Pulang dari Pesantren, Ibu Ini Jadi Korban Begal Brutal di Jalan Sepi
Ilustrasi pembegalan seorang ibu di Pasaman. Foto: SM News/Created by AI
Sumbar, SABANGMERAUKE NEWS - Aksi begal di Pasaman, Sumatera Barat, bikin warga resah sejak Sabtu malam, 4 April 2026. Seorang ibu bernama Cupiang menjadi korban saat pulang dari pesantren anaknya. Perhiasan emas, ponsel, serta uang tunai raib setelah pelaku menyerang di jalan sepi.
Peristiwa terjadi di Jorong Tigo Koto, Nagari Silayang, Kecamatan Mapat Tunggul, sekitar pukul 19.30 WIB malam. Lokasi kejadian berada di jalur sunyi dekat kawasan Kampung Batu Kambing yang minim penerangan. Situasi gelap membuat aksi pelaku berlangsung cepat tanpa banyak saksi di sekitar lokasi.
Kapolsek Mapat Tunggul, AKP Sofyan, mengungkap jumlah kerugian korban cukup besar setelah kejadian tersebut. “Korban kehilangan emas sekitar 40 gram, dua ponsel, dan uang tunai,” ujar AKP Sofyan, Minggu, 6 April 2026. Total kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah dari seluruh barang yang dirampas pelaku.
Korban diketahui baru pulang dari menjenguk anaknya di sebuah pesantren di Rao malam itu. Ia menumpang ojek langganannya untuk kembali ke rumah. Perjalanan yang awalnya biasa mendadak berubah mencekam dalam hitungan detik akibat aksi pelaku.
Wali Nagari Silayang, Isra, menjelaskan bahwa pelaku berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor. “Keduanya sempat berpapasan lalu berbalik arah mengejar korban dari belakang,” kata Isra, Minggu, 6 April 2026. Pelaku mengenakan penutup wajah sehingga identitas mereka sulit dikenali oleh korban maupun saksi.
Ciri pelaku disebut berbeda, satu bertubuh kurus sebagai pengendara, satu lagi berbadan lebih gemuk. Setelah mendekat, pelaku langsung mematikan kontak motor yang ditumpangi korban secara tiba-tiba. Situasi langsung kacau ketika korban kehilangan kendali dan berhenti di tengah jalan gelap.
Pelaku yang dibonceng turun dengan cepat lalu merampas perhiasan yang dikenakan korban saat itu. Tas berisi uang dan dua telepon genggam juga ikut disambar tanpa memberi ruang perlawanan kepada korban. Korban terjatuh dan terpental ke arah kerikil hingga mengalami luka lecet di bagian kepala.
“Korban sempat terjatuh saat dirampas dan mengalami luka di kepala akibat benturan,” kata Isra lagi. Setelah berhasil membawa barang berharga, kedua pelaku langsung melarikan diri menuju arah kebun pisang. Arah pelarian tersebut membuat proses pengejaran cukup sulit karena medan gelap dan tertutup vegetasi.
Usai kejadian, korban meminta bantuan warga sekitar yang kemudian meneruskan laporan ke aparat setempat. Informasi itu diteruskan ke Babinsa, wali nagari, lalu sampai ke polisi untuk penanganan lanjutan. Petugas Polsek Mapat Tunggul segera datang ke rumah korban yang berjarak sekitar empat kilometer.
Polisi langsung meminta keterangan korban dan mengumpulkan informasi awal dari warga sekitar lokasi kejadian. Tim gabungan bersama masyarakat sempat melakukan pencarian hingga Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Namun hingga kini, pelaku belum tertangkap dan identitas mereka masih dalam penyelidikan intensif.
AKP Sofyan menegaskan aparat terus melakukan pengejaran untuk mengungkap kasus tersebut secepat mungkin. “Kami masih memburu pelaku dan mengumpulkan petunjuk tambahan dari lokasi kejadian,” ujar AKP Sofyan. Polisi juga mengimbau warga lebih waspada saat melintas di jalan sepi terutama pada malam hari.
Kasus ini menambah daftar kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat di wilayah pedesaan Sumatera Barat. Kondisi jalan minim penerangan dinilai menjadi faktor yang dimanfaatkan pelaku untuk beraksi leluasa. Aparat mengingatkan pentingnya kewaspadaan serta menghindari membawa barang berharga secara mencolok malam hari.
Peristiwa ini meninggalkan trauma bagi korban serta kekhawatiran bagi warga sekitar wilayah tersebut. Keamanan lingkungan menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan. Polisi memastikan upaya penangkapan terus dilakukan hingga pelaku berhasil diamankan sepenuhnya. R-02

