Arus Balik Meledak! Penumpang Bandara SSK II Pekanbaru Tembus 12 Ribu Lebih di H+3
Ilustrasi Arus balik Lebaran 2026 di Bandara Sultan Syarif Kasim II. Foto: SM News/Create by Al
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Arus balik Lebaran 2026 di Bandara Sultan Syarif Kasim II masih menunjukkan tren tinggi hingga H+3. Lonjakan penumpang yang signifikan menjadi indikator bahwa mobilitas masyarakat pasca-Lebaran belum sepenuhnya mereda, bahkan masih berada dalam fase puncak arus balik.
Pada Rabu (25/3/2026) atau H+3 Lebaran, jumlah penumpang yang dilayani bandara mencapai 12.822 orang. Angka ini meningkat tajam sebesar 24,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat untuk kembali ke kota tujuan setelah merayakan Hari Raya bersama keluarga di kampung halaman.
Executive General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, menyebut bahwa lonjakan pada H+3 menjadi sinyal kuat bahwa arus balik masih berlangsung aktif dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.
“Pada H+3, trafik penumpang masih cukup tinggi. Ini menunjukkan arus balik masih terus berjalan dan belum sepenuhnya landai,” ujar Achmad.
Tidak hanya dari sisi penumpang, peningkatan juga terjadi pada pergerakan pesawat. Pada hari yang sama, tercatat sebanyak 75 penerbangan dilayani, atau naik 8,7 persen dibandingkan tahun 2025. Kenaikan ini menunjukkan bahwa maskapai turut menyesuaikan kapasitas penerbangan guna mengakomodasi tingginya permintaan selama arus balik.
Fenomena ini dinilai sebagai dampak dari pola perjalanan masyarakat yang cenderung memilih kembali ke kota asal secara bertahap setelah libur Lebaran. Banyak pekerja dan perantau memanfaatkan sisa waktu libur untuk berkumpul lebih lama dengan keluarga, sehingga arus balik tidak terjadi secara serentak, melainkan tersebar dalam beberapa hari setelah hari raya.
Secara kumulatif, sejak dimulainya periode angkutan Lebaran pada 13 Maret hingga 25 Maret 2026 (H+3), Bandara SSK II Pekanbaru telah melayani total 152.164 pergerakan penumpang. Angka ini meningkat sebesar 8,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, total pergerakan pesawat selama periode tersebut mencapai 1.005 penerbangan atau tumbuh 10,6 persen dibandingkan tahun 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa sektor transportasi udara tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan jarak jauh selama musim mudik dan arus balik Lebaran.
“Secara akumulatif, baik penumpang maupun penerbangan mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran tahun ini,” jelas Achmad.
Pihak bandara juga mencatat bahwa rute-rute favorit seperti Pekanbaru–Jakarta dan Pekanbaru–Medan menjadi penyumbang utama lonjakan penumpang. Tingginya frekuensi penerbangan pada rute tersebut menjadi bukti bahwa kota-kota besar masih menjadi tujuan utama para pemudik yang kembali bekerja maupun melanjutkan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, faktor harga tiket yang relatif stabil serta ketersediaan jadwal penerbangan tambahan dari sejumlah maskapai turut mendukung kelancaran arus balik. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi penumpang untuk memilih waktu perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Memasuki H+4 atau Kamis (26/3/2026), pihak bandara memprediksi tren arus balik masih akan berlanjut. Jumlah penumpang diperkirakan mencapai 12.875 orang dengan sekitar 75 pergerakan pesawat. Angka ini tidak jauh berbeda dari H+3, yang mengindikasikan bahwa puncak arus balik kemungkinan belum sepenuhnya terlewati.
Untuk mengantisipasi lonjakan ini, manajemen bandara terus meningkatkan kesiapan operasional, mulai dari optimalisasi layanan check-in, pengaturan alur penumpang, hingga koordinasi intensif dengan maskapai dan instansi terkait seperti otoritas penerbangan dan keamanan bandara.
Achmad menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga kelancaran dan kenyamanan penumpang selama periode arus balik. Berbagai langkah antisipatif telah dilakukan, termasuk penambahan personel layanan serta penguatan sistem informasi bagi penumpang.
“Kami terus memastikan operasional berjalan lancar. Koordinasi dengan seluruh stakeholder dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi lonjakan trafik yang masih tinggi,” tambahnya.
Di sisi lain, penumpang juga diimbau untuk datang lebih awal ke bandara guna menghindari antrean panjang, terutama pada jam-jam sibuk. Kepatuhan terhadap jadwal keberangkatan dan prosedur keamanan menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran perjalanan selama masa arus balik.
Dengan tren yang masih tinggi hingga H+3, arus balik Lebaran 2026 di Bandara SSK II Pekanbaru diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan sebelum akhirnya berangsur normal. Kondisi ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Riau, dalam memanfaatkan momen Lebaran untuk bersilaturahmi sekaligus kembali ke rutinitas pekerjaan. (R-05)

