Kasus Gigitan Anjing Meledak di Sikka, Kenali Gejala dan Langkah Cepat Cegah Rabies
Ilustrasi anjing rabies. Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Lonjakan kasus gigitan anjing di Kabupaten Sikka dalam waktu kurang dari tiga bulan menjadi alarm serius bagi kesehatan masyarakat. Ratusan warga telah menjadi korban, dengan sebagian kasus terkonfirmasi Rabies penyakit yang hampir selalu berakibat fatal jika tidak ditangani cepat dan tepat.
Sejak awal Januari hingga 25 Maret 2026, tercatat 277 kasus gigitan hewan penular rabies (HPR), terutama anjing. Dari 74 sampel yang diperiksa, empat di antaranya dinyatakan positif rabies, tersebar di beberapa desa seperti Done, Leguwoda, Masabewa, dan Bera, serta satu kasus suspek di wilayah Paga.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan setempat, Eus Keupung, menegaskan bahwa situasi ini membutuhkan respons cepat sekaligus perubahan perilaku masyarakat. Ia menyebut rendahnya kepatuhan terhadap aturan pemeliharaan hewan seperti tidak mengandangkan atau mengikat anjing menjadi faktor utama sulitnya pengendalian wabah.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah kini menerapkan prosedur ketat di wilayah yang terkonfirmasi. Setiap kasus positif langsung diikuti penetapan status desa tertular melalui surat keputusan camat, yang kemudian ditindaklanjuti pembentukan tim respon cepat (TRC) di tingkat desa.
Tim ini bekerja melalui tiga pendekatan utama: kesehatan hewan (vaksinasi dan pengendalian), kesehatan masyarakat (penanganan korban gigitan), serta komunikasi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran warga. Unsur masyarakat, tenaga kesehatan, hingga tokoh agama dilibatkan guna mempercepat penanganan.
Edukasi Penting untuk Masyarakat:
Rabies merupakan penyakit virus yang menyerang sistem saraf dan ditularkan melalui gigitan atau air liur hewan terinfeksi. Tanpa penanganan medis segera, penyakit ini hampir selalu berujung kematian.
Langkah yang harus dilakukan jika tergigit hewan:
- Segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit
- Gunakan antiseptik setelah mencuci luka
- Segera ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin anti-rabies
- Laporkan kejadian ke petugas setempat
Selain itu, pencegahan juga sangat penting:
- Vaksinasi rutin hewan peliharaan
- Mengandangkan atau mengikat anjing
- Menghindari kontak dengan hewan liar atau tidak dikenal
Lonjakan kasus di Sikka menjadi pengingat bahwa rabies bukan sekadar isu kesehatan hewan, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan manusia. Kesadaran kolektif dan tindakan cepat menjadi kunci utama untuk menghentikan penyebaran penyakit mematikan ini.(R-03)

