SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Kecelakaan Kerja, Management PKS Tanjung Medan PTPN IV di Rohil Masih Bungkam; Jenazah Korban Dipulangkan Tanpa Otopsi

      Kecelakaan Kerja, Management PKS Tanjung Medan PTPN IV di Rohil Masih Bungkam; Jenazah Korban Dipulangkan Tanpa Otopsi

      20/07/2026  ❘  22:39 WIB
    • Penggunaan Rumah untuk Ibadah Picu Protes Warga Medan Amplas

      Penggunaan Rumah untuk Ibadah Picu Protes Warga Medan Amplas

      20/07/2026  ❘  19:26 WIB
    • Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Hancurkan Tiga Rumah Mewah

      Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Hancurkan Tiga Rumah Mewah

      20/07/2026  ❘  19:12 WIB
    • Tangan Diborgol di Video Viral, Warga Tanjungpinang dan Agam Diduga Disekap di Myanmar

      Tangan Diborgol di Video Viral, Warga Tanjungpinang dan Agam Diduga Disekap di Myanmar

      20/07/2026  ❘  19:00 WIB
  • Nasional
    • Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      20/07/2026  ❘  18:48 WIB
    • PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      20/07/2026  ❘  14:16 WIB
    • Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      20/07/2026  ❘  13:23 WIB
    • Istana Peringatkan Hotman Paris Tak Bawa-bawa Nama Prabowo dalam Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie

      Istana Peringatkan Hotman Paris Tak Bawa-bawa Nama Prabowo dalam Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie

      20/07/2026  ❘  13:17 WIB
  • Ekonomi
    • BPS Catat IPH Turun di 34 Provinsi

      BPS Catat IPH Turun di 34 Provinsi

      20/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Menanti Keputusan BI, IHSG Melesat ke 6.231 Poin

      Menanti Keputusan BI, IHSG Melesat ke 6.231 Poin

      20/07/2026  ❘  18:29 WIB
    • Tak Semua Jatuh, Rupiah Melemah Saat Mata Uang Asia Lain Naik

      Tak Semua Jatuh, Rupiah Melemah Saat Mata Uang Asia Lain Naik

      20/07/2026  ❘  18:18 WIB
    • Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah

      Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah

      20/07/2026  ❘  13:13 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      20/07/2026  ❘  16:15 WIB
    • Pledoi Gubernur Riau Abdul Wahid: Minta Dibebaskan dan Barang Miliknya yang Disita Dikembalikan

      Pledoi Gubernur Riau Abdul Wahid: Minta Dibebaskan dan Barang Miliknya yang Disita Dikembalikan

      20/07/2026  ❘  13:07 WIB
    • Buronan Narkotika Sembunyi di Bengkalis, Terbongkar Laporan Warga Lewat Telepon Darurat

      Buronan Narkotika Sembunyi di Bengkalis, Terbongkar Laporan Warga Lewat Telepon Darurat

      20/07/2026  ❘  12:21 WIB
    • Tak Berkutik saat Digerebek, Pengedar Sabu di Rohil Ditangkap bersama Puluhan Paket Siap Edar

      Tak Berkutik saat Digerebek, Pengedar Sabu di Rohil Ditangkap bersama Puluhan Paket Siap Edar

      19/07/2026  ❘  19:03 WIB
  • Umum
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
    • Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      18/07/2026  ❘  09:55 WIB
  • Riau
    • Pemprov Riau Akselerasi Cek Kesehatan Gratis, Targetkan Pemenuhan Asta Cita Presiden RI

      Pemprov Riau Akselerasi Cek Kesehatan Gratis, Targetkan Pemenuhan Asta Cita Presiden RI

      20/07/2026  ❘  20:48 WIB
    • Tunggakan Rp4,2 triliun, Pemprov Riau Cari Jalan Keluar Lewat Obligasi

      Tunggakan Rp4,2 triliun, Pemprov Riau Cari Jalan Keluar Lewat Obligasi

      20/07/2026  ❘  18:37 WIB
    • Pilih Riau Jadi Tuan Rumah Sarasehan Nasional, Plt Gubri Sampaikan Apresiasi Kepada MPR RI

