Alphard Dinas Jadi Ambulans, Aksi Nyata Wali Kota Pekanbaru Manjakan Warga Miskin
Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru beserta unsur Forkopimda Pekanbaru melepaskan burung merpati pada peresmian TRC 112 Pekanbaru Aman, Rabu, 1 April 2025. (ist)
PEKANBARU, SABANGMERAUKENEWS.COM - Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho baru saja membuat gebrakan luar biasa. Dia meresmikan layanan Tim Reaksi Cepat atau TRC Pekanbaru Aman 112 di Sukajadi, Rabu sore, 1 April 2026.
Kegiatan simbolis tersebut ditandai dengan aksi pelepasan burung merpati ke langit biru Pekanbaru. Penandatanganan prasasti juga dilakukan bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar serta jajaran Forkopimda terkait. Suasana di Jalan Dahlia berubah menjadi pusat perhatian masyarakat yang ingin melihat langsung.
TRC Pekanbaru Aman 112 hadir sebagai garda terdepan untuk menangani segala macam kondisi darurat. Warga tidak perlu bingung mencari banyak nomor telepon saat sedang mengalami musibah mendadak. Layanan pusat panggilan ini menyatukan berbagai instansi penting di satu atap koordinasi yang rapi.
"Tim reaksi cepat ini dibentuk dengan prinsipnya memberikan sebuah pelayanan dalam satu atap," ucap Agung Nugroho dalam sambutannya.
Setiap laporan yang masuk melalui nomor 112 langsung tersambung ke petugas yang bersiaga. Berbagai persoalan krusial seperti kebakaran hebat hingga kecelakaan lalu lintas bisa segera tertangani.
Bahkan, tindak kejahatan yang meresahkan lingkungan juga dapat dilaporkan melalui jalur telepon khusus tersebut. "Layanan 112 ini satu nomor bisa untuk semua masalah yang bersifat sangat darurat," ujarnya.
Keunggulan utama layanan ini adalah akses panggilan telepon gratis alias sama sekali tanpa pulsa. Masyarakat dapat menghubungi operator kapan saja karena layanan ini beroperasi penuh selama dua puluh jam. Kecepatan respons menjadi prioritas utama agar nyawa maupun harta benda warga bisa terselamatkan segera.
Sistem koordinasi ini melibatkan unsur TNI, Polri, hingga petugas dari lembaga pemasyarakatan setempat. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu mempercepat penanganan kasus di lapangan tanpa hambatan birokrasi.
Kehadiran TRC 112 menjadi bukti keseriusan pemerintah kota dalam memberikan rasa aman bagi warga. "Begitu ditelepon, tim akan memberikan reaksi cepat dengan mengoordinasikan dinas atau instansi terkait," paparnya.
Selain layanan telepon, Agung Nugroho juga meluncurkan program Mobil Antar Sehat yang sangat unik. Program ini bertujuan memberikan fasilitas transportasi gratis bagi pasien rawat jalan keluarga kurang mampu. Transportasi medis ini disiapkan untuk menjemput pasien dari rumah menuju pusat layanan kesehatan terdekat.
Kejutan besar muncul saat satu unit mobil mewah jenis Toyota Alphard ikut disiagakan oleh petugas. Mobil dinas pribadi milik Wali Kota Pekanbaru tersebut resmi dihibahkan menjadi armada antar-jemput.
Pasien yang tidak mampu kini bisa merasakan kenyamanan mobil mewah saat berobat ke rumah sakit. "Salah satu mobil yang kami berikan adalah mobil dinas Alphard wali kota sebagai mobil jemput pasien," tutup Agung.
Target ambisius pemerintah adalah menghadirkan satu unit mobil serupa di setiap kecamatan di Pekanbaru. Langkah ini diambil guna memastikan pemerataan layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pemerintah ingin menjamin tidak ada lagi warga yang kesulitan transportasi saat membutuhkan pertolongan medis darurat.
Inovasi pelayanan publik ini mendapatkan apresiasi luas karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat kecil. Pekanbaru diharapkan menjadi kota yang semakin responsif terhadap keluhan serta penderitaan para warganya sendiri. Kehadiran teknologi pusat panggilan dan transportasi gratis ini menjadi standar baru pelayanan perkotaan modern. R-02

