26 Ribu Pemudik Masuk Selatpanjang, Pelabuhan Tanjung Harapan Terpadat ke-9 di Indonesia
Suasana Arus Mudik di Pelabuhan Tanjung Harapan
SABANGMERAUKE NEWS, Selatpanjang - Menjelang Hari Raya Idulfitri, denyut kehidupan di kabupaten yang terletak di bibir Selat Malaka terasa berbeda. Pelabuhan Tanjung Harapan yang biasanya sibuk, kini berubah menjadi lautan manusia yang dipenuhi wajah-wajah lelah namun penuh harap, membawa rindu yang telah lama dipendam.
Setiap langkah yang menjejak dermaga seakan memiliki tujuan yang sama yakni pulang. Pulang ke kampung halaman, ke pelukan keluarga, ke suasana hangat yang hanya hadir setahun sekali. Tradisi mudik kembali menjadi cerita tahunan yang tak pernah kehilangan maknanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 H/2026 M di Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami lonjakan signifikan. Sejak H-15 atau 5 Maret hingga H-1 pada 19 Maret, tercatat sebanyak 26.651 penumpang tiba di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang yang pintu utama pergerakan domestik dan internasional di wilayah tersebut.
Jumlah itu bukan sekadar angka. Ia adalah potret kerinduan yang berbondong-bondong kembali ke asalnya.
Puncak kepadatan terjadi pada H-2 dan H-1, di mana masing-masing tercatat sebanyak 3.833 dan 3.893 penumpang turun di pelabuhan. Suasana di dermaga pun dipenuhi antrean panjang, suara panggilan, serta hiruk-pikuk barang bawaan yang menjadi saksi perjalanan jauh para perantau.
Tak hanya kedatangan, arus keberangkatan juga menunjukkan angka yang tinggi. Sebanyak 11.870 penumpang tercatat berangkat meninggalkan Selatpanjang menuju berbagai tujuan, menandakan mobilitas masyarakat yang terus bergerak menjelang hari besar keagamaan ini.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah pergerakan penumpang tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2025, total pergerakan tercatat sebesar 31.627 orang—lebih rendah dibanding akumulasi pergerakan saat ini yang terus menunjukkan tren kenaikan.
Dengan pertumbuhan volume penumpang sekitar lima persen setiap harinya, kesiapan armada menjadi faktor krusial. Tercatat sebanyak 51 hingga 54 armada kapal telah disiagakan untuk melayani proses embarkasi dan debarkasi, guna memastikan perjalanan para pemudik berjalan aman dan lancar.
Di balik semua kesibukan itu, tersimpan satu hal yang sama yakni harapan untuk berkumpul, untuk melepas rindu, dan untuk merayakan kemenangan bersama orang-orang tercinta.
Dan di Pelabuhan Tanjung Harapan, setiap kapal yang datang dan pergi bukan hanya mengangkut penumpang tetapi juga membawa cerita, kenangan, dan cinta yang kembali pulang ke rumah.
Kepala KSOP Kelas IV Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo, melalui petugas Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Ade Kurniawan mengungkapkan bahwa puncak arus mudik terjadi pada H-2 dan H-1 Idulfitri.
“Saat ini arus penumpang sudah mulai normal dan melandai. Puncaknya terjadi pada H-2 dan H-1 jelang lebaran," ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa lonjakan arus mudik tahun ini masih dalam kondisi terkendali meski terjadi peningkatan signifikan jumlah penumpang.
“Terjadi peningkatan arus penumpang menjelang Idulfitri tahun ini, namun secara umum masih dapat kita kelola dengan baik. Kami telah mengantisipasi lonjakan ini dengan menyiapkan armada kapal yang memadai serta memastikan seluruh aspek keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihak KSOP terus melakukan pengawasan terhadap kelayakan kapal, termasuk pemeriksaan dokumen dan kondisi teknis armada sebelum beroperasi.
“Kami memastikan setiap kapal yang beroperasi telah memenuhi standar keselamatan dan laik laut. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan operator kapal dan instansi terkait untuk mengatur jadwal keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jasa transportasi laut agar tetap memperhatikan keselamatan selama perjalanan, termasuk mematuhi aturan yang berlaku di pelabuhan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tertib, mengikuti arahan petugas, serta tidak memaksakan diri naik ke kapal apabila kapasitas sudah penuh. Keselamatan adalah hal yang paling utama dalam setiap perjalanan,” tutupnya.
Menariknya dari data Dirjen Hubla, Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang masuk dalam peringkat ke-9 pelabuhan terpadat di Indonesia selama periode Idulfitri 2026.
Meski terjadi lonjakan penumpang, kondisi di lapangan tetap terkendali tanpa adanya penumpukan signifikan.
Di tengah padatnya arus mudik yang terus mengalir di Pelabuhan Selatpanjang, upaya peningkatan pelayanan menjadi hal yang tak bisa ditawar. Bukan hanya soal keberangkatan dan kedatangan kapal, tetapi juga bagaimana para penumpang merasakan kenyamanan di setiap detik penantian mereka.