      Pilih Riau Jadi Tuan Rumah Sarasehan Nasional, Plt Gubri Sampaikan Apresiasi Kepada MPR RI

      20/07/2026  ❘  17:46 WIB
    • Penataan PKL, Wako Agung Nugroho Minta Masyarakat Tidak Dirikan Bangunan di Lokasi Terlarang

      Penataan PKL, Wako Agung Nugroho Minta Masyarakat Tidak Dirikan Bangunan di Lokasi Terlarang

      20/07/2026  ❘  17:13 WIB
  • Sport
    • Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      20/07/2026  ❘  09:19 WIB
    • Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      20/07/2026  ❘  09:06 WIB
    • Resmi! Kylian Mbappe Jadi Top Skor Piala Dunia 2026, Rekornya Bikin Dunia Terkejut

      Resmi! Kylian Mbappe Jadi Top Skor Piala Dunia 2026, Rekornya Bikin Dunia Terkejut

      20/07/2026  ❘  07:57 WIB
    • Mimpi Messi Pupus, Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Dunia

      Mimpi Messi Pupus, Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Dunia

      20/07/2026  ❘  06:37 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
    • FIFA Resmi Menjual Potongan Rumput Asli Final Piala Dunia 2026 Sebagai Suvenir Premium

      FIFA Resmi Menjual Potongan Rumput Asli Final Piala Dunia 2026 Sebagai Suvenir Premium

      20/07/2026  ❘  10:17 WIB
    • Balasan Pedas Mojtaba Khamenei ke Trump Bikin Geger: Tanda Tangan Presiden AS Tak Berharga

      Balasan Pedas Mojtaba Khamenei ke Trump Bikin Geger: Tanda Tangan Presiden AS Tak Berharga

      20/07/2026  ❘  08:05 WIB
    • Dua Tentara AS Tewas! Sasaran Serangan Melebar ke Infrastruktur Sipil Iran

      Dua Tentara AS Tewas! Sasaran Serangan Melebar ke Infrastruktur Sipil Iran

      19/07/2026  ❘  10:44 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Polisi Pastikan Kematian Sri Mulyana Murni Bunuh Diri, Korban Rekam Video Wasiat Berikut Isinya

22/11/2025  ❘  21:08 WIB • Daerah
Bagikan :
Polisi Pastikan Kematian Sri Mulyana Murni Bunuh Diri, Korban Rekam Video Wasiat Berikut Isinya

Para undangan yang hadir di Polres Kepulauan Meranti disuguhkan menonton video wasiat yang dibuat korban sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Foto : Istimewa

SABANGMERAUKE NEWS, Selatpanjang - Malam di Desa Tenan, Kecamatan Tebingtinggi Barat berubah muram ketika kabar kematian Sri Mulyana (26) menyebar dengan cepat. Ibu rumah tangga itu ditemukan tergantung di dapur rumahnya—ruang yang selama ini menjadi saksi rutinitas sederhana seorang istri dan ibu muda. Rabu (19/11/2025) malam itu, suasana mendadak membeku. Tak ada yang menduga dapur kecil tersebut menjadi tempat Sri mengakhiri hidupnya.

Namun di balik misteri kepergian Sri yang mendadak perlahan mulai membuka tabir. Bukan hanya dari olah TKP atau keterangan saksi, tetapi dari sebuah rekaman video yang ditemukan polisi dalam penyelidikan mendalam. Video itu yang direkam Sri sendiri menggunakan ponsel miliknya—menjadi petunjuk terpenting, sekaligus fragmen terakhir yang ia tinggalkan sebelum memilih jalan sunyi tersebut. 

Video itu merupakan satu temuan penting yang menjadi perhatian penyidik, dimana  rekaman video berisi pesan wasiat itu diduga dibuat oleh Sri sebelum kejadian.

