Maut di Balik Cinta Segitiga: Pembunuh Guru SD Dumai Tewas Tragis Telan Racun Rumput!
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara pada lokasi penemuan mayat seorang guru di Dumai, Kamis, 12 Maret 2026. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Dumai - Sosok pria berinisial BM (27), eksekutor keji yang merampas nyawa Tika Plorentina Simanjuntak, resmi dinyatakan meninggal dunia. Pelaku penikaman guru sekolah dasar itu mengembuskan napas terakhir setelah melakukan aksi nekat selama masa pelariannya dengan meminum racun rumput dan pertalite.
Lelaki malang ini memilih jalur pintas demi menghindari dinginnya jeruji besi penjara. Kepolisian mengonfirmasi bahwa BM menenggak cairan beracun untuk membasmi rumput yang dicampur dengan bahan bakar minyak jenis pertalite. Tindakan irasional ini terjadi sesaat sebelum aparat berhasil menciduk posisinya di wilayah Rokan Hilir.
"Tersangka meninggal dunia tadi pagi pukul 08.06 WIB," ungkap Kapolres Dumai AKBP Angga Herlambang. Petugas medis sebenarnya telah berupaya keras memulihkan kondisi tersangka sejak penangkapan pada Kamis (12/3). Namun, daya rusak kimiawi dari racun rumput yang masuk ke tubuh pelaku terlampau destruktif bagi organ dalamnya.
Angga menegaskan tersangka sempat dirawat intensif pasca penangkapan kemarin. Upaya bunuh diri dilakukan BM saat merasa terdesak dalam pengejaran tim Satreskrim. Kini, proses hukum menghadapi jalan buntu akibat hilangnya subjek utama perkara yang menggegerkan dunia pendidikan Riau ini.
Tragedi ini bermula dari bara asmara yang gagal padam di hati BM. Tika Plorentina (26), seorang guru wali kelas di SD Santo Tarcisius, ditemukan bersimbah darah di kontrakan Gang Horas. Luka tikam di sekujur tubuh menjadi bukti betapa brutal kemarahan yang meluap pada Selasa (11/3) petang tersebut.
Api cemburu membakar logika BM kala mengetahui sang kekasih telah melabuhkan hati pada pria lain. David Sitorus (26), pacar baru korban, menjadi pemicu keributan besar di rumah kontrakan korban sehari sebelum penemuan mayat. BM bersikeras merasa masih memiliki hubungan spesial, meski Tika secara tegas menolak kehadirannya.
Drama cinta segitiga ini mencapai puncaknya saat BM mendatangi rumah kontrakan korban dengan emosi yang meledak. Teman pria korban sebenarnya sempat datang menjaga situasi agar tetap kondusif saat pertemuan tersebut berlangsung. Sayangnya, BM yang terlanjur gelap mata tidak menerima kenyataan posisi barunya sebagai mantan kekasih.
Seusai perdebatan sengit, BM sempat terlihat menuju mobilnya yang terparkir di dekat masjid area Dumai Selatan. Korban sempat merasa situasi mulai aman dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Namun, maut ternyata mengintai di balik pintu saat pagi buta kembali menyapa Gang Horas.
Kamis pagi menjadi momen mengerikan bagi rekan korban yang hendak menjemput untuk berangkat mengajar. Tika tidak lagi merespons panggilan, hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa dengan luka tusuk mematikan. Tim Inafis Polres Dumai segera bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara demi mengumpulkan kepingan bukti yang tertinggal.
Penyidik awalnya berencana menerapkan Pasal 466 ayat (3) KUHP baru terhadap tersangka. Aturan ini mengatur tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang dengan ancaman hukuman maksimal. Namun, maut lebih dulu menjemput BM sebelum palu hakim sempat diketuk di ruang persidangan.
"Pelaku ini coba bunuh diri saat melarikan diri dengan minum racun," tambah AKBP Angga. Penangkapan di Rokan Hilir sebenarnya menjadi harapan bagi keluarga korban untuk mendapatkan keadilan formal. Kini, keluarga Tika harus menerima kenyataan duka ganda atas hilangnya nyawa sang guru tanpa proses peradilan yang tuntas.
Warga Dumai diminta tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi liar di media sosial. Polisi mengimbau publik agar tidak mengunggah foto-foto korban maupun pelaku yang dapat melukai perasaan keluarga. Fokus utama saat ini adalah memberikan penghormatan terakhir bagi sang pahlawan tanpa tanda jasa.
Dunia pendidikan Dumai benar-benar kehilangan sosok wali kelas yang dikenal berdedikasi tinggi. Jenazah Tika telah disemayamkan oleh pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat dan murid-murid di SD Santo Tarcisius.
Setiap perkembangan terkait motif tambahan akan tetap didalami meskipun tersangka utama telah tiada. Kepolisian berkomitmen menuntaskan administrasi penyidikan guna menutup berkas perkara secara resmi sesuai prosedur hukum. Keadilan ilahi kini menjadi muara akhir dari drama berdarah yang dipicu oleh obsesi cinta buta ini. R-02

