La Liga Spanyol
Raphinha Menggila! Barcelona Bantai Sevilla 5-2 di Malam Berdarah Camp Nou
Selebrasi Raphinha usai menjebol gawang Sevilla di Camp Nou, Minggu (15/03/2026) malam WIB. (AP Photo)
SABANGMERAUKE NEWS, Barcelona - Camp Nou berubah menjadi liar tadi malam, Minggu, 15 Maret 2026 dini hari WIB. Barcelona tidak memberi ruang napas untuk Sevilla. Lima gol dihantamkan ke gawang tamu, dan Raphinha berdiri di tengah panggung seperti aktor utama yang sedang kesurupan. Barca menang 5-2 dan tetap menjaga jarak empat poin dari Real Madrid di puncak klasemen La Liga.
Pertandingan ini terasa berat sebelah sejak awal. Barcelona langsung menggigit dan tidak memberi Sevilla waktu untuk menata kaki. Tim asuhan Hansi Flick tampil tajam, cepat, dan kejam saat melihat celah. Sevilla sempat membalas dua kali, tapi itu tidak cukup untuk menghentikan badai biru-merah yang turun malam itu.
Raphinha jadi nama yang paling ribut dibicarakan usai laga. Winger Brasil itu mencetak hattrick, dua di antaranya dari titik putih. Ia juga ikut mengalirkan ancaman hampir di setiap serangan. Reuters menyebut penampilannya jadi fondasi utama kemenangan telak Barcelona atas Sevilla.
Barcelona masuk ke laga ini dengan tekanan yang tidak kecil. Real Madrid terus menempel. Setiap laga kini terasa seperti ujian yang tidak boleh gagal. Namun yang muncul di lapangan justru Barcelona yang tampil santai, lapar, dan penuh percaya diri. Sevilla dipaksa berlari mengejar bayangan sendiri.
Menit kedelapan jadi awal petaka untuk tim tamu. Joao Cancelo dijatuhkan di kotak penalti dan wasit langsung menunjuk titik putih. Raphinha maju dengan wajah tenang. Sepakan cungkilannya ke tengah gawang membuat Odisseas Vlachodimos terkecoh. Skor berubah jadi 1-0 dan Camp Nou langsung bergemuruh.
Barcelona tidak berhenti. Mereka terus menekan dari sisi sayap dan tengah. Sevilla terlihat goyah setiap kali Barca mengalirkan bola cepat ke area akhir. Tekanan itu melahirkan penalti kedua pada menit ke-19 setelah bola mengenai tangan Jose Angel Carmona di kotak terlarang. VAR menguatkan keputusan itu.
Raphinha kembali jadi eksekutor. Kali ini ia memilih tembakan keras ke sudut kiri bawah. Vlachodimos sempat menyentuh bola, tapi tetap gagal menghalaunya. Skor berubah jadi 2-0 dan pertandingan mulai terasa seperti bukit curam yang sulit didaki Sevilla.
Barca Menggila Sejak Awal
Barcelona terus menguasai permainan setelah unggul dua gol. Bola bergerak cepat dari kaki ke kaki. Dani Olmo, Pedri, dan Marc Bernal membuat ritme permainan tuan rumah terasa rapi. Sevilla lebih banyak sibuk mengejar dan menutup ruang.
Gol ketiga datang pada menit ke-38. Bola liar hasil umpan silang jatuh di area yang pas untuk Dani Olmo. Gelandang Spanyol itu melepaskan tembakan keras ke sudut kanan bawah gawang. Skor jadi 3-0. Camp Nou seperti sedang menonton mesin yang bekerja tanpa rem.
Sevilla sempat menemukan sedikit udara jelang turun minum. Pada menit 45+3, Juanlu Sanchez mengirim umpan silang yang disambut Oso. Penyelesaian akhirnya mengubah skor menjadi 3-1. Gol itu setidaknya memberi tanda kecil kalau Sevilla belum benar-benar hilang dari pertandingan.
Namun harapan itu cuma bertahan sebentar. Barcelona kembali keluar di babak kedua dengan tatapan yang sama tajamnya. Tidak ada tanda melambat. Tidak ada niat mengendur. Tim ini seperti ingin menutup malam secepat mungkin dengan suara ledakan yang lebih besar.
Pada menit ke-51, Raphinha melengkapi hattrick-nya. Ia menerima bola di tepi kotak penalti, lalu melepaskan tembakan yang membentur pemain Sevilla dan melambung masuk ke pojok gawang. Skor jadi 4-1. Reuters mencatat gol itu memastikan hattrick Raphinha dan mempertegas dominasi Barcelona.
Gol itu membuat laga makin miring. Sevilla tampak kehabisan pegangan. Barcelona justru makin menikmati permainan. Beberapa menit kemudian, Joao Cancelo ikut mencatatkan nama di papan skor.
Raphinha Jadi Raja Panggung
Gol kelima lahir pada menit ke-60. Cancelo melakukan penetrasi cerdas lalu menuntaskan serangan dengan penyelesaian tajam. Skor berubah jadi 5-1. Sevilla terlihat seperti tim yang datang terlalu dekat ke pusat badai.
Barcelona masih punya peluang menambah gol. Ronald Araujo sempat mengancam lewat sundulan. Robert Lewandowski juga mendapat kans emas pada menit ke-84, tapi tendangannya melebar. Meski begitu, lima gol sudah lebih dari cukup untuk membuat malam ini terasa mewah bagi tuan rumah.
Sevilla sempat menambah satu gol hiburan pada menit 90+2. Djibril Sow menanduk bola hasil umpan silang dan mengubah skor jadi 5-2. Gol itu datang terlambat. Barcelona sudah terlalu jauh dan terlalu nyaman di depan.
Hasil ini membuat Barcelona mengoleksi 70 poin dari 28 laga dan tetap unggul empat angka atas Real Madrid. Sevilla tertahan di peringkat ke-14 dengan 31 poin. Angka itu memperlihatkan satu hal yang sangat jelas. Barcelona sedang menjaga ritme juara, sementara Sevilla masih berkutat dengan masalah lama di lini belakang.
Raphinha layak disebut man of the match. Tiga tembakan tepat sasaran berujung tiga gol. Dua penalti dieksekusi tanpa ragu. Satu gol lain lahir dari tembakan yang memantul dan tetap terasa mematikan. Dalam laporan pertandingan, performanya disebut sebagai sumber kekacauan utama untuk pertahanan Sevilla.
Ada satu momen hangat lain di laga ini. Gavi akhirnya kembali bermain setelah absen sejak Agustus karena operasi meniskus. Ia masuk pada menit ke-83 dan disambut meriah. Seusai laga, Gavi mengaku masa pemulihannya sangat berat. “Saya menjalani masa yang sangat sulit,” ucapnya. Momen itu memberi warna emosional di tengah pesta gol Barcelona.
Hansi Flick juga terlihat puas dengan cara timnya mengatasi rotasi. Reuters melaporkan Barcelona sempat menyimpan beberapa nama penting demi laga Liga Champions melawan Newcastle, namun permainan mereka tetap tajam dan stabil. Ini jadi sinyal bagus untuk skuad yang sedang memburu gelar di dua panggung sekaligus.
Pada akhirnya, laga ini bukan sekadar kemenangan 5-2. Ini seperti pesan keras dari Barcelona untuk semua pesaing. Mereka tidak goyah. Mereka tidak melambat. Dan saat Raphinha sedang panas seperti ini, Sevilla cuma jadi korban berikutnya di malam yang terasa seperti dihantam petir dari segala arah. R-02

