Malam Takbiran Berdarah Dingin, Polisi Kampar Tumbang Saat Tertibkan Perang Mercun!
Suasana pemakaman Aiptu Apendra yang berpulang ketika bertugas mengamankan malam takbiran di Kampar. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Kampar - Duka mendalam menyelimuti jajaran Polsek Kampar di penghujung Ramadan. Seorang anggota polisi bernama Aiptu Apendra meninggal dunia saat menjalankan tugas mulia. Kejadian ini berlangsung dramatis pada Sabtu, 21 Maret 2026 dini hari.
Banit Reskrim Polsek Kampar ini awalnya giat mengamankan malam takbiran sejak Jumat malam, 20 Maret 2026. Tugasnya berat karena harus memastikan warga merayakan kemenangan dengan aman tanpa gangguan. Kondisi fisik yang lelah tampaknya tidak menghalangi semangat pengabdian almarhum di lapangan.
Puncaknya terjadi saat ia menertibkan aksi perang mercun di Lapangan Kantor Camat Kampar. Suara ledakan kembang api justru menjadi latar belakang duka bagi kepolisian daerah Riau.
Aiptu Apendra mendadak mengeluh sakit luar biasa pada bagian perutnya saat bertugas. "Kondisi almarhum saat itu sudah mengeluh sakit," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad.
Perjuangan Menuju Rumah Sakit
Rekan kerja segera melaporkan kondisi kesehatan Aiptu Apendra kepada pimpinan unit. Kapolsek Kampar langsung memerintahkan evakuasi cepat agar almarhum mendapat pertolongan medis pertama. Namun, keterbatasan peralatan di fasilitas kesehatan terdekat memaksa tim bergerak ke Puskesmas Kampar.
Kondisi medis yang kian memburuk membuat ambulans harus melaju kencang menuju Pekanbaru. Aulia Hospital menjadi tujuan terakhir demi menyelamatkan nyawa sang pelayan masyarakat tersebut. Perjalanan darat di tengah hiruk pikuk malam takbiran tentu bukan hal yang mudah.
Sekitar pukul 02.30 WIB, pasien masuk ke Instalasi Gawat Darurat dalam kondisi kritis. Tim dokter berusaha maksimal melakukan tindakan darurat untuk menstabilkan kondisi jantung dan pencernaan.
Sayangnya, takdir berkata lain bagi polisi kelahiran Air Tiris tahun 1984 ini. "Sembilan menit kemudian, dokter menyatakan almarhum telah meninggal dunia," ungkap Kombes Pandra dengan nada duka.
Asam Lambung Akut Jadi Pemicu
Diagnosa medis menduga penyakit asam lambung akut menjadi penyebab utama kepergian almarhum. Gangguan kesehatan ini sering disepelekan namun bisa berakibat fatal jika menyerang saat kondisi tubuh lelah. Kepergian mendadak ini meninggalkan luka dalam bagi istri dan satu anak perempuannya.
Upacara pemakaman secara kedinasan segera dipersiapkan sebagai bentuk penghormatan terakhir. Lokasi peristirahatan terakhir berada di Pemakaman Umum Pasar Usang, Desa Tanjung Barulak. Seluruh rekan sejawat di kepolisian merasa kehilangan sosok Banit Reskrim yang berdedikasi tinggi.
Semangat kerja Aiptu Apendra menjadi teladan bagi anggota lain yang masih bertugas di lapangan. Pengorbanan waktu dan kesehatan demi keamanan publik adalah risiko nyata profesi polisi.
Selamat jalan bhayangkara negara, pengabdianmu akan selalu dikenang oleh warga Kampar. "Jenazah almarhum akan dimakamkan secara kedinasan," tutup Kombes Pandra mengakhiri keterangan resmi. R-02

