15 Titik Api Terdeteksi di Riau Hari Ini, 9 Masih Dalam Proses Pemadaman
Ilustrasi 15 titik api terdeteksi di Provinsi Riau hari ini, Rabu (1/4/2026). Foto: SM News/Created by Al
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Sebanyak 15 titik api terdeteksi di Provinsi Riau hari ini, Rabu (1/4/2026), dengan sebagian besar masih dalam proses pemadaman oleh tim gabungan. Dari total tersebut, 9 titik api masih aktif dan terus diupayakan pemadaman, sementara 6 titik lainnya telah berhasil dijinakkan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau masih cukup serius, terutama di sejumlah wilayah yang didominasi lahan gambut. Asap tebal masih terlihat di beberapa lokasi, menandakan api belum sepenuhnya padam dan berpotensi kembali membesar jika tidak segera ditangani secara maksimal.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Provinsi Riau, Edy Afrizal, melalui Kepala Bidang Kedaruratan Jim Gafur menyampaikan bahwa tim gabungan terus bekerja keras di lapangan untuk mengendalikan situasi.
“Sudah ada yang padam, namun sebagian titik masih dalam proses pemadaman. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, hingga Manggala Agni terus melakukan upaya maksimal,” ujarnya.
Sebaran Titik Api di Sejumlah Wilayah
Titik api tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Riau dengan kondisi yang beragam, mulai dari padam total hingga masih aktif dengan api dan asap tebal.
Di Kabupaten Pelalawan, terdapat tiga titik api yang menjadi perhatian utama. Dua titik berada di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, serta Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, yang hingga kini masih menunjukkan aktivitas api disertai asap tebal. Upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim darat untuk mencegah api meluas.
Sementara itu, satu titik lainnya di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar dilaporkan telah padam total setelah dilakukan penanganan intensif.
Kondisi serupa juga terjadi di Kota Dumai dan Kabupaten Indragiri Hulu. Masing-masing wilayah mencatat satu titik api yang kini telah berhasil dipadamkan, yakni di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur dan Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat.
Inhil Masih Sisakan Asap Tipis
Di Kabupaten Indragiri Hilir, terdapat tiga titik api. Dua titik yang berada di Desa Pasir Mas, Kecamatan Batang Tuaka dan Desa Bekawan, Kecamatan Mandah telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Namun, satu titik api di Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung masih menyisakan asap tipis. Saat ini, tim gabungan tengah melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang dapat memicu kebakaran kembali.
Bengkalis Jadi Wilayah Terbanyak
Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah titik api terbanyak, yakni mencapai tujuh titik. Beberapa lokasi yang masih aktif antara lain berada di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat; Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis; serta Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara.
Di lokasi tersebut, api masih terlihat disertai asap tebal, sehingga membutuhkan penanganan ekstra. Tim di lapangan tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga penyekatan area menggunakan alat berat guna mencegah api menjalar ke wilayah yang lebih luas.
Selain itu, titik api juga terpantau di Desa Muntai dan Desa Teluk Lancar di Kecamatan Bantan, serta Desa Pelkun di Kecamatan Bengkalis. Seluruh titik ini masih dalam proses pemadaman dan pendinginan.
Satu titik lainnya di Desa Pergam, Kecamatan Rupat dilaporkan telah berhasil dipadamkan.
Upaya Maksimal Tim Gabungan
Penanganan karhutla di Riau saat ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, hingga Manggala Agni. Sinergi antarinstansi ini menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran.
Tim darat terus melakukan penyiraman di titik-titik api, sementara upaya pendinginan juga dilakukan di lokasi yang sudah padam untuk memastikan tidak ada sisa bara api.
Selain itu, langkah antisipasi seperti pembuatan sekat kanal dan pembasahan lahan gambut juga dilakukan, terutama di wilayah rawan seperti Bengkalis dan Pelalawan.
Ancaman Karhutla Masih Mengintai
Dengan masih adanya 9 titik api aktif, ancaman karhutla di Riau belum sepenuhnya mereda. Kondisi cuaca yang cenderung kering serta karakteristik lahan gambut menjadi faktor yang memperbesar risiko kebakaran.
Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan jika menemukan titik api di wilayahnya.
Pemerintah daerah juga terus meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk patroli rutin dan pemantauan hotspot secara berkala melalui sistem satelit.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak, tidak hanya pemerintah dan aparat, tetapi juga masyarakat.
Dengan upaya yang terus dilakukan secara intensif, diharapkan seluruh titik api di Riau dapat segera dipadamkan dan tidak kembali muncul di hari-hari mendatang. (R-05)

