Dokter Gizi Ungkap Cara Ngopi Biar Tak Ngantuk Saat Nyetir Mudik, Jangan Asal Pilih Kopi!
Ilustrasi kopi. Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Minum kopi kerap menjadi pilihan utama para pemudik untuk mengusir rasa kantuk saat menyetir jarak jauh. Namun dokter gizi mengingatkan bahwa cara mengonsumsi kopi juga perlu diperhatikan agar manfaatnya benar-benar membantu menjaga kewaspadaan pengemudi tanpa memicu masalah kesehatan.
Spesialis gizi klinik Firisha Witjaksno menjelaskan bahwa konsumsi kopi selama perjalanan mudik pada dasarnya aman dilakukan. Kafein yang terkandung dalam kopi dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan pengemudi, selama jenis kopi dan jumlah yang diminum tetap dalam batas wajar.
Menurut Firisha, kesalahan yang sering terjadi bukan pada kebiasaan minum kopi itu sendiri, melainkan pada pilihan jenis kopi yang dikonsumsi. Banyak orang cenderung memilih minuman kopi dengan tambahan gula tinggi, sirup, atau susu berlemak yang justru dapat berdampak buruk bagi tubuh selama perjalanan jauh.
“Pada dasarnya kopi boleh saja diminum saat perjalanan. Tapi yang penting adalah jenis kopinya dan jumlahnya. Pilih kopi yang lebih sederhana agar manfaat kafeinnya bisa bekerja optimal,” ujar Firisha.
Kopi Hitam Murni Paling Dianjurkan
Firisha menyarankan agar pemudik yang ingin tetap terjaga saat mengemudi memilih kopi hitam murni. Jenis kopi ini dinilai paling efektif karena mengandung kafein tanpa tambahan kalori berlebih dari gula atau lemak.
Kafein bekerja sebagai stimulan yang memengaruhi sistem saraf pusat sehingga dapat membantu meningkatkan fokus dan mengurangi rasa kantuk. Efek tersebut membuat kopi sering menjadi pilihan bagi pengemudi yang harus menempuh perjalanan panjang selama mudik.
Menurut Firisha, konsumsi kopi hitam murni dalam jumlah wajar masih tergolong aman untuk tubuh. Ia menyebutkan bahwa batas konsumsi kopi harian yang direkomendasikan umumnya sekitar dua hingga tiga cangkir per hari bagi orang dewasa yang sehat.
“Sebenarnya kalau kopi hitam, kita bicara kafein artinya kopi hitam tanpa gula, tanpa susu full cream atau tinggi lemak. Itu boleh dua sampai tiga cup per hari. Jadi masih aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Selain membantu menjaga kewaspadaan, kopi hitam juga memiliki kandungan kalori yang sangat rendah sehingga tidak menambah beban energi berlebih bagi tubuh. Hal ini penting terutama saat perjalanan panjang ketika aktivitas fisik cenderung terbatas.
Waspadai Kopi dengan Gula Tinggi
Firisha menekankan bahwa masalah justru sering muncul dari minuman kopi dengan tambahan gula tinggi. Saat ini, berbagai minuman kopi kekinian banyak menggunakan gula aren, sirup rasa, atau krimer manis yang dapat meningkatkan kandungan gula secara signifikan.
Menurutnya, konsumsi gula yang terlalu tinggi dalam satu waktu dapat menyebabkan lonjakan energi secara cepat. Namun setelah itu, kadar gula darah dapat turun drastis sehingga menimbulkan rasa lelah dan kantuk yang lebih kuat.
Kondisi ini dikenal sebagai “sugar crash”, yakni penurunan energi secara tiba-tiba setelah lonjakan gula darah. Bagi pengemudi jarak jauh, kondisi tersebut bisa menjadi risiko karena membuat tubuh terasa lebih lemas dan kurang fokus di jalan.
“Yang justru bermasalah kalau kopinya tinggi gula. Kadang menggunakan gula aren atau berbagai sirup. Jadi kalau mau ngopi, fokuskan pada kopi yang memang murni kopi hitam,” kata Firisha.
Ia menambahkan bahwa jika seseorang tetap ingin menambahkan susu ke dalam kopi, sebaiknya memilih susu dengan kadar lemak lebih rendah serta membatasi penggunaan gula.
Tetap Perhatikan Pola Istirahat
Meski kopi dapat membantu mengurangi rasa kantuk, Firisha mengingatkan bahwa minuman berkafein tidak boleh dijadikan satu-satunya cara untuk menjaga stamina selama perjalanan mudik.
Istirahat yang cukup tetap menjadi faktor paling penting bagi pengemudi jarak jauh. Mengemudi dalam kondisi lelah atau kurang tidur dapat meningkatkan risiko kecelakaan karena menurunkan konsentrasi dan respons tubuh.
Karena itu, pemudik disarankan untuk berhenti sejenak setiap beberapa jam perjalanan guna meregangkan tubuh dan memulihkan energi. Istirahat singkat di rest area dapat membantu tubuh tetap segar sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Selain itu, pemudik juga dianjurkan menjaga asupan cairan dan makanan bergizi selama perjalanan. Mengonsumsi makanan ringan yang sehat seperti buah atau kacang-kacangan dapat membantu menjaga energi tetap stabil.
Gunakan Kopi Secara Bijak
Firisha menegaskan bahwa kopi bisa menjadi teman perjalanan yang bermanfaat jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. Memilih kopi hitam tanpa tambahan gula berlebih serta membatasi jumlah konsumsi merupakan langkah sederhana untuk mendapatkan manfaat kafein secara optimal.
Dengan pola konsumsi yang bijak, kopi dapat membantu pengemudi tetap fokus dan waspada selama perjalanan mudik tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan.
“Kalau mau pakai susu juga boleh, tapi tetap dibatasi gulanya,” ujarnya.
Ia berharap pemudik lebih bijak dalam memilih minuman selama perjalanan sehingga tubuh tetap sehat dan perjalanan mudik dapat berlangsung aman hingga sampai tujuan.(R-04)