Dalam rekaman itu, Sri terlihat berbicara langsung ke kamera. Wajahnya letih. Suaranya bergetar. Ia menyampaikan permintaan maaf, pesan terakhir, dan titipan untuk orang-orang yang dicintainya, diantaranya suaminya, anaknya yang masih kecil, serta keluarga besarnya.

Sri memilih bahasa Jawa—bahasa yang paling dekat dengan hatinya untuk menuangkan perasaannya. Namun di balik kata-kata yang mengalir, ada satu hal yang justru membuat misteri semakin pekat. Sri tidak pernah menyebut apa sebenarnya yang membuatnya tertekan. Tidak ada penjelasan tentang persoalan yang ia hadapi, tidak ada petunjuk jelas tentang luka yang ia sembunyikan.

Pesan yang terekam itu justru menyisakan ruang kosong—ruang yang kini coba diisi petugas melalui penyelidikan lebih dalam.

Video berdurasi 6 menit lebih itu disampaikan korban sambil menangis dan menyeka air matanya sehingga menyebabkan para yang hadir ikut menangis termasuk suaminya yang tidak kuasa menahan tangis.
 
Polres Kepulauan Meranti masih menelaah isi video, mencocokkannya dengan bukti di lapangan dan keterangan para saksi. Bagi penyidik, rekaman tersebut tidak hanya sekadar pesan terakhir, tetapi juga jendela kecil menuju beban emosional yang selama ini dipendam Sri.

Apa yang membuat seorang perempuan muda memilih keputusan sedrastis itu? Apa yang tidak pernah ia ceritakan? Misteri tersebut kini menjadi pekerjaan panjang aparat. 
Yang tersisa hari ini hanyalah kesedihan keluarga, tanda tanya besar, dan rekaman terakhir yang menjadi saksi bisu tentang betapa beratnya beban yang tak pernah Sri ungkapkan kepada siapa pun.

Kapolres Kepulauan Meranti melalui Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti, AKP Roemin Putra, M.H, menegaskan bahwa kematian Sri Mulyana murni merupakan aksi bunuh diri. Kepastian ini disampaikan setelah pihak kepolisian menggelar pertemuan bersama Camat Tebingtinggi Barat, kepala desa, suami korban, serta para tokoh masyarakat untuk menyamakan persepsi serta meluruskan isu yang sempat berkembang.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak diminta menyaksikan langsung rekaman video yang dibuat oleh korban sebelum mengakhiri hidupnya. Video itu berisi permintaan maaf dan pesan wasiat yang ditujukan kepada keluarga.

“Korban murni bunuh diri. Para pihak, termasuk camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat sudah melihat video itu di Polres. Keluarga juga berharap persoalan ini tidak dibesar-besarkan agar tidak mencederai marwah keluarga,” ujar AKP Roemin Putra.

Ia menambahkan bahwa video tersebut sesuai dengan hasil penyelidikan awal kepolisian.

“Video itu telah kita tonton bersama. Ini sejalan dengan hasil pemeriksaan kami sebelum almarhumah melakukan bunuh diri. Karena itu, kami nyatakan perkara ini selesai. Kami mengundang para tokoh agar bisa menyampaikan hal ini kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi tuduhan atau anggapan kepada pihak laki-laki maupun perempuan,” tegasnya.

 

Terkait proses otopsi yang dilakukan sebelumnya, AKP Roemin memastikan bahwa langkah itu diambil semata-mata untuk mengungkap kejelasan penyebab kematian, bukan untuk menetapkan tersangka.

“Otopsi dilakukan untuk mencari petunjuk. Tidak ada penetapan tersangka dan tidak ada penahanan. Hasilnya sudah keluar, dan tim forensik menyatakan korban meninggal akibat benda tumpul,” jelasnya.

Yang dimaksud benda tumpul tersebut, menurut penjelasan medis, adalah jeratan tali pada leher korban, yang menyebabkan korban mengalami mati lemas atau asfiksia.

