar sarana penghubung fisik, tetapi juga menjadi akses penting yang menentukan kelancaran ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan sosial masyarakat di wilayah pesisir.
“Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan akses warga tetap berjalan dengan baik, karena jembatan ini sangat vital menghubungkan antar dusun, antar desa bahkan antar kecamatan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya dalam tugas keamanan, tetapi juga membantu solusi atas kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Kapolsek.
Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi kekuatan utama sehingga pekerjaan dapat berjalan lebih cepat dan penuh semangat kebersamaan. Menurutnya, gotong royong yang terbangun antara personel kepolisian dan warga merupakan cerminan hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat di wilayah hukum Polsek Merbau.
“Kami sangat mengapresiasi semangat masyarakat Desa Mayang Sari yang ikut bergotong royong bersama personel di lapangan. Ini menunjukkan bahwa pembangunan akan lebih kuat jika dikerjakan bersama. Harapan kami, jembatan ini nantinya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan menjadi jalur yang memperlancar aktivitas mereka setiap hari,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mayang Sari Ibrahim menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada jajaran kepolisian, khususnya Polsek Merbau, yang telah membantu pembangunan jembatan penghubung vital bagi masyarakat desanya.
Ia mengatakan, sebelumnya kondisi jembatan yang buruk kondisinya cukup menyulitkan mobilitas warga, terutama bagi anak-anak serta masyarakat yang membawa hasil perikanan maupun kebutuhan sehari-hari.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Polsek Merbau dan jajaran yang telah membantu pembangunan jembatan ini. Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat kami, karena menjadi akses utama yang selama ini digunakan warga untuk beraktivitas,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut bukan hanya mempermudah akses antar wilayah, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang sebelumnya sempat terganggu.
“Kami berharap dengan selesainya pembangunan jembatan ini nanti, aktivitas masyarakat kembali lancar seperti semula. Ini sangat membantu masyarakat kami, terutama dalam mendukung kegiatan ekonomi dan mobilitas warga sehari-hari,” tuturnya penuh harap.
Kini, melalui semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi menjadi simbol bahwa keterbatasan akses bukan akhir dari harapan. Justru dari kebersamaan seperti inilah lahir kekuatan baru untuk membuka kembali jalan kehidupan masyarakat desa, jalan yang bukan hanya menghubungkan tempat, tetapi juga menyambungkan harapan banyak orang. (R-01)

