Tarif Transit Selat Hormuz Berlaku, Harga Minyak Terancam Naik
Ilustrasi kapal tengker melewati selat Hormuz. Foto : AI
Riau, SABANGMERAUKE NEWS - Iran dan Oman mulai memberlakukan biaya transit kapal di Selat Hormuz selama gencatan senjata dua minggu bersama Amerika Serikat, hasil mediasi Pakistan.
Iran dan Oman sepakat memberlakukan biaya transit kapal selama gencatan senjata dua minggu berlangsung. Kesepakatan tercapai setelah negosiasi Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan berlangsung intensif. Kebijakan ini langsung menarik perhatian pelaku industri energi global dan sektor pelayaran internasional.
Kantor berita Tasnim melaporkan dana pungutan dialokasikan untuk rekonstruksi wilayah terdampak serangan militer. “Pendapatan ini digunakan mempercepat pemulihan infrastruktur nasional akibat konflik berkepanjangan,” tulis laporan resmi Tasnim. Hingga kini, otoritas Oman belum memberikan penjelasan terkait pemanfaatan dana pungutan tersebut.
Selat Hormuz menjadi jalur vital distribusi minyak mentah dan gas alam cair dunia. Sebelum konflik meningkat, sekitar seperlima pasokan energi global melintasi jalur strategis tersebut setiap hari. Gangguan aktivitas pelayaran sejak awal Maret memicu lonjakan biaya logistik dan tekanan harga energi global.
Perusahaan intelijen maritim Kpler mencatat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz turun drastis hingga 95 persen. “Penurunan ini mencerminkan risiko tinggi serta ketidakpastian keamanan kawasan perairan,” ungkap analis Kpler dalam laporan terbaru. Hanya kapal tertentu dari Pakistan dan India berhasil melintas setelah negosiasi khusus dengan Iran.
Laporan menyebut Iran menetapkan tarif hingga dua juta dolar Amerika Serikat per kapal. Belum ada konfirmasi resmi terkait jumlah operator kapal yang telah membayar biaya tersebut. Kebijakan ini berpotensi memperburuk tekanan pasar energi serta memperpanjang ketidakstabilan distribusi global.(R-04)