“Hasil otopsi menyebutkan bahwa kematian korban murni akibat gantung diri. Seluruh bagian tubuh hingga organ dalam telah diperiksa dan tidak ditemukan motif lain,” ungkapnya.

Selain itu, hasil pelacakan digital oleh tim IT Polda Riau juga memastikan tidak ada jejak atau bukti mencurigakan dalam ponsel korban maupun suaminya yang dapat mengarah pada pertikaian atau tindakan kekerasan.

“Tidak ditemukan hal mencurigakan dari handphone kedua belah pihak. Ini murni bunuh diri. Kami berharap tidak ada lagi saling tuduh dan curiga. Kita hormati pesan almarhumah yang meminta agar anaknya dijaga dan dirawat,” tutup AKP Roemin.

Adapun narasi yang disampaikan Sri dalam video berbahasa Jawa itu berikut kutipannya :

Mungkin ngko aku wes ra eneng, dadi nyong minta maaf buat keluarga ku kabeh. Karo mak ku, karo bibik ku, karo yuk ku, karo adik ku, karo bapak ku — aku minta maaf sebesar-besare. Karo mertua ku seng eneng karo seng ora eneng, aku minta maaf banget wes ngerepotke kalian. Nyong wes ngebebanke kalian, wes gawe susah kalian, nyong wes gawe keluarga berantakan. Nyong minta maaf banget karo kalian. Nyong wes kesel, pokoke wes kesel. Mungkin seko video iki, nyong wes ra enek neng dunia iki.

Terus nyong minta maaf karo mak, karo adek, karo yuk ku. Nyong minta maaf, terutama karo dulur-dulur ku, karo bibik ku — Bik Li, Bik Sari — pokoke kabeh bibik ku. Nyong minta maaf banget wes ngerepotke kalian, wes gawe kowe berfikiran ambek aku. Nyong cuma sekadar sharing, minta pendapat. Dipendem dewek, sesek neng ati. Mungkin pesen ku cuma minta-minta maaf.

Tolong delokna anak ku ya, anak e melu ayah e. Ayahe iseh berhak atas de’e kan… Yo gowo balek Fina. Suwun ya wes jaga nyong, suwun banget wes jaga nyong.

Nyong cuma bisa do’akan, semoga ngesok ora oleh wong kayak nyong. Tolong jaga Fina sampai sekolah, kuliah. Nyong cuma njaluk Fina sekolah sing temen-temen sampai kuliah.

Karena nyong wis kesel lahir batin. Men lah, saurunge nyong rung tobat, nyong wes mlebu neraka. Nyong wes ikhlas mlebu neraka, wes kekui waelah. Jaga Fina, pokoke jaga Fina. Tolong jaga Fina.

Kabeh barang-barangku nggo Fina. Angger eneng panjang umur, barangku nggo Fina kabeh.

Angger masalah hutangku eseh eneng, tinggal njaluk karo ayahe Fina. Angger ora eneng ora gelem bayar, jikuk kartu — kartu merah e.

Ngesok nek wes metu jikuk lebih e, jikuk mening. Terus kuwi nggo mbah ku. Ya Allah, sehat selalu. Mbah ku, suwun wes njaga nyong mbiyen. Suwun banget, suwun banget. Nyong ndak bisa membahagiake mbah ku, ndak bisa membahagiake mak ku, ndak bisa membahagiake kabeh.

Iso ne nggawe masalah. Nyong kesel, nyong kesel. Nyong muak.

Yo wes lah, kaya kui wae. Angger pokoke salah silap, nyong minta maaf ya kabeh.

Owh iya, nggo Kak Fifi, suwun banget wes percaya karo Yana njaga anak e Kak Fifi. Maaf juga Kak Fifi, kadang Yana ndomeh, kadang Yana bentak, kadang Yana nyiwir. Tapi Yana sayang banget karo Malik, karo Sultan — wes tak anggap anak e Yana dewe.

Kadang Yana memang garange pol, garang banget. Tapi Yana sayang… tapi Yana kadang kesel.

