Lonjakan Pasien Mengkhawatirkan, RSUD Arifin Achmad Resmi Tambah 30 Alat Cuci Darah
Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih saat menyampaikan keterangan pers, Selasa (31/3/2026). Foto: Dok SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau – RSUD Arifin Achmad terus memperkuat layanan hemodialisa (cuci darah) seiring meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan terapi tersebut. Langkah strategis ini ditandai dengan rencana penambahan 30 unit mesin hemodialisa baru, yang akan meningkatkan kapasitas layanan secara signifikan dalam waktu dekat.
Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih, mengungkapkan bahwa tren pasien yang membutuhkan terapi cuci darah menunjukkan peningkatan yang cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian serius pihak rumah sakit, mengingat terapi hemodialisa merupakan layanan vital bagi pasien dengan gangguan fungsi ginjal kronis.
“Tren pasien yang membutuhkan cuci darah terus meningkat. Saat ini kita memiliki 20 kursi mesin hemodialisa, dan akan kita tambah sehingga totalnya nanti menjadi 50 kursi,” ujarnya.
Penambahan ini bukan sekadar peningkatan fasilitas, melainkan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, khususnya di Provinsi Riau. Selama ini, tingginya jumlah pasien kerap membuat antrean layanan hemodialisa cukup panjang, bahkan memaksa sebagian pasien menunggu jadwal cukup lama.
Dengan hadirnya tambahan 30 unit mesin baru, diharapkan persoalan antrean dapat ditekan secara signifikan. Pasien nantinya bisa mendapatkan jadwal terapi yang lebih cepat dan teratur, sehingga kualitas hidup mereka dapat lebih terjaga.
Yusi menjelaskan bahwa pihak rumah sakit telah menyiapkan ruang khusus untuk mendukung penambahan fasilitas tersebut. Artinya, proses pengadaan dan instalasi mesin hemodialisa baru dapat segera direalisasikan tanpa kendala berarti dari sisi infrastruktur.
“Fasilitas ruang sudah kita siapkan. Jadi ketika mesin datang, kita bisa langsung operasikan untuk melayani pasien,” jelasnya.
Layanan hemodialisa sendiri merupakan terapi yang harus dilakukan secara rutin oleh pasien dengan gagal ginjal kronis. Dalam banyak kasus, pasien harus menjalani cuci darah dua hingga tiga kali dalam seminggu sepanjang hidupnya atau hingga mendapatkan transplantasi ginjal. Oleh karena itu, ketersediaan fasilitas yang memadai menjadi faktor krusial dalam pelayanan kesehatan.
Peningkatan kapasitas ini juga menjadi bentuk adaptasi rumah sakit terhadap perubahan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Seiring meningkatnya kasus penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes, jumlah pasien dengan komplikasi gagal ginjal juga ikut bertambah.
RSUD Arifin Achmad sebagai rumah sakit rujukan di Riau memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan layanan spesialistik tetap optimal dan mudah diakses oleh masyarakat. Penambahan mesin hemodialisa ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan hal tersebut.
Tidak hanya dari sisi jumlah, rumah sakit juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan. Mulai dari peningkatan kompetensi tenaga medis, penguatan sistem pelayanan, hingga penyediaan fasilitas penunjang lainnya. Dengan demikian, pasien tidak hanya mendapatkan akses layanan, tetapi juga pelayanan yang berkualitas dan aman.
Lebih lanjut, Yusi menyebut bahwa pengembangan layanan ini juga menjadi bagian dari momentum penting bagi rumah sakit, yakni peringatan ulang tahun ke-50 RSUD Arifin Achmad. Di usia setengah abad, rumah sakit ini terus berbenah untuk menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di wilayah Sumatera.
“Penambahan ini menjadi bagian dari pengembangan layanan rumah sakit, sekaligus momentum ulang tahun ke-50. Kita ingin terus meningkatkan kualitas pelayanan untuk masyarakat,” tambahnya.
Langkah ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak, mengingat kebutuhan layanan hemodialisa di Riau memang terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan tambahan kapasitas yang signifikan, RSUD Arifin Achmad diharapkan mampu menjadi solusi utama bagi pasien ginjal, tidak hanya di Pekanbaru tetapi juga dari daerah lain di sekitarnya.
Ke depan, rumah sakit juga menargetkan agar layanan cuci darah dapat menjangkau lebih banyak pasien dengan sistem yang lebih efisien. Waktu tunggu yang lebih singkat dan pelayanan yang lebih optimal menjadi prioritas utama dalam pengembangan layanan ini.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, RSUD Arifin Achmad menunjukkan komitmennya untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Penambahan 30 unit mesin hemodialisa bukan hanya soal angka, tetapi tentang harapan baru bagi ribuan pasien yang menggantungkan hidupnya pada layanan tersebut.
Di tengah meningkatnya tantangan di sektor kesehatan, langkah progresif ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik dapat terus berkembang dan beradaptasi demi memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. (R-05)

