Harga Plastik Naik Gila-Gilaan, Bulog Pastikan Beras Tetap Aman!
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan stabilitas harga pangan tetap terjaga. Foto : Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Harga bahan baku plastik dunia melonjak tajam akibat tekanan geopolitik yang terus meningkat.
Kondisi tersebut memicu kenaikan biaya kemasan berbagai produk pangan di pasar domestik nasional.
Namun Perum Bulog memastikan harga beras tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan stabilitas harga pangan tetap terjaga.
Ia menyebut arahan presiden menekankan tidak ada kenaikan harga pangan termasuk beras nasional.
“Sesuai arahan presiden, tidak ada kenaikan harga pangan termasuk beras,” ujar Rizal tegas.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers resmi di kantor pusat Bulog Jakarta Selatan.
Rizal menekankan keputusan tersebut merupakan hasil rapat strategis bersama jajaran pemerintah pusat.
Ia memastikan kebijakan tersebut berlaku nasional untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat luas.
Stabilitas harga beras didukung cadangan stok pemerintah yang berada pada level sangat aman.
Per 13 April 2026, stok beras nasional mencapai angka sekitar 4,7 juta ton tersedia.
Cadangan tersebut dinilai cukup menjaga pasokan sekaligus menekan potensi gejolak harga pasar domestik.
“Cadangan beras dalam posisi sangat kuat sehingga harga tetap terkendali,” kata Rizal menambahkan.
Ia menilai kondisi tersebut memberikan ruang kebijakan lebih luas menjaga stabilitas pangan nasional.
Langkah ini juga memperkuat kepercayaan publik terhadap ketersediaan beras di seluruh wilayah Indonesia.
Di sisi lain, Bulog menyesuaikan Harga Perkiraan Sendiri untuk pengadaan kemasan produk pangan.
Penyesuaian dilakukan agar operasional distribusi tetap berjalan tanpa meningkatkan beban biaya produksi.
Langkah tersebut diarahkan menjaga efisiensi tanpa mengurangi kualitas kemasan dan distribusi pangan nasional.
“Penyesuaian HPS dilakukan agar biaya tetap terkendali dan operasional berjalan optimal,” jelas Rizal.
Ia menegaskan efisiensi menjadi kunci menjaga stabilitas harga di tengah tekanan biaya global meningkat.
Kebijakan tersebut juga melindungi program bantuan pangan agar tetap berjalan tanpa hambatan berarti.
Bulog turut berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk memperoleh keringanan harga bahan baku.
Koordinasi tersebut bertujuan menekan biaya kemasan produk bantuan pangan serta beras SPHP nasional.
Dukungan industri diharapkan menjaga harga tetap rendah dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berharap mendapat harga terbaik agar program pangan tetap berjalan efektif,” ujar Rizal.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci menghadapi tekanan global tanpa mengorbankan stabilitas domestik nasional.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah menjaga harga beras tetap aman bagi masyarakat Indonesia.(R-04)