Fina, maafin Mama, Fina. Fina manut-manut karo Ayah ya. Fina harus belajar, sekolah sampai kuliah. Mama pengen nemu Fina kuliah. Tapi terpaksa… kesel batin ki, kesel.

Oke, suwun. Ojo sedih sing nonton, ojo nangis wae. Nyong pamit. Assalamu’alaikum.

 

Sementara itu wartawan mencoba untuk menterjemahkan kalimat yang disampaikan dalam bahasa Jawa tersebut ke dalam bahasa Indonesia, berikut artinya tanpa mengubah makna emosional maupun pesannya:

"Mungkin nanti aku sudah tidak ada lagi. Jadi aku meminta maaf kepada seluruh keluargaku. Kepada ibuku, kepada bibiku, kepada kakakku, kepada adikku, kepada ayahku — aku meminta maaf sebesar-besarnya. Kepada mertuaku, baik yang aku temui maupun yang tidak, aku juga sangat meminta maaf karena sudah merepotkan kalian. Aku sudah membebani kalian, sudah membuat kalian susah, sudah membuat keluarga menjadi berantakan. Aku benar-benar meminta maaf kepada kalian semua. Aku sudah lelah, sungguh lelah. Mungkin setelah video ini, aku sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Lalu aku juga minta maaf kepada ibu, kepada adik, dan kepada kakakku. Aku meminta maaf, terutama kepada saudara-saudaraku dan bibik-bibikku — Bik Li, Bik Sari — semua bibikku. Aku benar-benar meminta maaf karena sudah merepotkan kalian dan membuat kalian kepikiran tentang aku. Aku hanya ingin berbagi cerita, meminta pendapat. Semua ini kupendam sendiri sampai sesak di hati. Mungkin pesanku hanya satu: aku meminta maaf.

Tolong jaga anakku ya. Anak itu ikut ayahnya. Ayahnya masih berhak atas dia, kan? Tolong bawa pulang Fina. Terima kasih sudah menjaga aku, terima kasih banyak.

Aku hanya bisa mendoakan, semoga besok tidak ada lagi orang yang seperti aku. Tolong jaga Fina sampai selesai sekolah dan kuliah. Aku hanya memohon agar Fina sekolah sungguh-sungguh hingga kuliah.

Karena aku sudah lelah lahir dan batin. Mungkin sebelum aku sempat bertobat, aku sudah masuk neraka. Aku sudah ikhlas masuk neraka, biarlah begitu. Yang penting jaga Fina, tolong jaga Fina baik-baik.

Semua barang-barangku untuk Fina. Kalau aku masih panjang umur, semuanya tetap untuk Fina.

Kalau ada urusan hutangku yang masih tersisa, tinggal minta ke ayahnya Fina. Kalau tidak ada, ya tidak usah dibayar. Ambil saja kartu—kartu yang merah itu.

Besok kalau sudah keluar, ambil lebihnya, ambil sisanya. Lalu berikan kepada nenekku. Ya Allah, semoga nenek selalu sehat. Mbah, terima kasih sudah menjagaku dulu. Terima kasih banyak. Aku tidak bisa membahagiakan nenekku. Tidak bisa membahagiakan ibuku. Tidak bisa membahagiakan siapa pun.

Aku hanya bisa membuat masalah. Aku lelah, benar-benar lelah. Aku muak.

Ya sudahlah, biarkan seperti itu saja. Kalau aku punya salah atau kekhilafan, aku mohon maaf kepada semuanya.

Oh iya, untuk Kak Fifi, terima kasih banyak sudah percaya pada Yana untuk menjaga anak-anak Kak Fifi. Maaf juga Kak Fifi, kadang Yana membentak, kadang marah, kadang nyinyir. Tapi Yana sangat sayang pada Malik dan Sultan, sudah kuanggap seperti anakku sendiri.

Kadang memang Yana sangat galak, sangat keras. Tapi Yana sayang… hanya saja Yana kadang lelah.

