Insiden Berdarah Mbappe Viral, VAR Dipertanyakan Publik
Kontroversi panas mewarnai laga Real Madrid melawan Girona setelah insiden berdarah Kylian Mbappe memicu perdebatan luas. Foto : Istimewa
Madrid, SABANGMERAUKE NEWS - Kontroversi panas mewarnai laga Real Madrid melawan Girona setelah insiden berdarah Kylian Mbappe memicu perdebatan luas. Keputusan wasit dan VAR yang tak memberi penalti menuai kritik tajam, sementara publik terbelah antara tudingan drama dan tuntutan keadilan pertandingan La Liga.
Laga Real Madrid kontra Girona FC di La Liga diwarnai kontroversi besar menjelang akhir pertandingan. Insiden berdarah yang dialami Kylian Mbappe memicu perdebatan sengit publik sepak bola dunia. Keputusan wasit dan VAR menjadi sorotan utama setelah tidak memberikan penalti dalam situasi krusial tersebut.
Momen kontroversial terjadi pada menit ke-88 saat skor masih imbang satu sama kuat. Mbappe terjatuh di kotak penalti setelah duel udara dengan Vitor Reis berlangsung keras. Tayangan ulang menunjukkan lengan Reis mengenai pelipis kanan Mbappe dalam kontak yang terlihat jelas.
Striker asal Prancis tersebut langsung terkapar sambil memegangi wajah akibat benturan keras tersebut. Darah mengalir deras dari pelipis hingga membasahi pipi dan jersey putih yang dikenakannya. Meski mengalami luka terbuka cukup serius, Mbappe tetap melanjutkan pertandingan hingga peluit akhir dibunyikan.
Keputusan wasit yang tidak memberikan penalti langsung memicu gelombang kritik dari berbagai pihak. VAR juga tidak melakukan intervensi meski insiden terjadi jelas di dalam kotak terlarang. Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait konsistensi penerapan teknologi dalam pertandingan penting.
Video insiden tersebut dengan cepat viral di berbagai platform media sosial dalam hitungan jam. Ribuan komentar bermunculan memperlihatkan perpecahan opini tajam di kalangan penggemar sepak bola dunia. Sebagian pihak menilai reaksi Mbappe berlebihan dan menganggap kejadian tersebut sebagai aksi dramatis di lapangan.
“Mbappe aktor hebat banget, darahnya terlihat seperti rekayasa dalam momen pertandingan,” tulis seorang pengguna. Komentar lain menyebutnya sebagai drama khas pemain bintang yang sering mencari keuntungan pelanggaran. Tuduhan tersebut memicu perdebatan lanjutan di berbagai forum penggemar sepak bola global.
Namun, banyak pihak memberikan pembelaan terhadap Mbappe atas insiden tersebut di pertandingan. Mereka menilai kontak fisik tersebut jelas merupakan pelanggaran yang layak mendapat penalti. “Ini jelas kena sikut, bukan diving. VAR seharusnya bertindak dalam situasi seperti ini,” tulis warganet.
Kekecewaan juga datang dari kubu Real Madrid melalui pelatih Alvaro Arbeloa yang bersuara keras. Ia menilai keputusan wasit sangat merugikan timnya dalam momen penting pertandingan tersebut. “Pelanggaran terhadap Mbappe jelas penalti, semua orang bisa melihat kejadian itu,” ujar Arbeloa.
Hasil akhir pertandingan membuat Real Madrid harus puas dengan skor imbang satu sama. Tambahan satu poin membuat mereka mengoleksi tujuh puluh poin di klasemen sementara. Posisi mereka masih berada di bawah FC Barcelona yang memimpin klasemen dengan selisih signifikan.(R-03)