Pantauan di lapangan menunjukkan, pihak Pelabuhan Pelindo Selatpanjang mulai berbenah. Ruang tunggu terminal penumpang yang sebelumnya sudah terisi penuh, kini diperluas kenyamanannya dengan penambahan sekitar seratus kursi tambahan. Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan sekaligus memberi ruang istirahat yang lebih layak bagi para pemudik yang menunggu jadwal keberangkatan.
Tak hanya itu, fasilitas pendingin ruangan juga dioptimalkan. Di tengah cuaca yang cenderung panas dan jumlah penumpang yang terus meningkat, kesejukan ruang tunggu menjadi kebutuhan penting agar penumpang tetap merasa nyaman.
Di luar gedung terminal, tenda-tenda tambahan mulai didirikan. Ini menjadi solusi cepat untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, terutama saat puncak arus mudik. Tenda tersebut difungsikan sebagai area tunggu sementara, sekaligus ruang penyangga agar tidak terjadi penumpukan di dalam terminal utama.
Manager Operasional Pelindo Selatpanjang, Bruri Sumantri, menyampaikan bahwa peningkatan fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berupaya memberikan kenyamanan bagi para penumpang dengan menambah fasilitas ruang tunggu, termasuk kursi tambahan dan pendingin ruangan. Selain itu, kami juga menyiapkan tenda untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat puncak arus mudik,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa tingginya mobilitas masyarakat pada musim mudik perlu diimbangi dengan kewaspadaan yang lebih tinggi.
“Kami menghimbau kepada masyarakat pengguna jasa angkutan laut agar tetap mengutamakan keselamatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melakukan perjalanan mudik. Pada masa arus mudik, aktivitas di pelabuhan meningkat dan berpotensi menimbulkan risiko, termasuk tindak kejahatan,” tambah Bruri Sumantri.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, pihak pelabuhan berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman. Sebab di balik setiap perjalanan, ada harapan besar yang dibawa pulang dan Pelabuhan Selatpanjang menjadi salah satu gerbang utama yang memastikan harapan itu sampai ke tujuan.
Di tengah padatnya arus mudik yang terus bergerak di perairan Kepulauan Meranti, aparat kepolisian turut hadir memastikan setiap perjalanan berlangsung aman dan tertib. Bukan sekadar pengamanan, tetapi juga pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.
Kapolres Kepulauan Meranti, Aldi Alfa Faroqi, menegaskan bahwa jajarannya telah berupaya memberikan pelayanan maksimal selama arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri tahun ini.
“Ini merupakan bagian dari upaya kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami ingin memastikan para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tetap menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan,” ujarnya.
Di balik ramainya aktivitas di pelabuhan, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah terhadap keamanan rumah yang ditinggalkan. Hal sederhana seperti memastikan pintu dan jendela terkunci menjadi langkah penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan. Selain itu, ikuti aturan petugas di pelabuhan agar perjalanan tertib, aman, dan nyaman,” tambah Aldi Alfa Faroqi.
Sebagai bentuk pelayanan tambahan, pihak kepolisian juga menyediakan fasilitas penitipan kendaraan bagi masyarakat yang mudik. Layanan ini tersedia di Polres maupun Polsek di setiap kecamatan, dengan persyaratan yang cukup sederhana, yakni fotokopi KTP dan STNK.
Di lapangan, kehadiran personel kepolisian juga diperkuat dengan penempatan di berbagai titik strategis. Mulai dari pos pengamanan, pos pelayanan, hingga titik-titik penyeberangan kempang, semuanya disiagakan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terpantau dan terkendali.
“Masyarakat juga dapat menghubungi layanan kepolisian melalui nomor 110 apabila menemukan hal yang mencurigakan atau membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Tak hanya aparat kepolisian, perhatian terhadap kelancaran arus mudik juga datang dari pemerintah daerah. Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, bersama unsur Forkopimda turun langsung ke lapangan untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan lancar.
“Kami bersama Forkopimda turun langsung untuk memastikan keberangkatan masyarakat berjalan aman dan lancar. Kami juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga masyarakat yang bepergian diberikan keselamatan dan kesehatan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang bepergian bersama anak-anak maupun orang tua. Menjaga barang bawaan serta mengikuti arahan petugas menjadi bagian penting dalam menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman.
Di tengah hiruk-pikuk mudik, sinergi antara aparat dan pemerintah daerah menjadi penopang utama. Sebab di setiap perjalanan pulang, ada harapan yang ingin sampai dengan selamat dan di sanalah peran pelayanan menjadi begitu berarti. (R-01)
BERITA TERKAIT :
-
Hari Kebahagiaan Internasional
Dompet Tipis Tapi Hati Berlapis? Ini Alasan Gila Indonesia Juara 1 Negara Paling Bahagia Dunia!