Fina, maafkan Mama ya. Fina nurut sama Ayah, ya. Fina harus belajar, harus sekolah sampai kuliah. Mama ingin melihat Fina kuliah. Tapi apa boleh buat… lelah batin ini sudah terlalu berat. Oke, terima kasih. Jangan sedih yang menonton, jangan menangis. Aku pamit. Assalamu’alaikum.

 

Kasus kematian tragis Sri Mulyana (26) sempat menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Meski awalnya ditemukan dalam posisi tergantung, beberapa jejak kecil pada tubuhnya membuat penyidik Polsek Tebingtinggi Barat ragu bahwa peristiwa itu murni bunuh diri. Karena itu, kasus pun dilimpahkan ke Polres Kepulauan Meranti untuk penyelidikan lebih mendalam.

Puncak penelusuran terjadi pada Jumat (21/11/2025), saat Tim Forensik Polda Riau dijadwalkan melakukan autopsi terhadap jenazah Sri. Hasil pemeriksaan inilah yang diharapkan mampu mengungkap teka-teki di balik kematian ibu muda yang dikenal ramah itu.

Ruang kamar mayat RSUD Kepulauan Meranti di Jalan Dorak, Selatpanjang, terasa sunyi. Di balik pintu yang tertutup rapat, tim medis dan forensik bekerja penuh ketelitian, menelisik setiap detail tubuh Sri—mencari petunjuk yang bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sebelum napas terakhirnya terhenti.

Kepala Bidang Dokkes Polda Riau melalui Kepala Sub Bidang Kedokteran Kepolisian, AKBP Supriyanto, memimpin langsung proses autopsi tersebut. Ia bekerja bersama dokter spesialis forensik, dokter medikolegal, serta tim medis lainnya. Mereka melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pada bagian perut, dada, hingga kepala, guna mendeteksi kerusakan organ atau tanda-tanda khusus lainnya.

Setelah hampir tiga jam bekerja—dimulai pukul 14.00 dan berakhir jelang senja sekitar pukul 17.00 WIB—AKBP Supriyanto akhirnya memberikan keterangan resmi.

“Yang pertama, kita sudah melakukan otopsi. Yang kedua, memang ditemukan beberapa tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun untuk spesifiknya, saya belum bisa jelaskan,” ujarnya dengan wajah serius, Jumat (21/10/2025) sore.

Pernyataan ini menguatkan dugaan awal bahwa kematian Sri bukanlah kasus sederhana. Meski demikian, Supriyanto menegaskan bahwa kerja tim forensik baru merupakan separuh dari proses panjang untuk mengungkap kebenaran.

“Dari hasil pemeriksaan nanti akan digabungkan dengan keterangan penyelidikan di lapangan, sehingga penyebab kematian bisa terungkap dengan terang benderang,” katanya.

Lebih jauh dijelaskan, penyebab kematian dipastikan berkaitan dengan asfiksia—kondisi kekurangan oksigen yang menyebabkan mati lemas. Namun metode pastinya belum dapat disimpulkan.

“Metodenya ada dua—bisa karena tergantung atau gantung diri. Tentunya ini harus dikombinasi dengan keterangan penyidik berdasarkan hasil olah TKP nantinya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, malam itu, suasana Desa Tenan yang biasanya tenang mendadak berubah mencekam. Lampu-lampu rumah warga menyala satu per satu setelah suara teriakan minta tolong memecah kesunyian. Arifin (29), suami Sri, dikabarkan berlari keluar rumah menuju kediaman tetangganya sambil berteriak panik. Tak ada yang menyangka bahwa teriakan itu menjadi awal dari sebuah kasus kematian yang kini menyisakan banyak tanda tanya.

Tetangganya bernama Kholil (53) yang datang bersama Arifin dibuat terkejut saat melihat Sri dalam keadaan tergantung di dapur rumah sederhana itu. Namun beberapa saat kemudian, tubuh perempuan muda itu sudah dipindahkan ke atas kasur sebelum polisi tiba di lokasi. Kondisi tubuh Sri seketika menimbulkan banyak keraguan—terutama bagi pihak kepolisian.

Unit Identifikasi Polsek Tebing Tinggi Barat yang datang melakukan olah TKP mencatat sejumlah kejanggalan. Pada bagian leher korban terdapat bekas jerat, namun tidak terlihat tanda-tanda khas korban gantung diri seperti air liur yang menetes, lidah menjulur, atau lebam-lebam dan tidak ada keluarnya cairan dari kemaluan yang lazim muncul pada posisi gantung. Lebih jauh, pada bagian punggung korban ditemukan sejumlah lebam yang memicu pertanyaan tambahan: apakah benar Sri mengakhiri hidupnya sendiri?

 

Saat ini, suami korban yakni Arifin tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kepulauan Meranti untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait temuan tersebut. 

Sebelumnya, Kapolsek Tebingtinggi Barat, Iptu Iskandar, membenarkan adanya temuan seorang perempuan bernama Sri Mulyana yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Rabu malam itu. Ia menjelaskan kronologi awal penemuan jenazah tersebut.

Menurut Kapolsek, sekitar pukul 22.30 WIB, suami korban, Arifin (29), tiba-tiba berteriak meminta tolong dan mendatangi rumah tetangganya, Kholil (53). Mendapat panggilan tersebut, Kholil langsung menuju rumah Arifin.

“Setibanya di lokasi, saksi mengatakan telah melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Tubuh korban dalam posisi tergantung dengan ikatan pada leher di dapur rumah, menghadap ke arah pintu belakang,” ujar Iptu Iskandar.

Dari hasil observasi awal yang dilakukan oleh dokter, pihak kepolisian menemukan beberapa kejanggalan yang dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan kasus bunuh diri pada umumnya.

“Kejanggalan pada kondisi tubuh korban memungkinkan mengindikasikan bahwa peristiwa ini perlu pengusutan lebih lanjut,” jelas Kapolsek.

Polisi yang tidak menemukan tanda-tanda umum pada korban gantung diri mengharuskan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

“Ketiadaan tanda-tanda fisik yang biasa ditemukan pada korban gantung diri tentu menimbulkan kecurigaan dan perlu pendalaman lebih lanjut,” ujar Kapolsek Tebingtinggi Barat, Iptu Iskandar. (R-03)

Editor: Ali Imran
Tags :Video korban gantung diriBunuh diri di selatpanjangKepulauan merantiSabangmerauke news

BERITA TERKAIT :

  • Rapat Paripurna DPRD Kepulauan Meranti Sepakati KUA-PPAS APBD Tahun 2026 Sebesar Rp 1,1 Triliun

    Rapat Paripurna DPRD Kepulauan Meranti Sepakati KUA-PPAS APBD Tahun 2026 Sebesar Rp 1,1 Triliun

    Advertorial •
    21/11/2025 ❘ 14:33 WIB
  • Sempat Disebut

    Sempat Disebut 'Bodoh', Fatima Bosch Asal Meksiko Dinobatkan Jadi Miss Universe 2025, Ini Profilnya

    Internasional •
    21/11/2025 ❘ 12:43 WIB
  • Kebakaran Warung Ayam Geprek di Jalan Melur, Satu Warga Tewas

    Kebakaran Warung Ayam Geprek di Jalan Melur, Satu Warga Tewas

    Daerah •
    21/11/2025 ❘ 10:11 WIB
  • Bos Djarum Anak Budi Hartono Dicekal Terkait Dugaan Korupsi Pajak

    Bos Djarum Anak Budi Hartono Dicekal Terkait Dugaan Korupsi Pajak

    Hukrim •
    21/11/2025 ❘ 09:21 WIB
  • Perwakilan My Republic Tak Bisa Tunjukkan Izin Saat Rapat di DPRD Pekanbaru, Kabel Internet Dipasang Sembrawut

    Perwakilan My Republic Tak Bisa Tunjukkan Izin Saat Rapat di DPRD Pekanbaru, Kabel Internet Dipasang Sembrawut

    Daerah •
    21/11/2025 ❘ 09:15 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan